Home Manggarai Demonstrasi Tolak Tambang Sambut Kedatangan Gubernur Laiskodat di Reo dan Manggarai Timur

Demonstrasi Tolak Tambang Sambut Kedatangan Gubernur Laiskodat di Reo dan Manggarai Timur

Penulis: Christo Lawudin / Editor: Anton Harus

235
0
SHARE
Demonstrasi Tolak Tambang Sambut Kedatangan Gubernur Laiskodat di Reo dan Manggarai Timur

Keterangan Gambar : Masa aksi demonstrasi tolak tambang saling dorong dengan aparat kepolisian di Jembatan Gongger Reo pada Rabu (24/6/2020).


Ruteng, Flores Pos  Aksi demonstrasi tolak tambang mewarnai kedatangan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat, di Reo wilayah Kabupaten Manggarai dan di Pota wilayah Kabupaten Manggarai Timur pada Rabu (24/6/2020).

Demonstrasi tersebut dilakukan pelbagai elemen warga yang menolak aktivitas pertambangan batu gamping dan pabrik semen di Desa Satar Punda, Kabupaten Manggarai Timur.

Walaupun ada aksi demonstrasi, kegiatan Gubernur Laiskodat tetap berjalan lancar baik di Reo wilayah Kabupaten Manggarai maupun di wilayah Kabupaten Manggarai Timur.

Baca juga: Kepada Gubernur NTT, Uskup Ruteng Sampaikan Harapan Bangun Pantura Manggarai Raya Berbasis Ekologi

Aksi demonstrasi tersebut mulai terlihat sejak pagi, Rabu 24/6/2020). Rombongan Gubernur Laiskodat dan Pemerintah Kabupaten Manggarai yang menuju tempat acara di lokasi Tambat Labuh Reo, menyaksikan para demonstran yang lengkap dengan spanduk dan melakukan orasi di area Jembatan Gongger.

Para demonstran yang intinya menolak usaha pertambangan tersebut ingin menyampaikan aspirasi dan menyerahkan pernyataan sikap kepada Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat. Tetapi keinginan para demonstran tidak terealisasi karena masalah teknis berkaitan dengan izin aksi pada masa pandemi covid-19.

Suasana menjadi hiruk pikuk, memanas, dan menegangkan ketika Gubernur Laiskodat melewati kerumunan pendemo di Gongger menuju wilayah Manggarai Timur dengan pengawalan ketat polisi.

Para demonstran yang tidak puas dengan sikap Gubernur Laiskodat bersama rombongan, terus berorasi di lokasi tersebut. Suasana menjadi kian memanas ketika polisi membubarkan aksi demonstrasi.

Baca juga: Polemik Tambang, Gubernur Laiskodat Pilih Opsi Untungkan NTT ke Depan

Saling dorong antara aparat dan demonstran tidak terhindarkan sehingga tampak ricuh. Dalam situasi seperti tak terkendali, polisi mengamankan seorang warga yang membawa parang yang mau masuk ke tengah kumpulan demonstran.

Parang dan sarungnya langsung diamankan polisi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Demonstrasi itu dilakukan pelbagai elemen seperti Aliansi PMKRI-GMNI, Aliansi Pemuda Reo, JPIC, dan lain-lain.

Tolak Tambang

Ketua PMKRI Santo Agustinus Cabang Ruteng, Hery Mandela, mengatakan bahwa aksi demonstrasi tersebut jelas menolak usaha pertambangan di wilayah itu.

Karena itu, para demonstran ingin berdialog dengan Gubernur Laiskodat dan menyerahkan pernyataan sikap resmi agar Gubernur Laiskodat tidak mengeluarkan izin pabrik batu gamping dan pabrik semen di wilayah itu.

"Tetapi keinginan itu ditolak karena gubernur jalan terus. Kami sangat kecewa dengan Gubernur Laiskodat," katanya.

Hal senada disampaikan Ketua GMNI Ruteng, Riki Joman. Menurut Joman, dalam pernyataan sikap yang demonstran siapkan, aspirasi utama adalah mendukung langkah Gubernur Laiskodat untuk melakukan moratorium usaha pertambangan dan mendukung Gubernur Laiskodat untuk melanjutkan pembangunan bidang pariwisata, pertanian, peternakan, dan budaya.

"Kami juga mendesak gubernur untuk tidak terbitkan izin eksplorasi tambang batu gamping dan pabrik semen di Manggarai Timur," tegasnya.*