Home Ende Bupati Djafar Pantau Pembangunan Tanggul Penahan Abrasi di Kelurahan Tanjung

Bupati Djafar Pantau Pembangunan Tanggul Penahan Abrasi di Kelurahan Tanjung

Penulis: Willy Aran / Editor: Anton Harus

207
0
SHARE
 Bupati Djafar Pantau Pembangunan Tanggul Penahan Abrasi di Kelurahan Tanjung

Keterangan Gambar : Pemda Ende bàngun tanggul penahan abrasi sepanjang 270 meter di Kelurahan Tanjung.

Ende, Flores Pos  — Bupati Ende, Djafar Achmad bersama sejumlah pimpinan PDP terkait pada Selasa (21/7/2020) sore meninjau langsung pembangunan tanggul penahan abrasi di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Ende Selatan. Pembangunan tanggul itu merupakan tindakan tanggap darurat dari pemerintah daerah karena wilayah pesisir itu menjadi langganan abrasi pantai dan telah mengancam pemukiman warga dan salah sekolah di Kelurahan Tanjung.

Pembangunan tanggul penahan abrasi pantai ini sepanjang 270 meter dengan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga ( BTT) atau dana tanggap darurat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Ende sebesar kurang lebih Rp 1 miliar. Lokasi pembangunan tanggul tepatnya di RT 10 RW 05 Kelurahan Tanjung Kecamatan Ende Selatan.

Bupati Ende, Djafar Achmad setelah memantau pembangunan tanggul ini mengatakan bahwa tanggul ini sebagai respon dari pemerintah atas kondisi yang dialami masyakarat. Djafar Achmad melanjutkan bahwa jika kondisi ini dibiarkan maka akan sangat mengancam masyarakat yang bermukim di wilayah ini.

" Tanggul ini sebagai langkah tanggap darurat untuk memberikan kenyamanan dan keamanan kepada masyarakat di sepanjang pantai ini. Jika dibiarkan maka tahun depan bisa habis. Daerah memiliki badan penanggulangan bencana maka wajib melakukan pembangunan tanggap darurat seperti ini," kata Bupati Ende.

Bupati Ende juga mengatakan bahwa saat ini masih dilakukan tanggap darurat seperti ini namun kedepanya pemerintah akan memikirkan untuk jangka panjang yaitu tembok penahan abrasi. Seluruh wilayah pesisir ini mesti aman dari abrasi dan terjangan gelombang.

Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK) pada BPBD Kabupaten Ende, Ida Muda Mithe menjelaskan bahwa dalam rancangan dibangun tanggul sepanjang 250 meter namun saat pelaksanaan di lapangan dibangun sepanjang 270 meter. Dikatakanya bahwa saat pelaksanaan tidak dilihat dari volumenya tetapi manfaatnya untuk masyarakat di sepanjang pantai ini apa lagi salah satu sekolah SD Tanjung yang sudah terkena gelombang laut. Secara teknisnya pekerjaan ini juga dibantu oleh Dinas PUPR Kabupaten Ende.

" Pekerjaan ini dari hasil perhitungan teknis ada banyak kelebihan atau tambahan volume. Tetapi kita tidak melihat dari volume tetapi manfaatnya untuk masyarakat. Karena ada rumah penduduk dan SD Tanjung yang sudah mulai dikikis ombak," katanya.*