Home Sikka 2.000-an Pelaku Perjalanan di Sikka Dipastikan Aman selama Karantina Mandiri

2.000-an Pelaku Perjalanan di Sikka Dipastikan Aman selama Karantina Mandiri

Penulis: Wall Abulat / Editor: Elton Wada

98
0
SHARE
2.000-an Pelaku Perjalanan di Sikka Dipastikan Aman selama Karantina Mandiri

Keterangan Gambar : Juru Bicara Satgas Covid-19 Sikka Petrus Herlemus


Maumere, Flores Pos — Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, memastikan 2.000-an pelaku perjalanan yang saat ini sedang menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing berada dalam kondisi aman dan baik-baik saja.

“Kondisi 2.000-an pelaku perjalanan asal Sikka yang saat ini sedang menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing dalam kondisi aman dan baik-baik saja,” kata Herlemus yang dihubungi Flores Pos, Rabu (9/9/2020).

Herlemus menjelaskan, Satgas Covid-19 Sikka melalui para relawan covid-19 dan petugas kesehatan puskesmas pada 21 kecamatan di wilayah Kabupaten Sikka selalu memantau kondisi para pelaku perjalanan di rumah masing-masing untuk memastikan kondisi kesehatan mereka dan penerapan pelaksanaan protokol kesehatan seperti memakai masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak.

“Seturut hasil pemantauan para relawan covid-19 dan petugas kesehatan dipastikan bahwa 2.000-an pelaku perjalanan yang sedang menjalani karantina mandiri di rumahnya selalu menerapkan protocol kesehatan. Kita terus mendorong mereka untuk selalu lakukan yang terbaik selama menjalani karantina mandiri di rumah,” katanya.

Belum Terjadi Trasmisi Lokal

Herlemus pada kesempatan ini juga memastikan bahwa Kabupaten Sikka hingga saat ini belum terjadi trasmisi lokal kasus covid-19.

“Saya juga perlu menyampaikan bahwa hingga saat ini, Kabupaten Sikka belum terjadi transmisi lokal,” katanya.

Herlemus mengakui bahwa kasus 28 pasien positif covid-19 yang ada di Kabupaten Sikka selama ini semuanya pelaku perjalanan dari luar daerah.

“Sebanyak 28 pasien positif covid-19 yang kita pernah tangani, dan semuanya sembuh itu merupakan pelaku perjalanan dari beberapa daerah berisiko. Tapi, Puji Tuhan, semua mereka itu sembuh, dan tidak terjadi transmisi lokal,” puji Herlemus.

Sebelumnya, Herlemus mengemukakan bahwa Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka saat ini mendampingi 2.000 pelaku perjalanan yang sedang menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing yang tersebar pada sebagian besar kecamatan di Kabupaten Sikka.

Baca juga: Dinkes Sikka Mendampingi 2.000 Pelaku Perjalanan yang Menjalani Karantina Mandiri di Rumah

“Ada 2.000 pelaku perjalanan yang menjalani karantina mandiri sedang kita dampingi,” kata Kadis Petrus Herlemus di ketika membawakan materi di hadapan peserta kegiatan bertajuk “Mari Kita Kreatif Agar Ikan Lestari ( Mata Kail) Promosikan Produksi dan Konsumsi Berkelanjutan di Sektor Pengolahan Ikan Nusa Tenggara Timur” yang diselenggarakan Plan di Aula Dinkes Sikka Jalan El Tari Maumere, Kamis (3/9/2020).

Herlemus menjelaskan jumlah pelaku perjalanan yang masuk ke Kabupaten selama masa pandemi covid-19 sejak pekan terakhir Maret 2020 hingga saat ini sebanyak 18.000 orang.

“Total pelaku perjalanan yang masuk Sikka sebanyak 18.000 orang, dan saat ini yang sementara menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing ada 2.000 orang,” tegasnya .

Kadis mengakui pelaku perjalanan yang masuk Sikka datang dengan menggunakan transportasi laut, udara, dan darat dari pelbagai daerah di Indonesia di antaranya Jawa, Sulawesi, Bali, Kalimantan, Sumatera, Irian, dan dari beberapa daerah lainnya di Indonesia plus dari luar negeri.

