Home Advertorial Christina: Anak Saya Bisa Berobat Berkat JKN-KIS

Christina: Anak Saya Bisa Berobat Berkat JKN-KIS

46
0
SHARE
Christina: Anak Saya Bisa Berobat Berkat JKN-KIS

Keterangan Gambar : Christina Tue (55), pegawai Percetakan Arnoldus Ende, memperlihatkan kartu JKN-KIS saat diwawancarai Tim BPJS Kesehatan Cabang Ende di ruang kerjanya baru-baru ini.

Ende, Jamkesnews – Christina Tue (55), pegawai Percetakan Arnoldus Ende terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Peserta Penerima Upah (PPU). Saat ditemui Tim Jamkesnews di ruang kerjanya, Christina menceritakan pengalaman anaknya yang berobat dengan menggunakan kartu JKN-KIS.

“Awalnya saya tahu anak saya terkena demam tinggi. Saya khawatir saat tahu demamnya tak kunjung turun. Kemudian saya antar dia ke Dokter Lily Londa,” ujar Tin, sapaan akrabnya.

Selama dirawat oleh dokter Lily, anaknya mendapat penanganan intensif. Anaknya dilayani dengan baik.

Baca juga: Melalui Program MCS, BPJS Kesehatan Cabang Ende Hadirkan Jemput Bola

Tin menerangkan bahwa dirinya mengandalkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dalam pengobatan anaknya. Tin bersama anaknya bernama Sherin merupakan Peserta Penerima Upah (PPU) untuk kelas II. Mereka terdaftar pada 2016 silam.

“Ketika demam anak saya tidak kunjung turun dan saya butuhkan rujukan, dokter keluarga membuat rujukan ke RSUD Ende, dan dirawat selama 3 hari hingga sembuh,” katanya.

Ia menambahkan, selama menggunakan kartu JKN-KIS dalam pengobatan, anaknya tidak mengalami kesulitan dan merasa terbantu dalam proses penyembuhan. Dengan adanya Program JKN-KIS, dirinya tidak perlu menggunakan dana tabungan untuk membiayai pengobatan anaknya karena semuanya sudah ditanggung dengan Program JKN-KIS.

“Saya senang dengan pelayanan di RSUD Ende. Tidak ada perbedaan pelayanan yang diberikan RSUD baik kepada pasien umum maupun pasien JKN-KIS. Petugas kesehatan juga ramah dan kooperatif,” tutup Tin sambil tersenyum.

Tin berharap Program JKN-KIS terus dilanjutkan agar bisa membantu masyarakat Indonesia, terutama masyarakat yang kurang mampu.