Home Ngada Bupati Ngada: Tidak Benar, Sopir Mobil Ikan Dipukul Petugas Covid-19 di Perbatasan Nagekeo-Ngada

Bupati Ngada: Tidak Benar, Sopir Mobil Ikan Dipukul Petugas Covid-19 di Perbatasan Nagekeo-Ngada

Penulis: Wim de Rozari / Editor: Avent Saur

8,203
0
SHARE
Bupati Ngada: Tidak Benar, Sopir Mobil Ikan Dipukul Petugas Covid-19 di Perbatasan Nagekeo-Ngada

Keterangan Gambar : Bupati Ngada Paulus Soliwoa (kanan hadap lensa) memberikan klarifikasi kepada para wartawan pada Senin (1/6/2020) tentang masalah di Posko Perbatasan di Paubuku, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada. Hadir saat itu Camat Golewa Kanisius Logo dan sejumlah pihak terkait.


Bajawa, Flores Pos — Bupati Ngada Paulus Soliwoa mengatakan, tidak benar bahwa ada kejadian pemukulan terhadap sopir kendaraan pengangkut logistik ikan asal Kabupaten Sikka, oleh oknum petugas covid-19 yang bertugas di Posko Perbatasan Kabupaten Ngada dan Kabupaten Nagekeo.

Posko Covid-19 wilayah perbatasan Ngada dan Nagekeo tersebut tepatnya berada di Paubuku, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada.

Hal ini disampaikan Bupati Soliwoa kepada Flores Pos di Posko Siaga Gugus Tugas Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ngada pada Senin (1/6/2020).

Bupati Soliwoa mengatakan hal tersebut usai mendengarkan penjelasan dari beberapa pihak khususnya Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Ngada.

Para pihak dimaksud, antara lain Camat Golewa Kanisius Logo dan anggota Pol PP yang bertugas di Posko Covid-19 wilayah Perbatasan di Paubuku, Saverinus Kumi, dan Kasat Pol PP Kabupaten Ngada Philip Bhota.

Baca juga: Sopir Mobil Ikan asal Sikka Dipukul Petugas Covid-19 di Perbatasan Nagekeo-Ngada

Akses videonya di sini (Flores TV): Dianiaya Petugas Perbatasan Nagekeo-Ngada, Para Sopir Logistik Ikan asal Sikka Demo di Kantor Bupati

Pihak lainnya yakni Koordinator Posko Perbatasan di Paubuku dari unsur Pemimpin OPD, antara lain Kadis Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Ngada Siwe Selestinus dan Sekda Ngada Theodosius Yosefus Nono.

Anggota Pol PP yang bertugas di Posko Perbatasan di Paubuku, Saverinus Kumi dan anggota kepolisian mengatakan bahwa petugas tidak melakukan pemukulan atau pemerasan seperti yang dituduhkan para sopir mobil logistik ikan asal Kabupaten Sikka.

Menurut petugas tersebut, kejadian terjadi pada Minggu (31/5/2020) pagi sekitar pukul 10.00 Wita.

Para sopir tersebut tidak memiliki dokumen seperti surat keterangan sehat. Yang ada hanya surat pelaku perjalanan dari Larantuka ke Maumere.

Para petugas meminta para sopir agar menjauhi Posko Perbatasan tersebut. Masyarakat sekitar juga sudah marah dan meminta para sopir agar kembali ke daerah asalnya.

Tidak Pernah Tutup Akses

Bupati Soliwoa mengatakan bahwa dalam upaya mencegah penyebaran virus corona, Pemerintah Kabupaten Ngada tidak pernah menutup pintu masuk Ke Kabupaten Ngada.

“Selama ini barang dan jasa, juga manusia yang masuk ke wilayah Kabupaten Ngada tetap dilayani atau diizinkan masuk jika memenuhi syarat protokol covid-19,” katanya.

Baca juga: Atasi Penutupan Akses Jalan Negara, Bupati Sikka dan Wagub NTT Siap Pantau Perbatasan

Kebijakan pengetatan ini, lanjut Bupati Soliwoa, berdasarkan eskalasi klinis (yang justru cenderung naik) pada daerah-daerah zona merah.

“Dengan demikian, saudara-saudari kita dari zona merah harus mengantongi surat keterangan sehat hasil rapid test. Kebijakan pengetatan ini juga untuk melindungi masyarakat Ngada dari wabah virus corona,’ tuturnya.

Tidak Miliki Surat Keterangan Sehat

Menurut Bupati Soliwoa, persoalan di Posko Paubuku itu terjadi karena ada tindakan provokatif para sopir asal Kabupaten Sikka.

Para sopir yang berjumlah sekitar 11 orang tersebut memaksa petugas posko untuk berjualan ikan di Kabupaten Ngada.

“Para sopir tidak dapat menunjukkan dokumen surat keterangan sehat kepada para petugas,” tuturnya.

“Karena tidak menunjukkan dokumen, para sopir memaksa agar tetap masuk wilayah Ngada dengan tindakan provokatif.”

“Tindakan provokatif ini kemudian mendapat tanggapan dari masyarakat sekitar. Petugas melakukan peleraian terhadap aksi ini. Informasi yang beredar bahwa ada kejadian pemukulan sopir oleh petugas, itu tidak benar,” tegas Bupati Soliwoa.

Menurutnya, sikap Pemerintah Daerah Ngada adalah semua aspek kehidupan harus tetap berjalan dengan tetap memberlakukan protokol covid-19.

“Apa yang disampaikan Bapak Gubernur NTT pada saat video konferensi dengan para bupati se-NTT adalah benar bahwa kehidupan normal (new normal) dilakukan dengan tetap mengikuti protokol covid-19.”

"Mudah-mudahan dengan klarifikasi ini, semua informasi keliru yang menyebabkan adanya perbedaan pemahaman dapat menjadi jelas bagi kita semua," kata Bupati Soliwoa.*