Home Nagekeo Camat Keo Tengah dan Kades Kobar Antarkan BLT DD bagi Penderita Gangguan Jiwa dan Lansia

Camat Keo Tengah dan Kades Kobar Antarkan BLT DD bagi Penderita Gangguan Jiwa dan Lansia

Penulis: Risa Roga/ Editor: Arsen Jemarut

87
0
SHARE
Camat Keo Tengah dan Kades Kobar Antarkan BLT DD bagi Penderita Gangguan Jiwa dan Lansia

Keterangan Gambar : Camat Keo Tengah Hildegardis M Kasi bersama Kepala Desa Kotowuji Barat Emanuel Embu menyerahkan bantuan untuk para lansia, Sabtu (16/5/2020).


Mbay, Flores Pos — Camat Keo Tengah Hildegardis Mutha Kasi bersama Kepala Desa Kotowuji Barat Emanuel Embu, Sabtu (16/5/2020), mengantarkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warganya yang tidak dapat mengunjungi Kantor Desa Kotowuji Barat, terutama untuk warga lansia dan penderita gangguan jiwa. BLT yang diantarakan terseburt bersumber dari Dana Desa.

Kepala Desa Kotowuji Barat Emanuel Embu menyampaikan bahwa pihaknya sengaja mengantarkan langsung bantuan tersebut sebab pihak desa tidak ingin mengabaikan warga penderita gangguan jiwa dan lansia.

Baca juga: Camat Aesesa Selatan Jelaskan Soal Perdebatan P2T2 dengan Petugas Posko Desa

"Hari ini kami sengaja mengantarkan secara langsung BLT yang bersumber dari Dana Desa kepada delapan orang warga kami yang tidak dapat menerima BLT secara langsung di kantor desa. Masing-masing dari mereka adalah warga lanjut usia (lansia), penderita gangguan jiwa dan para janda. Mereka adalah warga negara yang berhak untuk memperoleh bantuan ini dan kami sebagai pemerintah desa ingin memastikan mereka menerima haknya dengan mengantarkannya secara langsung," katanya.

Emanuel menyatakan bahwa dalam penyaluran BLT DD, pihaknya sebelumnya telah melakukan musyawarah desa pada tanggal 12 Mei 2020 yang lalu. Emanuel merincikan bahwa berdasarkan musdes, penerima BLT DD di Desa Kotowuji Barat ditetapkan sebanyak 129 KK. Masing-masing KK memperoleh uang Rp 600.000 selama 3 bulan jadi totalnya adalah Rp 1.800.000 per KK.

"Sebelumnya kami lakukan musdes dengan melibatkan para relawan posko covid-19 untuk membantu menyisir KK di luar penerima bantuan PKH, bantuan sembako dan sembako perluasan. Kami ingin agar BLT ini tepat sasaran dan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan," jelasnya.

Baca jugaPolres Nagekeo Lakukan Olah TKP Lanjutan di RSD Aeramo

Emanuel berharap agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan oleh warganya dengan bijaksana. "Harapan saya agar bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik, terutama di saat sulit menghadapi pandemi covid ini," tandasnya.

Sementara itu Camat Keo Tengah Hildegardis M. Kasi menyatakan bahwa sebagai camat, dirinya sangat menghargai niat baik Kepala Desa Kotowuji Barat dalam melayani warganya, termasuk para janda, lansia dan penderita gangguan jiwa.

"Sejujurnya saya sangat salut terhadap kepedulian yang ditunjukan oleh kepala desa kepada warganya yang adalah penderita gangguan jiwa, janda dan lansia. Artinya, dalam pemberian bantuan, selain merujuk pada regulasi, ada sisi kemanusiaan yang tidak diabaikan," katanya.

Baca juga: Keluarga OTG Non Reaktif Rapid Test Pertanyakan Perbedaan Perlakuan

Hildegardis menyambung bahwa memandang berbagai cerita tentang pembagian BLT, sebenarnya terdapat kesempatan untuk melakukan nepotisme.

"Ada yang menggunakan kesempatan pembagian BLT untuk melakukan nepotisme terhadap sanak keluarga atau tim sukses saat pilkades. Sementara penderita gangguan jiwa, lansia dan orang cacat biasanya tidak ikut memilih saat pilkades. Tetapi kepedulian dan keadilan yang ditunjukan desa ini menjadi contoh untuk desa lain, bahwa desa ini memiliki ketahanan sosial dan ketahanan solidaritas," pujinya.*