Home Manggarai Barat Berpotensi Antraks, Kelurahan Tangge dan Desa Ngancar di Manggarai Barat Diisolasi

Berpotensi Antraks, Kelurahan Tangge dan Desa Ngancar di Manggarai Barat Diisolasi

2,613
0
SHARE
Berpotensi Antraks, Kelurahan Tangge dan Desa Ngancar di Manggarai Barat Diisolasi

Keterangan Gambar : Sapi mati karena antraks.

Tujuh warga di Tangge dan Ngacar disinyalir terpapar antraks karena mengonsumsi daging sapi yang diduga terkena antraks. Karena itu, untuk sementara, dua wilayah itu diisolasi.

Labuan Bajo, Flores Pos — Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) mengisolasikan dua wilayah di Kecamatan Lembor karena dugaan wabah antraks.

Tujuh warga setempat disinyalir terpapar antraks karena mengonsumsi daging sapi yang diduga terkena antraks. Dua wilayah dimaksud yakni Kelurahan Tangge dan Desa Ngancar.

"Untuk sementara kita kurung dua wilayah tersebut. Ternak dari situ tidak boleh dibawa keluar dan hewan dari luar tidak boleh masuk ke dua desa tersebut. Ini terkait dugaan antraks di dua wilayah tersebut," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas PKH Mabar, Viktor Ranggu, menanggapi Flores Pos di Labuan Bajo, Kamis (10/10).

Diberitakan sebelumnya, enam warga Desa Wae Kanta, Kecamatan Lembor Kabupaten Manggarai Barat, menjalani pengobatan di Pusat Kesehatan Masayarakat (Puskesmas) Wae Nakeng, usai mengonsumsi daging sapi diduga terkena antraks.

Sejumlah 4 ekor sapi dan 1 ekor kerbau di dua wilayah tersebut mendadak mati. Hipotesa sementara, kasus kematian 5 hewan tersebut diduga karena antraks.

Jumlah warga yang mengonsumsi daging sapi tersebut sekitar 50 keluarga. Sejumlah 7 orang terpaksa menjalani perawatan di Puskesmas Wae Nakeng karena menderita sakit.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar melalui Dinas PKH telah melaporkan kasus tersebut ke Pemerintah Pusat. Pempus sudah menurunkan bantuan vaksin antraks sebanyak 15 ribu dosis.

Bantuan Pempus untuk sementara yang dibawa ke Lembor 5000 dosis, 10 ribu dosis diamankan di Dinas PKH di Labuan Bajo.

Antraks, terang Ranggu, disebabkan bakteri. Penyakit ini bersifat menular, baik terhadap sesama binatang maupun terhadap manusia yang mengonsumsi daging hewan.

Masih Ranggu, pihak PKH Mabar bersama pihak lain pada hari-hari terakhir terus melakukan sosialisasi tentang antraks di Kecamatan Lembor khususnya, termasuk kepada para pedagang ternak. PKH juga melakukan investigasi di lapangan menyangkut kasus ini.

Penulis: Andre Durung
Editor: Avent Saur