Waspadai Migrasi Penduduk

Sebelumnya, Ketua Tim Kerja Penyakit Infeksi Emerging (Covid-19, Sars dan Mers) RSUD Maumere, Spesialia Penyakit Dalam Dokter Asep Purnama meminta elemen warga Kabupaten Sikka, khususnya; dan warga NTT umumnya, untuk mewaspadai migrasi penduduk dari zona merah dan zona hitam covid-19 di Indonesia yang hendak masuk Sikka.

“Warga diminta untuk terus mewaspadai migrasi penduduk dari zona merah dan zona covid-19,” kata Dokter Asep Purnama, Rabu (2/9/2020).

Menurut Doktor Asep, Covid 19 sangat dinamis dan dengan migrasi penduduk yang cepat dan luas dengan mulai beroperasinya semua moda transportasi yang ada maka virus corona juga akan bergerak cepat dan luas mengikuti pergerakan manusia.

“Karena manusia adalah kendaraan virus conona bergerak menyebar ke seluruh dunia, termasuk Sikka,” kata Dokter Asep.

Dokter Asep mengingatkan bahwa kasus covid-19 di Indonesia terus menanjak bahkan menembus 3.000 per hari.

Baca juga: Bupati Sikka: 22 Kebijakan Strategis Sukseskan Pelaksanaan KBM di Sekolah Selama New Normal

“NTT dikelilingi daerah yang kasus baru covid-19nya terus bertambah di atas 100 per hari dan Migrasi penduduk dari Jakarta, Surabaya, Bali dan Makassar ke NTT semakin terbuka lancar. Ini yang kita perlu waspadai,” kata Spesialis Penyakit Dalam RSUD Maumere ini.

Dokter Asep mengajak semua elemen warga Sikka untuk selalu siaga menghadapi kasus impor covid-19.

“Apa solusi kita? Kita perlu siaga menghadapi kasus impor. Bagaimana menghadapi warga yang masuk ke NTT?” tanya Dokter Asep retoris.

Menurut Dokter Asep ada dua hal penting untuk dilakukan. Pertama, bagaimana kita melakukan screening? apa hanya dengan Thermo Gun? atau dengan rapid test dan swab?

Kedua, bagaimana karantina mandiri pelaku perjalanan? apa sudah bisa dilaksanakan dengan benar dan disiplin?

Wajib Lakukan Karantina Mandiri

Dokter Asep Purnama menegaskan bahwa pada prinsipnya setiap pelaku perjalanan yg masuk ke Sikka mesti melakukan karantina mandiri dengan benar dan disiplin.

“Jika muncul gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) segera lapor ke Puskesmas terdekat atau Call Center Gugus Tugas,” katanya.

Pembina IDI Kabupaten Sikka ini juga menambahkan bahwa petugas senantiasa mengedukasi dan memantau para pelaku perjalanan untuk memastikan bahwa mereka melakukan karantina mandiri selama 14 hari dengan disiplin.

“Memang idealnya, semua pelaku perjalanan diswab untuk memastikan apakah mereka tertular covid 19 atau tidak. Mengetahui status seseorang sangat penting, untuk memutus rantai penularan covid 19,” katanya.

Lakukan 3 M, Hindari 3 K, dan Upayakan 3 T

Kepada elemen warga Kabupaten Sikka, Dokter Asep meminta untuk selalu waspada terhadap covid-19 dengan melakukan 3 M yakni Memakai Masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci Tangan; serta menghindari 3 K yakni Kerumunan, Kontak Erat, dan Kamar (ruang) tertutup (ber AC).

“Pemerintah juga senantiasa mengupayakan 3T yakni Test pemeriksaan swab PCR sebanyak-banyaknya, Tracing yakni melacak kontak erat dll, dan Treatment yakni pengobatan atau isolasi jika sakit.

“Silahkan berdoa dan berharap yang terbaik. Tapi jangan lupa tetap menghadapi lonjakan kasus yang terburuk. Tetap semangat, bersama kita bisa,” imbuhnya.