Home Sikka Bupati Sikka: 22 Kebijakan Strategis Sukseskan Pelaksanaan KBM di Sekolah Selama New Normal

Bupati Sikka: 22 Kebijakan Strategis Sukseskan Pelaksanaan KBM di Sekolah Selama New Normal

Penulis: Wall Abulat / Editor: Elton Wada

421
0
SHARE
Bupati Sikka: 22 Kebijakan Strategis Sukseskan Pelaksanaan KBM di Sekolah Selama New Normal

Keterangan Gambar : Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo


Maumere, Flores Pos — Bupati Kabupaten Sikka Fransiskus Roberto Diogo atau yang biasa disapa Bupati Robi Idong mengeluarkan 22 kebijakan strategis untuk menciptakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di sekolah yang aman di lembaga pendidikan baik tingkat TK dan SD, maupun jenjang SMP di Kabupaten Sikka selama New Normal covid-19 saat ini.

Penerapan kebijakan strategis ini tertuang dalam surat Edaran Bupati Sikka Nomor PKO.421/35/VIII/2020 tertanggal 31 Agustus 2020 yang kopiannya diterima Flores Pos dari Kabag Humas dan Protokol Setda Sikka Very Awales tertanggal 1 September 2020.

Inilah selengkapnya 22 kebijakan strategis itu yang dikeluarkan Bupati Sikka untuk mewujudkan KBM aman selama masa New Normal covid-19.

Pertama, setiap Kepala Satuan Pendidikan wajib mengisi daftar periksa pada laman Dapodik atau EMIS untuk menentukan kesiapan Satuan Pendidikan, terdiri dari ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet, sarana cuci tangan dengan air mengalir, menggunakan sabun atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer), dan disinfektan; mampu mengakses fasilitas layanan kesehatan (puskesmas, klinik, rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya); kesiapan menyiapkan area wajib masker kain atau masker tembus pandang bagi yang memiliki peserta didik disabilitas rungu; memiliki thermogun; pemetaan warga Satuan Pendidikan yang tidak boleh melakukan kegiatan dari Satuan Pendidikan seperti memiliki kondisi medis penyerta (comordity) yang tak terkontrol, tidak memiliki akses transportasi yang memungkinkan penerapan jaga jarak, memiliki riwayat perjalanan dari zona kuning, orange, dan merah atau riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif covid-19 dan belum menyelesaikan isolasi mandiri selama 14 hari; dan membuat kesepakatan bersama Komite Satuan Pendidikan terkait kesiapan melakukan pembelajaran tatap muka di Satuan Pendidikan.

Baca juga: Satgas Covid-19: Siswa SMPK Watukrus Bola Menginap di Rumah Pasien Positif Covid-19 Nagekeo

Kedua, Kepala Satuan Pendidikan yang belum memenuhi semua daftar periksa sebagaimana dimaksud pada angka 1, tidak diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka.

Ketiga, setiap Satuan Pendidikan wajib memiliki tim satuan darurat covid-19.

Keempat, sekolah harus meminta persetujuan orang tua yang dituangkan dalam berita acara tentang pelaksanaan KBM terbatas di sekolah.

Kelima, bila ada orang tua yang belum siap anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah, maka peserta didik tersebut dapat menggunakan metode daring dengan ketentuan orang tua menyiapkan sarana dan prasarana dibutuhkan di rumah.

Keenam, sekolah wajib menyediakan tempat cuci tangan, sabun/handsanitizer di gerbang masuk atau di depan kelas; menyediakan masker untuk guru, tenaga kependidikan dan peserta didik apabila memiliki anggaran; menyediakan alat pengecek suhu/thermogun di gerbang sekolah; menyediakan petunjuk tentang penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah dalam bentuk poster atau pamflet; menyediakan petugas untuk melakukan pengukuran suhu tubuh dan mengarahkan penerapan protokol kesehatan di sekolah; menyediakan tangki/profil tank untuk penyemprotan disinfektan di lingkungan sekolah; membersihkan secara rutin seluruh sarana dan prasarana sekolah minimal 2 kali sehari pada saat sebelum KBM dimulai dan setelah KBM selesai; dan memberikan laporan secara berkala kepada Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sikka atau Pos Pendidikan Kabupaten Sikka, terkait kondisi kesehatan tenaga kependidikan, guru, dan peserta didik, jumlah peserta didik yang belum bisa terlayani, kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran dan capaian hasil belajar peserta didik.

