Home Ende BKKBN Pusat Kunjungi SMAK Frateran Ndao Ende

BKKBN Pusat Kunjungi SMAK Frateran Ndao Ende

1,081
0
SHARE
BKKBN Pusat Kunjungi SMAK Frateran Ndao Ende

Keterangan Gambar : Dwi Listyawardani (berdiri dan pegang mic) memberikan sosialisasi kepada siswa-siswi SMAK Frateran Ndao Ende sebagai Sekolah Siaga Kependudukan, berlangsung di aula sekolah tersebut, Rabu (25/9).

Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut sesudah peluncuran SMAK Frateran Ndao sebagai Sekolah Siaga Kependudukan yang dilakukan beberapa bulan lalu. Dengan penetapan SMAK Frateran Ndao sebagai SSK, maka SMAK Frateran Ndao harus mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam materi pembelajaran. — Deputi Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi pada BKKBN, Dwi Listyawardani.

Ende, Flores Pos — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat yang diwakili oleh Deputi Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) pada BKKBN, Dwi Listyawardani, mengunjungi Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Frateran Ndao Ende, Rabu (25/9).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan sosialisasi kepada Civitas Akademika SMAK Frateran Ndao Ende selaku pelaksana Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) berlangsung di Aula SMAK Frateran Ndao Ende.

Kunjungan ke SMAK Frateran Ndao sebagai SSK merupakan bagian dari agenda kegiatan Roadshow BKKBN Pusat ke Provinsi NTT yang dilakukan untuk memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia tahun 2019.

Turut hadir pada kunjungan tersebut, perwakilan dari BKKBN Provinsi NTT dan Kabupaten Ende. Selain SMAK Frateran Ndao, BKKBN Pusat juga mengunjungi Puskesmas Ria Raja dan Kampung KB Desa Gheoghoma, Kecamatan Ende Utara.

Sekolah Siaga Kependudukan

Dwi Listyawardani mengatakan, sosialisasi tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut sesudah peluncuran SMAK Frateran Ndao sebagai SSK yang dilakukan beberapa bulan lalu

Dengan penetapan SMAK Frateran Ndao sebagai SSK, maka SMAK Frateran Ndao harus mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam materi pembelajaran.

SSK dibentuk, kata Dwi, untuk memperkenalkan kepada para murid terkait masalah kependudukan.

Selanjutnya, anak-anak diharapkan mampu mencegah persoalan-persoalan kependudukan, seperti perkawinan anak dan kelahiran anak yang tidak direncanakan.

Diharapkan, anak-anak akan berpartisipasi dalam mengatasi persoalan pertambahan penduduk yang tidak terkendali.

Menurutnya, SSK merupakan sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam bahan pembelajaran.

Pendidikan kependudukan, lanjutnya, merupakan upaya terencana untuk membantu masyarakat memiliki pengetahuan dan kesadaran tentang kondisi kependudukan serta hubungan timbal balik antara perkembangan kependudukan dengan kualitas kehidupan sosial dan ekonomi.

Populasi Penduduk dan SDA

Dwi juga mengatakan, populasi dunia saat ini sangat tidak imbang dengan persediaan sumber daya alam yang ada.

Menurutnya, ketidakimbangan tersebut kemudian memicu timbulnya persoalan kemiskinan, rendahnya kualitas SDM, dan persoalan lain seperti indeks pembangunan manusia (IPM) yang rendah.

“Salah satu faktor penyebab kemiskinan adalah tidak terkendalinya jumlah penduduk,” tuturnya.

Ia juga mengatakan bahwa peluang untuk memperoleh pendidikan yang memadai dan berkualitas bagi anak di dalam keluarga yang memiliki anak banyak sangatlah kecil.

Karena itu, setiap orang yang hendak berkeluarga semestinya memiliki perencanaan yang matang. Pendidikan kependudukan ini bermaksud pula untuk menanamkan kesadaran pentingnya keluarga berencana.

Menurut Dwi, pengelolaan SSK akan dilakukan oleh semua instansi di setiap tingkat pemerintahan. BKKBN Pusat akan menyusun kebijakan panduan teknis, dan menerapkan model nasional SSK dan menyusun materi nasional yang akan diintegrasikan ke dalam bahan pembelajaran di tingkat seperti SMA.

Perwakilan BKKBN di Provinsi NTT juga turut menerapkan Model Provinsi SSK serta melakukan penggandaan Materi untuk SD, SMP, SMA, dan PT.

Sekolah Berbangga

Frater M. William BHK, selaku Kepala Sekolah SMAK Frateran Ndao Ende, mengungkapkan, pihak sekolah sangat berbangga karena SMAK Frateran Ndao dipilih untuk melaksanakan salah satu program nasional.

Pihak sekolah pun, lanjut Frater William, siap melaksanakan tugas sebagai sekolah siaga kependudukan.

“Kami sangat dukung program siaga kependudukan yang digulirkan oleh BKKBN Pusat. Selain mengintegrasikan materi yang disiapkan oleh BKKBN Pusat, sekolah juga akan mendatangkan para dokter guna memberikan sosialisasi tentang keluarga berencana dan kesehatan reproduksi,” ujar William.

Hal penting yang harus dicapai adalah anak-anak dipersiapkan sejak dini, memberikan pencerahan terkait kesehatan reproduksi, persoalan kependudukan, dan keluarga berencana agar anak-anak mampu merancang dengan baik kehidupan keluarganya kelak.

Penulis: Arsen Jemarut
Editor: Avent Saur