Home Ende 24 Orang Muda Ende Deklarasikan Sumpah Baru Menjadi Wirausaha

24 Orang Muda Ende Deklarasikan Sumpah Baru Menjadi Wirausaha

57
0
SHARE
24 Orang Muda Ende Deklarasikan Sumpah Baru Menjadi Wirausaha

Keterangan Gambar : Ke-24 orang muda Kabupaten Ende yang mendeklarasikan sumpah menjadi wirausaha.

 

“Pembangunan berkelanjutan hanya dapat terjadi jika kita mengintervensi sistem ekonomi yang sudah ketinggalan zaman dan memberikan pengetahuan kewirausahaan yang berkelanjutan pada wirausaha masa depan," - Irma Sitompul.


Pada peringatan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober tahun ini, 24 orang muda dari Kabupaten Ende mendeklarasikan sumpah baru menjadi wirausaha. Deklarasi ini  berjalan selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan.

Sebelum mendeklarasikan sumpah tersebut, ke-24 orang muda itu telah mengikuti pelatihan edukasi kewirausahaan  selama dua bulan dan membentuk  program yang bernama E.thical.

Irma Sitompul, Pendiri dan Koordinator Kurikulum E.thical, dalam rilis media yang diterima Flores  Pos, Sabtu (16/10), mengatakan E.thical adalah sebuah program kewirausahaan berkelanjutan, bekerja sama dengan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Ende. E.thical dan Bapenda Ende akan  menyelenggarakan acara Orang Muda Ende berdaya pada Senin, 28 Oktober 2019, di Kantor Bupati Ende untuk menutup Program E.thical bersama 24 peserta yang telah menjalankan proses edukasi kewirausahaan selama dua bulan di Ende.

"Dengan dukungan penuh dari Young Southeast Asian Leaders Initiative (program milik Kedutaan Amerika) dan Women’s Earth Alliance (organisasi internasional), selama dua bulan, E.thical bersama mitra lokalnya Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknologi Informasi Universitas Flores, Rikolto VECO, Sirclo, dan Remaja Mandiri Community menyelenggarakan Program Kewirausahaan Berkelanjutan.

“Program ini  bertujuan untuk menggali potensi orang muda di Kabupaten Ende agar berperan aktif dalam menangani masalah ekonomi, sosial, dan lingkungan secara terpadu dengan memanfaatkan potensi yang ada," katanya.

Irma Sitompul mengatakan bahwa proses ini diberikan oleh 7  orang mentor ahli dan ada kemajuan pola pikir yang pesat pada peserta.  Hal ini membuktikan bahwa akses informasi dan kesempatan sangat penting bagi orang muda di daerah untuk bisa meningkatkan kapasitas diri mereka dan menjadi agen perubahan.

E.thical, tambah Irma, optimis dengan diluncurkannya sekitar 20 usaha berkelanjutan yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru dan memberikan inspirasi bagi orang muda untuk memajukan daerahnya.

"Acara Orang Muda Ende Berdaya bertujuan untuk memamerkan produk lokal dari usaha-usaha berkelanjutan karya orang muda kepada publik, dalam misi menyebarkan semangat berdaya kepada seluruh orang muda di Ende. Seluruh peserta akan diberikan kesempatan untuk mempresentasikan ide bisnis mereka di hadapan seluruh tamu undangan yang datang dari instansi pemerintah, universitas, dan lembaga keuangan. Para peserta akan dinilai oleh tim juri yang datang dari berbagai organisasi di Indonesia," kata Irma.

Menurut Irma, para juri yang hadir dalam acara ini adalah Matheus Siagian (Tree Hospitality Holding dan ANGIN (Angel Investor Network)), Louise Lattupeirissa (Co-Founder Socolas), Esti Durahsanti (Konsulat Jenderal AS) dan Karolus Naga (Virgil Coffee). Pada acara ini, akan juga dilaksanakan diskusi panel bersama pakar ahli yang salah satunya adalah pemuda daerah Fernando Watu dari Remaja Mandiri Community.

Irma mengatakan bahwa panel tersebut penting untuk memberikan edukasi masyarakat mengenai tujuan berkelanjutan dan potensi-potensi yang ada, khususnya bagi orang muda di Kabupaten Ende. Sebab, Indonesia saat ini telah berada pada puncak bonus demografi, di mana angka usia produktif telah mencapai hampir 70 persen total penduduk di Indonesia yang 30 persen di antaranya adalah anak muda.

"E.thical percaya bahwa ini adalah kekuatan dan kesempatan bagi banyak daerah di Indonesia untuk mempercepat pembangunan daerah dan peningkatan perekonomian di Indonesia secara berkelanjutan. Namun, sayangnya, kesempatan untuk pengembangan diri mereka masih belum sampai kepada orang muda di kota-kota kecil Indonesia," katanya.

Menyadari persoalan  itu, tegas Irma, E.thical ingin menjembatani akses dan kesempatan yang sudah ada dengan aspirasi orang muda di seluruh pelosok Indonesia. Pembangunan berkelanjutan hanya dapat terjadi jika kita mengintervensi sistem ekonomi yang sudah ketinggalan zaman dan memberikan pengetahuan kewirausahaan yang berkelanjutan pada wirausaha masa depan.

Pendiri Remaja Mandiri  Community Detusoko, Nando Watu, mengatakan E.thical adalah program pendidikan kewirausahaan berkelanjutan. Organisasi ini terbentuk tahun 2018 setelah satu tahun melalui masa inkubasi di sebuah konsultan komunikasi di Bali yang bernama For Good. Tujuan pembentukan organisasi ini adalah untuk memberdayakan kaum muda di daerah-daerah tertinggal Indonesia guna memperkuat ekonomi wilayah mereka melalui kewirausahaan lestari atau kewirausahaan berkelanjutan.

Pada awal tahun 2019, E.thical menjadi salah satu dari 21 projek terpilih di Asia Tenggara oleh program Pemerintah Amerika Serikat melalui Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) Seeds for the Future, sebagai organisasi yang diberikan dukungan pendanaan.

Oleh Willy Aran
Editor: Amandus Klau