Home Sikka Angin Puting Beliung Robohkan PLK Wairbukan, KBM Tatap Muka Belum Berjalan Normal

Angin Puting Beliung Robohkan PLK Wairbukan, KBM Tatap Muka Belum Berjalan Normal

Penulis: Wall Abulat / Editor: Elton Wada

136
0
SHARE
Angin Puting Beliung Robohkan PLK Wairbukan, KBM Tatap Muka Belum Berjalan Normal

Keterangan Gambar : Kadis Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Sikka, Mayella da Cunha.


Maumere, Flores Pos — Angin puting beliung merobohkan Gedung Sekolah Darurat Pendidikan Layanan Khusus (PLK) setingkat SD Wairbukan, Desa Wairterang, Kabupaten Sikka, pekan lalu. Pasca musibah ini aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah itu belum bisa berjalan normal hingga batas waktu tak tentu.

Hal ini dikemukakan Pemangku Adat Wairbukan yang juga Ketua RT 017 A Wairbukan, Dusun Wodong, Desa Wairterang, Kecamatan Waigete, Bernadus Brebo, yang dihubungi Flores Pos, Minggu (13/9/2020).

Brebo mengaku pihaknya sudah melihat langsung kondisi bangunan sekolah yang roboh itu dan melihat aktivitas KBM siswa yang tidak berjalan normal pasca musibah itu.

“Hingga Minggu (13/9/2020), gedung PLK itu belum diperbaiki. Para guru sudah menemui saya untuk melaporkan kejadian itu, tetapi saya meminta para guru untuk melaporkan dulu kondisi gedung yang roboh itu ke pengelola sekolah dan pihak desa,” kata Brebo.

Brebo mengaku bahwa pasca robohnya gedung itu, proses KBM berlangsung di rumah penduduk atau di bawah rindangan pohon.

“Untuk sementara KBM di PLK Wairbukan berjalan di rumah penduduk atau di bawah rindangan pohon,” katanya seraya berharap agar pihak pengelola PLK ini segera berkoordinasi dengan orang tua siswa agar KBM 40-an siswa bisa kembali normal.

Belum Ada Laporan

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka Mayella da Cunha yang dikonfirmasi Flores Pos melalui telepon seluler, Minggu (13/9/2020) mengaku pihaknya belum mendapatkan laporan terkait robohnya gedung PLK Wairbukan dan tentang KBM Tatap Muka yang belum berjalan normal pasca kejadian itu.

Baca juga: Pastikan Kenyamanan Saat KBM Tatap Muka di Sekolah, Kadis PKO Sikka Gencar Lakukan Hal Ini

“Saya belum mendapatkan laporan terkait robohnya PLK Wairbukan itu. Pihak pengelola sekolah belum melapor ke saya,” kata kadis Mayella.

Meskipun belum mendapatkan laporan, Kadis berjanji akan menugaskan staf untuk melihat kondisi bangunan yang roboh itu dan memantau pelaksanaan KBM Tatap Muka di PLK itu dalam waktu dekat.

“Saya akan menugaskan staf untuk memantau kondisi lokasi sekolah itu dan pelaksanaan KBM di sana pasca gedung sekolah itu roboh,” tegas Mantan Camat Waigete ini.

50% Siswa Putus Sekolah

Sebelumnya, Pemangku Adat Wairbukan yang juga Ketua RT 017 A Wairbukan, Dusun Wodong, Desa Wairterang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT Bernadus Brebo mengemukakan bahwa sekitar 50% siswa-siswi yang mengikuti Pendidikan Layanan Khusus (PLK) setingkat SD yang dilangsungkan di Wairbukan dalam lima tahun terakhir memilih untuk tidak melanjutkan pendidikan karena minimnya fasilitas dan tenaga guru yang jarang masuk sekolah.

“Sekitar 50% siswa-siswi yang mengikuti pendidikan di PLK Wairbukan dalam lima tahun terakhir tidak mau melanjutkan pendidikan alias putus sekolah,” kata Bernadus Brebo yang diwawancarai secara eksklusif oleh media ini di Wairbukan, akhir Juni 2020 lalu.

Bernadus mengakui bahwa kondisi ruang sekolah yang sangat semrawut, dan tidak memiliki fasilitas KBM membuat anak-anak dan orang tua apatis untuk meneruskan pendidikan anak-anaknya di PLK Wairbukan.*