Home Ende Balai Sungai dan FMPSW Berencana Manfaatkan Sungai Wolowona Jadi Objek Wisata

Balai Sungai dan FMPSW Berencana Manfaatkan Sungai Wolowona Jadi Objek Wisata

Penulis: Willy Aran / Editor: Elton Wada

178
0
SHARE
Balai Sungai dan FMPSW Berencana Manfaatkan Sungai Wolowona Jadi Objek Wisata

Keterangan Gambar : Kepala Balai Sungai wilayah Nusa Tenggara II, Agus Setiowan


Ende, Flores Pos — Balai Sungai Wilayah Nusa Tenggara II dan Forum Masyarakat Peduli Sungai Wolowona (FMPSW) sedang melakukan kajian untuk mengelola sungai Wolowona. Sungai Wolowona tersebut akan disentuh dan didorong untuk menjadi salah satu spot wisata di Kabupaten Ende dan sebagai salah satu destinasi wisata penyangga Taman Nasional Kelimutu.

Ketua FMPSW yang juga kepala Desa Detusoko Barat, Nando Watu kepada wartawan di Desa Wolotolo, Senin (27/7/2020) mengatakan bahwa sungai Wolowona selain dimanfaatkan sebagai irigasi dan pengolahan air minum oleh PDAM, sungai tersebut akan dijadikan akses wisata menuju danau Kelimutu.

Nando mengatakan bahwa sungai Wolowona memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata. Selama ini potensi tersebut masih dimanfaatkan sebagai irigasi dan pengelolaan air minum oleh PDAM Ende.

Ia mengatakan bahwa rencana pengelolan sungai sepanjang kurang lebih 50 hingga 60 kilometer tersebut sudah didiskusikan dengan Balai Sungai wilayah Nusa Tenggara II. Sungai tersebut sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai salah satu spot wisata dan akses pariwisata menuju ke Taman Nasional Kelimutu.

Baca juga: Kunker di Ende, Anggota DPD RI AWK Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas

Nando juga mengakui bahwa kendala yang dialami dalam mengelola sungai ini menjadi spot atau destinasi wisata adalah perilaku masyarakat yang masih membuang sampah ke sungai dan penggunaan pupuk kimia oleh petani yang mengakibatkan pencemaran air.

"Kita sedang memikirkan untuk mengembangkannya menjadi salah satu spot wisata atau destinasi wisata di Ende. Dengan demikian maka kita akan menjadikannya sebagai brand pariwisata baru yaitu dari sungai Wolowona menuju Taman Nasional Kelimutu", katanya.

Nando juga mengatakan bahwa untuk menangkap peluang ekonomi dan melestarikan sungai ini maka mesti dibuka sekolah sungai. Tujuan dari sekolah sungai itu adalah untuk menjaga dan melestarikan sungai serta menangkap peluang ekonomi jika sungai tersebut sudah didorong dan dirancang menjadi salah satu destinasi pariwisata di Kabupaten Ende.

Kepala Balai Sungai wilayah Nusa Tenggara II, Agus Setiowan mengatakan bahwa balai sungai telah memikirkan dan merancangnya. Pengendalian sungai, katanya, dalam rangka melestarikan lingkungan hidup menjadi tujuan atau bagian dari kerjanya.

Baca juga: Bupati Djafar Pantau Pembangunan Tanggul Penahan Abrasi di Kelurahan Tanjung

Sungai Wolowona memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan potensi itu mesti diangkat untuk kepentingan pariwisata menunjang ekonomi masyarakat yang mengelolanya. Kepala Balai Sungai menambahkan bahwa gagasan ini mesti didiskusikan dengan berbagai pihak agar pengembangan ke depannya tidak menuai kontroversi di tengah masyarakat.

"Kami menunggu bagaimana perkembangan selanjutnya termasuk usulan terkait sekolah sungai yang diusulkan tadi," katanya.

Anggota DPR RI, Angelius Wake Kako (AWK) mengatakan bahwa jika konsep itu terwujud maka akan memberi dampak positif bagi warga sekitar terutama kaula muda. AWK mengharapkan forum peduli sungai dan Balai Sungai dapat menggerakkan kaum muda untuk menangkap peluang jika rencana tersebut dikembangkan.

"Rencana ini sangat bagus dan akan memberikan dampak positif di sekitar sungai ini. Balai Sungai bisa mendorong ini, jika semua sepakat termasuk sekolah sungai itu menjadi rencana pengembangan ke depanya. Harapan saya orang muda bisa menangkap peluang ini," katanya.