Home Sikka Demam Berdarah Dengue Renggut Dua Bocah di Sikka

Demam Berdarah Dengue Renggut Dua Bocah di Sikka

245
0
SHARE
Demam Berdarah Dengue Renggut Dua Bocah di Sikka

Keterangan Gambar : Dokter Mario B. Nara

Maumere, Flores Pos — Kasus demam berdarah dengue (DBD) merenggut dua bocah asal Pemana, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka. Bocah Muhammad Dilal (3) yang meninggal pada 7 November 2019, sedangkan bocah lainnya meninggal pada 9 November 2019.

Dua pasien ini dibawa ke RSUD Maumere dalam kondisi stadium tiga dan empat sehingga dua nyawa bocah tersebut tidak bisa tertolong.

Demikian dikemukakan dokter Spesialis Anak RSUD Maumere, Dokter Mario B. Nara yang dihubungi media ini, Minggu (17/11).

Dokter Mario mengaku bahwa saat Muhammad Dilal dibawa ke RSUD Maumere oleh keluarga, pasien mengalami penurunan trombosit yang sangat drastis, ada mimisan, dan pendarahan di bawah kulit.

“Petugas telah berupaya tangani korban, namun nyawanya tak bisa tertolong karena kondisinya sudah pada stadium 4,” kata Dokter Mario.

Kondisi yang sama, lanjut Dokter Mario, dialami juga oleh seorang penderita DBD lain yang adalah tetangga dengan Muhammad Dilal.

“Tetangganya itu masuk ke RSUD dalam kondisi stadium tiga di mana gejalanya hampir sama. Kami juga sudah berupaya, namun nyawanya tak bisa tertolong,” kata Dokter Mario.

Dokter Mario meminta semua elemen warga Sikka, khususnya para orang tua, agar serius memperhatikan gejala anak yang menderita DBD di antaranya demam lebih dari tiga hari, ada mimisan, ada pendarahan di bahwa kulit, dan beberapa gejala lain.

“Kalau ada anak atau warga yang alami demam lebih dari tiga hari, dan si anak atau warga alami mimisan dan pendarahan di bawah kulit, maka segera antar yang bersangkutan ke puskesmas terdekat atau ke rumah sakit,” pinta Dokter Mario.

Tim ke Pemana

Informasi yang diterima media ini menyebutkan bahwa pihak Dinkes Sikka telah menurunkan tim ke Pemana untuk memantau situasi di lokasi di mana dua anak yang meninggal akibat DBD tersebut pekan lalu. “Tim Dinkes telah lakukan pemantauan ke Pemana,” kata seorang petugas Dinkes.

Spesialis Anak RSUD Maumere, Dokter Mario B. Nara, membenarkan adanya tim Dinkes yang melakukan pemantauan ke Pemana pasca-kematian dua bocah tersebut.

Penulis: Wall Abulat
Editor: Avent Saur