Baca juga: Hasil Rapid Test Siswa dan Guru SMPK Watukrus Bola Dinyatakan Nonreaktif

Ketujuh, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua/wali dan tamu yang masuk ke sekolah harus dipastikan dalam kondisi sehat dengan indikator suhu badan normal, tidak batuk, pilek, gangguan kulit, mata, muntah, diare, tidak selera makan dan keluhan lain.

Kedelapan, orang tua/wali memastikan peserta didik sebelum berangkat ke sekolah dalam kondisi sehat.

Kesembilan, kepala Sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua/wali dan tamu yang masuk ke sekolah wajib: mengenakan masker, melakukan pengecekan suhu tubuh menggunakan thermogun; mencuci tangan dengan sabun pada tempat cuci tangan yang disediakan di gerbang masuk atau di depan kelas, menghindari kerumunan dengan jarak 1,5 sampai 2 meter; melaporkan diri kepada tim satuan darurat Covid 19 apabila merasa sakit atau tidak enak badan; menggunakan meja dan tempat duduk yang sama dan menghindari adanya bertukar tempat duduk dan meja; membawa buku dan alat tulis serta tidak diperkenankan saling meminjam; menghindari kegiatan yang melibatkan kontak fisik dengan orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung dan mengurangi kegiatan di luar kegiatan pembelajaran; mengenakan pakaian yang bersih dan membawa makanan dan minuman dari rumah; dan langsung meninggalkan sekolah setelah selesai aktivitas di sekolah.

Baca juga: Awal September 2020, Sikka Mulai Melaksanakan KBM Tatap Muka di Sekolah

Kesepuluh, pengecekan suhu tubuh terhadap kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua/wali dan tamu yang masuk ke sekolah dilakukan untuk memastikan suhu tubuh paling tinggi 37,5 derajat C. Jika ditemukan suhu tubuh melebihi 37,5 derajat C, harus dilakukan pengecekan ulang sebanyak 2 kali dengan rentang waktu 5 menit. Apabila setelah dilakukan pengecekan ulang suhu tubuh tetap melebihi 37,5 derajat C, maka kepada yang bersangkutan dianjurkan untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Kesebelas, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua/wali dan tamu dalam menggunakan kendaraan/transportasi umum ke sekolah tetap memperhatikan protokoler kesehatan. Apabila menggunakan kendaraan pribadi roda dua, diwajibkan berboncengan dengan anggota keluarga dalam satu rumah.

Keduabelas, pengantar atau penjemput kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua/wali dan tamu diwajibkan berhenti di lokasi yang ditentukan di luar sekolah dan dilarang menunggu atau berkerumun selama mengantar atau menjemput.

Ketigabelas, penggunaan ruang kelas dalam proses pembelajaran memperhatikan ketentuan: terbatas paling banyak 50% dari total ruang kelas yang ada pada satu waktu pembelajaran; ruang kelas yang sudah digunakan tidak boleh dipergunakan lagi pada proses pembelajaran hari yang sama; proses pembelajaran pada gelombang kedua dapat menggunakan ruang kelas yang belum digunakan pada gelombang pertama, proses pembelajaran gelombang ketiga dapat menggunakan ruang kelas gelombang pertama apabila telah dibersihkan dengan disinfektan; dan pengaturan tempat duduk memperhatikan jarak antara satu siswa dengan siswa lain atau dengan sistem satu meja satu siswa.

Keempatbelas, teknis pembelajaran tatap muka selama pandemi Covid-19 dilakukan sesuai jenjang sebagai berikut: pelaksanaan KBM dibagi dalam kelas terbatas (shift) dari Senin sampai Sabtu; jumlah peserta didik untuk setiap jenjang diatur: di mana untuk jenjang PAUD satu kali pertemuan paling banyak 5 peserta didik dalam satu kelas per hari dalam menyesuaikan jumlah kelas yang tersedia, satu minggu maksimal 3 kali pertemuan dengan durasi paling lama satu jam; dan pembelajaran dimulai pada jam 08.00-09.00 wita.

