Home Manggarai Bahas Masalah Gangguan Jiwa, Uskup Ruteng Berdialog dengan Relawan KKI Manggarai Timur

Bahas Masalah Gangguan Jiwa, Uskup Ruteng Berdialog dengan Relawan KKI Manggarai Timur

Penulis: Avent Saur / Editor: Arsen Jemarut

509
0
SHARE
Bahas Masalah Gangguan Jiwa, Uskup Ruteng Berdialog dengan Relawan KKI Manggarai Timur

Keterangan Gambar : Para relawan KKI Manggarai Timur berpose bersama Uskup Sipri (tengah) usai berdialog di Kediaman Uskup Ruteng pada Senin (20/7/2020).


Ruteng, Flores Pos — Uskup Ruteng, Mgr. Sipri Hormat, mengundang para relawan Kelompok Kasih Insanis (KKI) Kabupaten Manggarai Timur untuk membahas masalah gangguan jiwa di wilayah Keuskupan Ruteng pada Senin (20/7/2020).

Wilayah Keuskupan Ruteng mencakup tiga kabupaten di Manggarai raya, antara lain Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Barat.

Baca juga: Merindukan Uskup yang Berkasih

Demikian disampaikan Koordinator KKI Manggarai Timur, Markus Makur, kepada Flores Pos usai gelar dialog di Kediaman Uskup Ruteng pada Senin (20/7/2020).

Hadir pada kesempatan itu, barisan relawan KKI Manggarai Timur, Koordinator Markus Makur dan para anggota Pankratius Purnama, Mensi Anam, Nansianus Taris, dan Edy Beren.

Banyak yang Terpasung

Markus mengatakan, dalam dialog tersebut, Uskup Sipri menggali informasi pada para relawan peduli orang dengan gangguan jiwa terkait keadaan pembangunan kesehatan jiwa di wilayah Keuskupan Ruteng.

Ia menambahkan, Uskup Sipri juga ingin mengetahui penanganan dan pelayanan terhadap penderita gangguan jiwa yang telah dilakukan para relawan KKI selama ini.

Baca juga: Kenapa KKI Gelar Seminar Kesehatan Jiwa di Manggarai Timur?

Menurutnya, sejak 2017 relawan melayani penderita gangguan jiwa di wilayah Keuskupan Ruteng. Dalam perjumpaan dengan umat yang menderita gangguan jiwa, semua pasien belum pernah mendapat layanan medis dan layanan pastoral.

Baru beberapa waktu belakangan ini, lanjutnya, mereka baru disentuh, sekalipun kurang intensif dan tidak maksimal.

“Kita temukan banyak kasus pasung. Ketika memandang dan tangani umat terpasung, kita seperti melihat Tuhan Yesus yang tersalib. Mereka dibiarkan hidup dalam pasungan, tanpa perhatian,” tutur Markus kepada media ini mengulang apa yang disampaikannya kepada Uskup Sipri dalam dialog tersebut.

Pasien, lanjutnya, sangat membutuhkan obat dan penanganan dari petugas kesehatan. Selama ini, beberapa pasien sudah dilepaskan dari pasungan dan sudah pulih lantaran rutin konsumsi obat baik obat dari relawan KKI maupun fasilitas kesehatan setempat (jika obat tersedia).

Baca juga: PMI dan KKI Matim Berikan Sumbangan kepada ODGJ dan Kaum Difabel

“Kita berikan masukan kepada Uskup agar umat yang menderita gangguan jiwa segera mendapat layanan medis dan rehabilitasi serta pemberdayaan,” tuturnya.

Uskup Fokus Layani ODGJ

Menurut Markus, Uskup Sipri akan fokus pada pelayanan pastoral terhadap penderita gangguan jiwa di wilayah keuskupan tersebut. Pelayanan tersebut dilakukan dalam semangat moto tahbisan Uskup Sipri yakni Omnia in Caritate, “Semua Dilakukan dalam Kasih.”

Karena itu, Uskup Sipri meminta kerja sama para relawan untuk memberikan data terkait keadaan penderita gangguan jiwa di wilayah Keuskupan Ruteng.

"Saya minta relawan KKI bawa data dan program yang bisa disinergikan dengan program yang akan dilaksanakan Keuskupan Ruteng,” pintanya.

Baca juga: KKI Gelar Seminar Nasional tentang Kesehatan Jiwa di Manggarai Timur

Uskup Sipri juga mengatakan bahwa dirinya sudah berkomunikasi dengan pelbagai pihak yang bersedia untuk membantu pihak keuskupan dalam mewujudkan pelayanan terhadap penderita gangguan jiwa.

“Kita identifikasi hal-hal yang diperlukan dalam menangani ODGJ di wilayah ini agar kita bisa menyusun program pastoral sesuai dengan kebutuhan di lapangan," tutur Uskup Sipri.

Bekerja dengan Hati

Dalam dialog tersebut, Uskup Sipri juga terus mendorong para relawan agar tetap bekerja dengan hati, memakai bahasa hati, dan melakukan tindakan kasih terhadap penderita gangguan jiwa.

“Kerja dengan hati akan menjembatani segala kebutuhan. Kita menyapa orang yang rentan dengan aksi kasih,” tuturnya.

Baca juga: KKI Utarakan 17 Rekomendasi dalam Public Hearing dengan DPRD Manggarai Timur

Uskup Sipri juga menuturkan bahwa dirinya sangat tergugah saat memenuhi ajakan relawan KKI Manggarai Timur beberapa waktu lalu untuk mengunjungi pasien gangguan jiwa yang terpasung di Kampung Waebok, Kelurahan Ronggakoe, Kecamatan Kota Komba, Manggarai Timur.

“Usai kunjungan itu, ada banyak orang yang berikan dukungan agar fokus layani penderita gangguan jiwa yang selama ini terabaikan," katanya.*