Home Ngada 141 Mahasiswa Baru Angkatan Pertama Stiper-FB Mengikuti Ordik

141 Mahasiswa Baru Angkatan Pertama Stiper-FB Mengikuti Ordik

Penulis: Wim de Rozari / Editor: Elton Wada

1,186
0
SHARE
141 Mahasiswa Baru Angkatan Pertama Stiper-FB Mengikuti Ordik

Keterangan Gambar : Peserta Ordik Angkatan Pertama Stiper-FB mengikuti Ordik hari pertama.


Bajawa, Flores Pos — Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (Stiper-FB) yang bernaung di bawah Yayasan Persekolahan Umat Katolik Ngada (Yasukda) mulai melaksanakan kegiatan Orientasi Pendidikan (Ordik) untuk 141 mahasiswa baru angkatan perdana.

Ordik bagi 141 mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021 STIPER-FB resmi dimulai, Rabu (26/7/2020) di Kampus Utama Stiper-FB yang juga merupakan Kantor Yasukda, Bajawa. 141 mahasiswa baru tersebut berasal dari jurusan Agroteknologi sebanyak 64 orang dan jurusan peternakan sebanyak 77 orang.

Kegiatan yang dilaksanakan mengikuti protokol kesehatan seperti pengecekan suhu tubuh, cuci tangan, menggunakan masker dan jaga jarak dilakukan baik oleh mahasiswa baru, para dosen, panitia, serta beberapa undangan yang hadir.

Ketua Yasukda RD Silverius Betu dalam sambutannya mengatakan bahwa kehadiran kampus Stiper-FB dimulai dari sebuah optimisme. Bagi Tuhan, sesuatu yang dimulai dengan benar, katanya, tentunya juga akan menghasilkan hasil yang baik.

Selain itu, RD Sil juga mengatakan bahwa angkatan pertama dengan jumlah yang signifikan tersebut merupakan suatu kekuatan dan dasar untuk memulai satu komitmen yang kuat guna membawa Stiper-FB menjadi sebuah lembaga pendidikan tinggi yang bermutu.

Alumni Universitas Pertahanan Jakarta ini juga mengatakan bahwa mahasiswa baru Stiper-FB yang memilih kampus Stiper-FB tentu sudah melewati pertimbangan yang matang dan kuat. Hal tersebut tentu juga merupakan kekuatan Yasukda karena mahasiswa baru tersebut merupakan gambaran wajah muda penuh optimisme dan penuh semangat; generasi yang menjadi kekuatan besar bagi Gereja, negara dan Kabupaten Ngada serta Flores pada umumnya.

Mahasiswa baru juga, katanya, mesti menjadi kekuatan besar bagi Yasukda. Ia pun berpesan agar mahasiswa baru tersebut terus berada bersama Stiper-FB sampai hingga selesai dan kelak dapat menjadi cendekiawan muda yang diperhitungkan.

Ketua Stiper-FB Dr. Nicolaus Noywuli, S.Pt,M.Si dalam sambutannya ketika membuka kegiatan Ordik tersebut menjelaskan bahwa kegiatan yang berlangsung selama 3 hari tersebut akan dimulai dengan kegiatan tatap muka pada hari pertama, kegiatan penggunaan fasilitas aplikasi Google Classroom pada hari kedua.

Baca juga: Wakil Ketua MPR RI Menyosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Stiper-FB

Sedangkan pada hari ketiga, kegiatan Ordik akan diawali dengan pemaparan materi oleh Bupati Ngada Paulus Soliwoa dan anggota DPR RI Komisi IV Julie Sutrisno Laiskodat. Kegiatan itu lalu akan ditutup dengan perayaan ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Agung Ende Mgr. Vinsentius Sensi Potokota.

Dr. Niko menjelaskan bahwa 141 mahasiswa baru tersebut mengikuti Ordik setelah melewati tahapan demi tahapan dan seleksi agar resmi menjadi bagian dari civitas akademika Stiper-FB yang merupakan satu-satunya Sekolah Tinggi Pertanian yang ada di wilayah Nusa Tenggara setelah mendapat persetujuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 517/M/2020.

Memilih kampus Stiper-FB di bawah naungan Yasukda, katanya, sudah merupakan pilihan terbaik karena mahasiswa memilih berdasarkan kesungguhan dan ketetapan hati. Bergabung dan menjadi bagian dari civitas akademika Stiper-FB tentu menjadi spirit dan energi baru agar STIPER-FB terus berupaya menjadi lebih baik, maju, dan berkembang serta makin dikenal hingga ke level Nasional bahkan Internasional.

Pada saatnya nanti, katanya, visi STIPER-FB untuk menjadi yang terdepan dalam mewujudkan SDM yang unggul, pangan yang berkualitas, dan pembangunan berkelanjutan pada 2040 sesuai moto searching and serving with love, juga unggul membangun SDM pertanian dan peradaban bangsa yang dibangun atas dasar mental,moral, kasih dan intelektual yang mulia dapat tercapai.

Dalam Ordik tersebut tidak ada perpeloncoan kekerasan atau pemaksaan kehendak termasuk tidak ada kekerasan verbal yang dapat menyebabkan seseorang atau mahasiswa baru menjadi shock atau trauma.

Perpeloncoan bertentangan dengan hak asasi manusia sehingga tidak boleh ada lagi tindakan semacam itu karena pada era milenium ini yang difokuskan adalah kemampuan akademik dan prestasi belajar dan pengalaman non- akademik seperti terlibat dalam organisasi intra kampus serta kegiatan ilmiah lainnya yang menunjang keberhasilan di masa depan.

Sesuai data yang dihimpun Flores Pos, dalam Ordik mahasiswa baru Stiper-FB tersebut hadir pula 3 orang anggota DPRD Kabupaten Ngada, sekitar 6 orang ASN aktif serta karyawan swasta. Selain itu hadir pula pada kesempatan tersebut Wakil Ketua 1 bidang Akademik dan kemahasiswaan Gordius Woltman Tuga, Wakil Ketua II bidang Sumber Daya dan Kerjasama Pengembangan Gerardus Reo, dan Sekretaris Stiper-FB Rd. Paulus Azi.

Usai pembukaan Ordik dilanjutkan dengan penyampaian materi kebijakan umum Stiper-FB sekaligus perkenalan struktur dan legalitas Stiper-FB di bawah naungan Yasukda, penjelasan tentang protokol kesehatan oleh Dokter Aty Du'e, Pelatihan penggunaan aplikasi Google Classroom dan Zoom oleh UPT Komputer, IT dan Digital Stiper-FB.