Sementrara untuk jenjang SD/MI: jumlah peserta didik dapat dibagi dalam kelompok terbatas, maksimal satu kelompok 14 peserta didik; dan waktu pelaksanaan belajar mengajar dibagi dalam tiga gelombang sebagai berikut: gelombang 1: 07.30-09.30 Wita; gelombang 2: 10.00-12.00 Wita; gelombang 3: 14.00-16.00 Wita.

Sedangkan, jenjang SMP/MTs: jumlah peserta didik untuk satu rombel dibagi dalam dua kelompok dengan jumlah peserta didik pada setiap kelompok paling banyak 18 peserta didik; waktu pelaksanaan pembelajaran dimulai jam 07.30-10.30 Wita, dengan jumlah jam tatap muka dan jadwal pembelajaran diatur oleh sekolah dengan memperhatikan tanpa ada waktu istirahat; pelaksanaan KBM tatap muka memperhatikan jumlah ruang dan jumlah peserta didik sehingga memungkinkan proses KBM dalam tingkatan/kelas dapat terjadi 2 sampai 3 hari dalam satu minggu; apabila terdapat penambahan belajar terbatas di Sekolah, dapat dilakukan pada sore hari dengan memperhatikan teknis pembelajaran tatap muka selama pandemi Covid-19; dan tata cara pulang sekolah/keluar ruangan diatur oleh sekolah dengan durasi 5 menit perkelas/perkelompok.

Baca juga: Kontak Erat dengan Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19, 7 Warga Sikka Dinyatakan Reaktif

Kelimabelas, pemberian tugas kepada peserta didik memperhatikan ketentuan kurikulum dengan prinsip tidak memberatkan siswa dan orang tua.

Keenambelas, kurikulum yang digunakan adalah kurikulum dalam kondisi khusus di masa pandemi Covid-19 dengan hanya menitikberatkan pada literasi, numerasi dan pendidikan karakter.

Ketujuhbelas, panduan pembelajaran di kelas menyesuaikan dengan Keputusan Kepala Badan Penelitian Pengembangan dan Perbukuan Nomor 018/H/KR/2020 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada jenjang PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah untuk kondisi khusus.

Kedelapanbelas, pelaksanaan penilaian tengah semester (PTS) dan Penilaian Akhir Semester (PAS), dilakukan sesuai ketentuan kurikulum dengan kalender pendidikan melalui dua cara yakni daring dan luring.

Kesembilanbelas, sekolah tetap melaksanakan penilaian pembelajaran sesuai dengan bentuk penilaian kurikulum 2013 sebagai berikut: penilaian Sikap, dilaksanakan dengan cara observasi di mana guru melakukan pengamatan sikap yang dilakukan oleh peserta didik selama proses pembelajaran di sekolah dan dicatat dalam jurnal guru mata pelajaran dan wali kelas dan jurnal guru di mana guru membuat jurnal catatan perilaku dan dikirimkan ke orang tua/wali untuk diisi selama dirumahkan/mengerjakan tugas di rumah.

Sementara untuk penilaian pengetahuan dilaksanakan pada setiap akhir kompetensi dasar melalui tes tulis luring; atau tes tulis daring dengan menggunakan aplikasi google form, penilaian Keterampilan dilaksanakan melalui unjuk kerja, produk, project, dan portofolio yang dikerjakan selama peserta didik belajar di rumah.

Keduapuluh, pelaksanaan evaluasi pembelajaran dapat dilakukan dengan memperhatikan ketentuan kurikulum kondisi khusus dan kalender pendidikan.

Keduapuluh satu, pelaksanaan pembelajaran tatap muka wajib dihentikan bagi Satuan Pendidikan yang terdapat Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orangtua/wali dan tamu terkonfirmasi positif Covid-19.

Keduapuluh dua, pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang ditutup sebagaimana dimaksud pada angka 19, dapat dibuka kembali setelah mendapat persetujuan tertulis dari Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka.