Home Nagekeo Bupati Nagekeo Sambangi Dua Rumah KK Miskin di Ulupulu, Nangaroro

Bupati Nagekeo Sambangi Dua Rumah KK Miskin di Ulupulu, Nangaroro

Kontributor: Silvester Teda Sada / Editor: Avent Saur

246
0
SHARE
Bupati Nagekeo Sambangi Dua Rumah KK Miskin di Ulupulu, Nangaroro

Keterangan Gambar : Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do menyambangi rumah milik warga di Desa Ulupulu I, Kecamatan Nangaroro pada Kamis (16/7/2020).


Mbay, Flores Pos — Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, menyambangi dua rumah milik kepala keluarga miskin di Desa Ulupulu dan Desa Ulupulu I, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo pada Kamis (16/7/2020).

Bupati Don menyambangi dua rumah tersebut setelah melakukan pemantauan terhadap pengerjaan padat karya jalan rabat di wilayah Desa Ulupulu I.

Data KK miskin tersebut diperoleh Bupati Don dari Pemerintah Desa Ulupulu dan Desa Ulupulu I.

Bupati Don mengatakan, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa mesti bisa memastikan warga miskin dalam hal apa atau apa yang menyebabkan warga miskin.

“Apakah ada lahan pekarangan atau apakah ada usaha ekonomi yang sedang dijalankan, minimal usaha ekonomi berskala rumah tangga,” tanya Bupati Don kepada Camat Nangaroro dan Kades Ulupulu I.

"Saya ajak semua pelaku kepentingan, terutama camat, kepala desa, dan para tokoh adat/ulayat, mari kita bekerja sama memberi perhatian pada hal-hal ini. Warga miskin mesti dibantu tepat sesuai persoalannya agar bisa keluar dari jeratan kemiskinan,” tegasnya.

Rumah Mama Getrudis

Rumah milik Mama Getrudis Nago adalah rumah pertama yang disambangi oleh Bupati Don.

Di pekarangan rumah Mama Getrudis, Bupati Don menemukan cekungan. Menurutnya, lama-kelamaan cekungan tersebut bisa menjadi kali.

Karena itu, Bupati Don meminta pemerintah desa dan warga agar membangun jebakan (tue watu) sederhana di pekarangan tersebut.

“Alirkan air masuk pekarangan. Jangan nonton air mengalir begitu saja,” tegasnya.

Saat itu, Bupati Don spontan meminta linggis pada Mama Getrudis agar dirinya bisa memberikan contoh terkait penanganan cekungan di rumah tersebut.

"Ada Linggis? Kasih saya linggis!” pinta Bupati Don kepada Mama Getrudis.

Bupati Don memberi petunjuk bagaimana menggali lubang tanam ukuran 30 x 40 Cm, sedalam minimal 30 Cm sesuai daya dukung lahan. Lubang tersebut bisa menyimpan air pada musim hujan.

Dialog dengan Mama Getrudis

Bupati Don juga memasuki rumah Mama Getrudis untuk bercakap-cakap dengan warga miskin tersebut.

Kepada Bupati Don, Mama Getrudis menuturkan, "Suami saya, Bapa Markus Meno. Dia buta huruf. Dia ada keluar. Kami punya 5 anak. Sulung sudah sarjana. Adik-adiknya ada yang masih SMA di SMAK Syuradikara dan STM Ende. Mereka semua paksa kami mesti sekolah. Kami utang. Kerja agar mereka bisa sekolah.”

Bupati Don memberikan motivasi kepada Mama Getrudis. “Hidup kelihatan susah, tetapi kita berpikir jauh ke depan, yakni sumber daya manusia pada anak-anak,” teguhnya.

Bupati Don juga mengajak semua warga yang hadir saat itu untuk membangun hidup gotong royong.

Menurutnya, jika seorang warga tidak mampu memegang linggis untuk menggali lubang, warga bisa menyediakan bahan lain seperti beras beberapa kilogram, bensin 1 atau 2 liter, atau uang untuk membantu mereka yang bekerja.

“Itulah semangat gotong royong. Kerja bersama-sama,” tuturnya.

Bupati Don juga memberikan dana bantuan Rp500 ribu kepada Kepala Desa Ulupulu I guna membeli bensin supaya bersama-sama menggali lubang tanam di pekarangan rumah Mama Getrudis.

Sementara Camat Nangaroro, Gaspar Taka saat itu mengucapkan terima kasih Bupati Don yang telah memberikan motivasi kepada warga dan pemerintah desa setempat.

“Maaf Pak Kades, minggu depan saya datang periksa lubang tanam yang akan digali itu," kata Camat Gaspar kepada Kades Ulupulu I, Emilianus Meze.

Rumah Fransiskus Kogha

Dari Mama Getrudis, Bupati Don melanjutkan perjalanan menuju Desa Ulupulu. Lagi-lagi Bupati Don diminta untuk mampir di rumah penyandang KK miskin.

Sesuai petunjuk Kepala Desa Ulupulu, Yohanes Berkhmans Jawa, Bupati Don menyambangi rumah Bapa Fransiskus Kogha dan Mama Berta Rea.

Kepada Bupati, Kepala Desa Ulupulu, Yohanes Berkhmans Jawa menjelaskan bahwa keluarga tersebut sedang susah. Dulu keluarga ini tinggal di negara Timor Timur. Pascajejak pendapat 2009, mereka pulang ke Ulupulu.

"Tahun 2020 ini, keluarga Bapa Frans mendapat alokasi Dana Desa Rp22 juta untuk adakan bahan bangunan rumah, bersama 23 keluarga lainnya," jelas Kepala Desa Ulupulu, Yohanes Berkhmans Jawa.

Di pekarangan rumah Fransiskus Kogha, Bupati Don juga mengajak yang bersangkutan agar memanfaatkan pekarangan untuk aneka jenis tanaman. Bupati Don memberikan contoh untuk menggali lubang tanam.* Prot & Kompim (Humas Pemda Nagekeo)