Home Sikka Awal September 2020, Sikka Mulai Melaksanakan KBM Tatap Muka di Sekolah

Awal September 2020, Sikka Mulai Melaksanakan KBM Tatap Muka di Sekolah

Penulis: Wall Abulat / Editor: Elton Wada

672
0
SHARE
Awal September 2020, Sikka Mulai Melaksanakan KBM Tatap Muka di Sekolah

Keterangan Gambar : Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo


Maumere, Flores Pos — Bupati Kabupaten Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau biasa disapa Bupati Robi Idong mengumumkan secara resmi bahwa Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka yang berlangsung di sekolah di Kabupaten Sikka akan dimulai sejak awal September 2020.

“Saya menginformasikan bahwa KBM secara tatap muka yang berlangsung di sekolah akan dimulai pada awal September 2020,” kata Bupati Sikka dalam arahannya saat tatap muka dengan elemen warga Kecamatan Kewapante saat kunjungan kerja di KSP Familia Amanda, Desa Umagera, Kecamatan Kewapante, Selasa (25/8/2020).

Bupati Robi Idong menyampaikan beberapa pertimbangan terkait alasan KBM tatap muka segera dimulai di sekolah, yakni karena Kabupaten Sikka saat ini sudah kembali ke zona hijau atau zona normal. Anak-anak SD kelas 1 dan kelas 2 yang belum bisa baca tulis, katanya, mesti juga dibimbing secara serius agar mereka mahir membaca dan menulis.

”KBM bisa dilakukan di sekolah karena Kabupaten Sikka saat ini sudah memasuki zona hijau,” kata Bupati Robi Idong.

Meskipun Sikka sudah memasuki zona normal, Bupati pada kesempatan itu juga menegaskan bahwa semua elemen sekolah mesti memenuhi/melengkapi semua protokol kesehatan covid-19 serta pelbagai fasilitas seperti setiap sekolah mesti sudah memiliki satgas covid-19, menerapkan protokol kesehatan seperti wajib memakai masker, cuci tangan, menjaga jarak, memiliki thermo gun, dan memerlukan sistem pembelajaran dengan pola shift.

“Pelaksanaan KBM tatap muka ini teknis pelaksanaannya akan diatur dalam edaran Bupati Sikka. Protokol kesehatan yang standar wajib diterapkan baik cuci tangan, pakai masker maupun jaga jarak wajib diterapkan agar kita cegah penyebaran corona,” tegas Bupati.

Baca juga: BLK Seminari BSB Maumere Memproduksi Tiga Film Pendek

Bupati Robi Idong juga menambahkan bahwa dengan diberlakukannya KBM tatap muka itu nanti maka sistem belajar dari rumah dengan media luring dan daring dihentikan, sementara pembelajaran via Siaran Radio Suara Sikka akan dijadwalkan pada hari-hari tertentu.

Dinas PKO Kaji Strategi Pembelajaran Tatap Muka

Sementara Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka Mayella da Cunha yang dihubungi Flores Pos, Rabu (26/8/2020) malam mengemukakan bahwa instansi yang dipimpinnya sudah, sedang dan akan terus merumuskan strategi pembelajaran tatap muka yang tepat, sehat dan nyaman bagi siswa dan para guru di masa pandemic covid-19 dan new normal saat ini di antaranya agar sistem pembelajaran mesti diatur secara shift dan setiap rombel hanya terdiri dari 50%, baik untuk jam pelajarannya, maupun untuk harinya.

“Karena itu, dalam pola pelajaran tatap muka akan diatur jam pertemuannya misalnya, untuk SD kelas 1 hingga kelas III diatur tatap mukanya mulai Senin hingga Rabu dengan tiga jam pelajaran setiap hari. Sementara kelas IV hingga VI diatur tatap mukanya pada Kamis hingga Sabtu dengan 3 jam pelajaran setiap hari,” kata Mayella da Cunha.

Selain itu, lanjut Mantan Camat Waigete ini, agar KBM tatap muka berjalanan aman maka setiap sekolah harus sudah memiliki struktur Satgas Covid-19, memiliki fasilitas untuk mencegah covid-19, sekolah memastikan menerapkan protokol kesehatan seperti semua siswa dan guru wajib memakai masker, wajib mencuci tangan, dan wajib menjaga jarak, serta setiap siswa wajib mengukur suhu tubuhnya dengan menggunakan thermo gun sebelum mengikuti KBM.

“Dinas PKO gencar melakukan pelbagai persiapan di antaranya mengintensifkan komunikasi dengan pihak sekolah agar peralatan dan penerapan protokol kesehatan sudah mulai disiapkan, agar di setiap sekolah telah memiliki Satgas Covid-19, agar sistem pelajaran diatur secara shift dan setiap rombongan belajar diatur hanya 50% siswa,” kata Mayella.

Kadis juga menggarisbawahi bahwa penekanan pembelajaran baik secara daring, luring, atau pun tatap muka pada masa pandemi covid-19 dan new normal ini adalah mengutamakan kesehatan dan keselamatan siswa, dan bukannya menghabiskan kurikulum.

“Strategi pembelajaran sudah disiapkan, nanti sebelumnya, diadakan Rakor bersama tim Gugus Tugas Covid-19 untuk mendapatkan catatan dan rekomendasi,” katanya.