Home Sikka 124 PMI NTT Meninggal di Malaysia

124 PMI NTT Meninggal di Malaysia

356
0
SHARE
124 PMI NTT Meninggal di Malaysia

Keterangan Gambar : Direktur Eksekutif Padma Indonesia, Gabriel Goa.

Maumere, Flores Pos — Selama tahun 2019 lalu tercatat ada 124 pekerja migran Indonesia (PMI) asal NTT yang meninggal di Malaysia meninggal. Dari jumlah yang meninggal tersebut, ada 122 jenazah yang dikirim ke NTT, dua jenazah lainnya dikuburkan di Malaysia.

Demikian dikemukakan Direktur Eksekutif Padma Indonesia, Gabriel Goa, yang juga Sekretaris II Jaringan Nasional Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (Jarnas Anti-TPPO) yang dihubungi media ini, Selasa (14/1/2020).

Baca juga: Kata Gubernur Viktor, NTT Mesti Mampu Kirim 40.000 Tenaga Kerja ke Luar Negeri

Gabriel Goa mengakui bahwa dari 124 PMI yang meninggal di Malaysia tersebut, ada 122 PMI yang berstatus ilegal dan hanya 2 yang legal. “Ini masalah serius untuk kita benahi karena PMI asal NTT yang meninggal di Malaysia didominasi oleh PMI ilegal,” katanya.

Dengan melihat data di atas, lanjut Goa, masyarakat NTT khususnya calon pekerja migran asal NTT agar sungguh-sungguh mempersiapkan kompetensi melalui Balai Latihan Kerja Profesional dan pengurusan dokumen melalui Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia serta tidak terbuai bujuk rayu Jaringan Human Trafficking dan terjerat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perdagangan Orang.

“Saatnya sekarang di NTT, semua elemen masyarakat melakukan Gerakan Masyarakat Anti Human Trafficking (Gema Hati) dan Migrasi Aman (MIA). Khususnya Pemprov dan Pemkab se-NTT untuk proaktif membangun BLK profesional dan LTSA serta perkuat Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Human Trafficking hingga ke desa-desa di NTT,” kata Goa.

Data Baru

Direktur Eksekutif Padma Indonesia, Gabriel Goa, juga mengatakan bahwa dari data yang dimilikinya diketahui bahwa pada awal Januari 2020 ini sudah ada PMI yang meninggal di Malaysia dan jenazahnya telah dikirim pulang ke NTT.

“Pada Januari 2020 ini, ada 1 jenazah PMI dikirim dari Malaysia ke NTT, ke Kabupaten Malaka,” katanya.

Goa mengingatkan, data korban tersebut kiranya menggugah para pihak terkait di Indonesia, khususnya NTT untuk melakukan pelbagai terobosan mencegah pengiriman TKI/PMI ilegal, dan agar pemerintah serius menyikapi PMI asal NTT di luar negeri, serta pentingnya upaya advokasi seputar nasib PMI asal NTT di Malaysia.

Penulis: Wall Abulat
Editor: Avent Saur