Home Ende Cegah Banjir di Kota Ende, Drainase Mesti Dibersihkan Setiap Tahun

Cegah Banjir di Kota Ende, Drainase Mesti Dibersihkan Setiap Tahun

361
0
SHARE
Cegah Banjir di Kota Ende, Drainase Mesti Dibersihkan Setiap Tahun

Keterangan Gambar : Bupati Ende Djafar Achmad memantau pembersihan drainase di Jalan Nenas Ende, Sabtu (1/2/2020).

Ende, Flores Pos — Hujan yang mengguyur Kota Ende, Jumat (31/1/2020) sore, mengakibatkan beberapa wilayah dalam Kota Ende dilanda banjir. Banjir terpicu luapan air dari drainase yang sudah penuh dengan tumpukan sampah dan material kerikil dan pasir.

Luapan air yang menyasar pemukiman warga, disertai sampah dan lumpur. Untuk mencegah banjir, warga berharap agar pemerintah rutin membersihkan drainase atau normalisasi drainase.

Warga Jalan Nenas Ende, Lorensius Tani Wangge, kepada wartawan, Minggu (2/2/2020), mengatakan bahwa pada saat hujan, ruas Jalan Nenas di Kota Ende digenangi air. Luapan air dari drainase menyasar pemukiman warga di sepanjang jalan tersebut.

Baca juga: Terkait Pelepasan Proyek, Warga Ende Menanti Realisasi Janji Bupati Djafar Achmad

Menurutnya, luapan air terjadi karena drainase di sepanjang jalan itu penuh sampah dan pasir. "Kedalaman drainase ini sekitar 1,5 meter, tidak pernah dibersihkan, penuh sampah dan pasir. Saat hujan pasti air meluap ke pemukiman warga,” katanya.

Dikatakannya juga bahwa setelah hujan, warga di sepanjang jalan tersebut harus membersihkan jalan tersebut dan rumah dari sampah dan pasir. Tahun sebelumnya, tidak ada kejadian separah kali ini. “Tahun ini saat hujan kemarin, kondisinya jalan ini sangat parah," katanya.

Menurut Tani Wangge, untuk mengatasi masalah ini, sangat perlu pembersihan drainase rutin setiap tahun. Masalah banjir di dalam Kota Ende saat hujan sangat meresahkan warga. Maka harus ada pencegahan.

Drainase Normal

Tani Wangge juga mengatakan bahwa saat hujan Jumat (31/1/2020) sore, Jalan Nenas tidak dapat dilintasi kendaraan. Kondisi ini sudah direspons Pemerintah Kabupaten Ende dalam hal ini Dinas PU. Bahkan Bupati Ende memantau lokasi tersebut.

Drainase di Jalan Nenas, katanya, telah dibersihkan oleh pemerintah sehingga kembali normal seperti sebelumnya.

Baca juga: Tuai Kritik, Dinas PUPR dan Rekanan Copot Patung Baru Marilonga

Setelah hujan yang mengguyur Kota Ende, Jumat sore pekan lalu, banjir melanda beberapa titik dalam Kota Ende, antara lain Jalan Nenas, Kompleks Perumnas Ende, Jalan Gatot Soebroto, Jalan Ahmad Yani, dan beberapa ruas jalan lain di dalam kota.

Merespons keadaan ini, pemerintah dan Kodim 1602 Ende turun ke lapangan untuk melakukan pembersihan jalan dan drainase. Pembersihan tersebut dilakukan sejak Jumat (31/1/2020) malam hingga Sabtu (1/2/2020) siang. Pembersihan drainase dipantau oleh Bupati Ende, Djafar Achmad.

Larangan

Kepala Dinas Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Ende, Abraham Badu, mengatakan bahwa aksi pembersihan tersebut dilakukan untuk mencegah dampak lain yang mungkin terjadi karena luapan air ke jalan disertai material sampah dan lumpur.

Menurut Badu, jika tidak dibersihkan, maka jalan jadi licin dan bisa mengakibatkan kecelakaan pada pengguna jalan. Luapan air terjadi karena drainase sudah dipenuhi sampah dan pasir. “Warga diimbau agar tidak membuang sampah di drainase atau saluran air,” katanya.

Penulis: Willy Aran
Editor: Avent Saur