Home Advertorial Bukan Hanya Faskes Pemerintah, Faskes Swasta Juga Harus Punya Komitmen Meningkatkan Mutu Pelayanan

Bukan Hanya Faskes Pemerintah, Faskes Swasta Juga Harus Punya Komitmen Meningkatkan Mutu Pelayanan

43
0
SHARE
Bukan Hanya Faskes Pemerintah, Faskes Swasta Juga Harus Punya Komitmen Meningkatkan Mutu Pelayanan

Keterangan Gambar : Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris berbincang dengan pasien di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo, Ibukota Kabupaten Manggarai Barat, saat meninjau layanan rumah sakit tersebut pada 27 Januari 2020.

Manggarai Barat, Jamkesnews (27/01/2020) – Komitmen fasilitas kesehatan (faskes) dalam meningkatkan mutu pelayanan bukan hanya dilakukan di fasilitas kesehatan milik pemerintah, melainkan juga faskes swasta yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris meninjau sebuah faskes yang melayani peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di RS Siloam Labuan Bajo, Ibukota Kabupaten Manggarai Barat.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan komitmen peningkatan mutu dan kualitas layanan dilaksanakan oleh faskes. Hal tersebut sesuai dengan kesepakatan antara BPJS Kesehatan dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) pada pertengahan November 2019 lalu.

Beberapa peningkatan kualitas pelayanan ini berupa layanan antrean elektronik dalam rangka memberikan kepastian waktu layanan pada peserta JKN-KIS.

Baca juga: BPJS SATU Hadir untuk Berikan Pelayanan Optimal

Selain itu, rumah sakit harus memiliki display informasi ketersediaan tempat tidur untuk perawatan. Ada juga komitmen untuk memastikan kemudahan pasien gagal ginjal kronis dalam mendapatkan kemudahan layanan cuci darah.

“Kami sangat mengapresiasi mitra kerja kami, bukan hanya rumah sakit pemerintah, melainkan juga rumah sakit swasta yang berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan bagi peserta JKN-KIS,” katanya.

“Kami juga cek bahwa komitmen tersebut tidak hanya dilakukan oleh faskes yang ada di wilayah Pulau Jawa, tetapi juga di luar Pulau Jawa bahkan sampai di Nusa Tenggara Timur,” kata Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, Senin (27/1/2020).

Fachmi juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Daerah NTT khususnya Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat yang telah mengupayakan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat NTT.

Menurut Fachmi, keberhasilan Program JKN-KIS membutuhkan gotong royong bersama, bukan hanya soal aspek pembiayaan, melainkan juga aspek peningkatan dan pemerataan kualitas layanan.

“Walaupun hanya ada dua rumah sakit di wilayah ini yaitu RSUD Komodo dan RS Siloam Labuan Bajo, Pemda NTT telah membuktikan bahwa gotong royong dapat diwujudkan melalui upaya serius dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan wisatawan sekitar Labuan Bajo,” tambah Fachmi.

Integrasikan Sistem Antrean Elektronik

Fachmi berharap agar pada waktu mendatang RS Siloam Labuan Bajo akan segera mengintegrasikan sistem antrean elektronik melalui Mobile JKN. Saat ini BPJS Kesehatan mendorong fasilitas kesehatan untuk segera melakukan bridging sistem informasi manajemen (SIM) rumah sakit dan sistem informasi BPJS Kesehatan.

Diharapkan melalui satu aplikasi Mobile JKN, masyarakat peserta akan dimudahkan dalam mendapatkan informasi faskes, ketersediaan tempat tidur, mendaftarkan layanan kesehatan baik di FKTP maupun FKRTL.

Baca juga: Cek Kapasitas, Daftar Pelayanan hingga Jadwal Operasi di Fasilitas Kesehatan, Bisa Lewat Mobile JKN

“Kita tahu ini daerah wisata, pasti banyak masyarakat yang berlibur dan mengantisipasi jika membutuhkah pelayanan kesehatan. Integrasi sistem informasi platform bersama antara rumah sakit dan BPJS Kesehatan dalam aplikasi Mobile JKN akan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan layanan. Ini bagian dari komitmen BPJS Kesehatan. Tahun ini merupakan tahun pelayanan dan tahun peningkatan kepuasan peserta,” kata Fachmi.

Pada  kesempatan tersebut, BPJS Kesehatan juga memperkenalkan beberapa fitur baru di aplikasi Mobile JKN. Mulai dari cek ketersediaan kapasitas tempat tidur di fasilitas kesehatan dan perihal mendaftarkan pelayanan kesehatan baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), hingga melihat jadwal tindakan operasi.