Home Sikka 10 dari 21 Kecamatan di Sikka Masuk Zona Merah Covid-19

10 dari 21 Kecamatan di Sikka Masuk Zona Merah Covid-19

Penulis: Wall Abulat/ Editor: Arsen Jemarut

261
0
SHARE
10 dari 21 Kecamatan di Sikka Masuk Zona Merah Covid-19

Keterangan Gambar : Peta sebaran pasien covid-19 di Sikka.

 


Maumere, Flores Pos – Sebanyak 10 dari 21 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sikka masuk kategori zona merah covid-19 karena sudah ada kasus pasien positif covid-19. Sepuluh kecamatan yang masuk zona merah itu yakni Kecamatan Talibura, Kecamatan Alok Timur, Kecamatan Alok, Kecamatan Lela, Kecamatan Doreng, Kecamatan Waigete, Kecamatan Waiblama, Kecamatan Kewapante, Kecamatan Alok Barat, dan Kecamatan Hewokloang.

Demikian data yang diterima media ini dari Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Sikka Petrus Herlemus, Jumat (22/5/2020) malam.

Baca jugaKetua Komisi II DPRD Sikka Minta Pemkab Buat MoU dengan Dua RS Swasta di Sikka

Petrus Herlemus menjelaskan penyebaran 27 pasien positif covid-19 ada pada 10 kecamatan di atas di mana ada dua kecamatan yang memiliki kasus positif terbanyak yakni Talibura dan Alok Timur masing-masing ada 7 pasien positif, disusul Kecamatan Alok ada 4 pasien positif.

Kecamatan Doreng dan Kecamatan Lela masing-masing ada 2 pasien positif; dan ada lima kecamatan yang masing-masing memiliki 1 pasien positif covid-19 yakni  Kecamatan Waigete, Kecamatan Waiblama, Kecamatan Kewapante, Kecamatan Alok Barat, dan Kecamatan Hewokloang.

“Jadi 27 pasien positif covid-19 di Kabupaten Sikka ada pada 10 kecamatan yang masuk kategori zona merah di atas,” kata Petrus Herlemus.

Baca juga: Satgas Covid-19 Sikka Kirim 65 Spesimen Swab ke Kupang Melalui Larantuka

Sedang Pantau 170 OTG

Petrus Herlemus pada kesempatan yang sama menambahkan bahwa Satgas Covid-19 Sikka saat ini sedang memantau 170 Orang Tanpa Gejal (OTG), dan sedang memantau 41 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan seorang Pasien Dalam Pemantauan.

“Sementara total pelaku perjalanan di Sikka sejak Maret hingga Jumat (22/5/2020) pukul 18.00 Wita sebanyak 4.243 orang dengan rincian yang selesai dipantau ada 4.162 orang, dan yang sedang dipantau 81 orang,” kata Petrus Herlemus.*