Home Ngada Depo Pasir dan Dermaga Jetty Waesae Resmi Dibangun

Depo Pasir dan Dermaga Jetty Waesae Resmi Dibangun

Penulis: Wim de Rozari / Editor: Elton Wada

777
0
SHARE
Depo Pasir dan Dermaga Jetty Waesae Resmi Dibangun

Keterangan Gambar : Bupati Ngada Paulus Soliwoa saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Depo Pasir di Desa Waesae, Kecamatan Aimere.


Bajawa, Flores Pos — Setelah Bupati Ngada Paulus Soliwoa dan Ir. Wayan Sukadana SH selaku Pemimpin Kantor Cabang PT Duta Karya Perkasa (PT DKP) NTT melakukan penandatanganan perjanjian sewa tanah milik Pemda Kabupaten Ngada untuk Dermaga dan Depo Pasir yang akan dibangun di Aimere Kabupaten Ngada di Aula Rumah Jabatan Bupati Ngada, Jumat (7/8/2020), kini kegiatan pembangunan tersebut resmi dimulai.

Bersama Ketua DPRD Ngada Bernadinus Dhey Ngebu, Kapolres Ngada AKBP Rio Cahyowidi, Dandim 1625 Ngada Letkol Czi Luqman Nur Hakim, Ketua Pengadilan Negeri Ngada Herbert Harefa, SH dan Pemimpin Cabang PT DKP, I Wayan Sukadana, Bupati Paulus Soliwoa melakukan peletakan batu pertama pembangunan Depo Pasir dan Dermaga Jetty di Desa Waesae Kecamatan Aimere, Sabtu (12/9/ 2020). Rangkain acara peletakan batu pertama tersebut diawali dengan ibadat pemberkatan batu oleh Pastor Paroki Aimere, RD. Yon Triyono.

Depo Pasir dan Dermaga Jetty ini berlokasi di salah satu aset tanah Pemkab Ngada di Desa Waesae yang dipinjam pakai oleh Pemerintah Kabupaten Ngada kepada PT DKP selaku pihak pengelola.

Pemimpin Cabang PT DKP NTT, I Wayan Sukadana dalam laporannya pada kegiatan itu mengatakan bahwa PT DKP merupakan perusahaan yang bergerak di bidang tambang khusus galian C yang berkantor pusat di Jakarta dengan 9 cabang di seluruh Indonesia. NTT katanya, merupakan cabang ke-9. Di NTT, pihaknya memiliki 2 sub kantor cabang yang terletak di Sumba Barat Daya dan Ngada.

Menurutnya, perusahan mereka bergerak dalam bidang investasi khususnya di pulau Flores dan Sumba. Pembangunan Depo Pasir dan Dermaga Jetty di Pantai Waesae, lanjutnya, merupakan rangkaian awal dari kegiatan investasi di Ngada yang dibangun pada lokasi tanah aset Pemda Ngada setelah memeroleh izin resmi dari Pemkab Ngada.

Depo dan Dermaga ini menjadi sentral untuk produksi pasir yang selanjutnya akan didistribusikan ke seluruh NTT. Ia pun menegaskan bahwa Kabupaten Ngada harus bangga karena bisa mengekspor pasir ke luar Ngada. Lebih lanjut dijelaskannya bahwa pihak perusahaan telah melakukan penelitian terkait potensi galiar pasir di wilayah Ngada. Pasir saat ini menurutnya menjadi kebutuhan utama komponen dasar bangunan.

Kebutuhan akan pasir sangat besar tetapi tidak semua daerah memiliki potensi. Pasir adalah material sudah jadi yang kalau diolah dan dijual akan memiliki profit. Pasalnya, pasar pasir tidak akan hilang. Potensi pasir di Ngada sangatlah bagus hanya belum diolah secara baik untuk mendatangkan pendapatan asli daerah dan juga pendapatan masyarakat.

Lebih lanjut, katanya, pasir yang akan diolah ini akan didistribusikan melalui ekspedisi laut dengan menggunakan kapal tongkang. Oleh karena itu harus ada Dermaga Jetty untuk kapal tongkang yang akan mendistribusi pasir dalam wilayah NTT.

Pasir yang akan diolah oleh PT DKP berasal dari wilayah Kelitei dan Naru. Kualitas Galian pasir pada dua wilayah ini menurutnya sesuai sampel yang diambil memiliki kandungan tanah terbaik yaitu 0,5 dan kandungan besi yang luar biasa yakni 47, 8 persen. Karena itu atas nama Pemimpin Pusat PT DKP, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemkab Ngada yang sangat mendukung kegiatan investasi ini.

Baca juga: Resmikan Proyek Air Minum, Bupati Ngada diangkat Menjadi Warga Warunembu

Ketua DPRD Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada PT DKP yang telah menggagas investasi pasir di Waesae.

"Paling tidak kita berbangga bisa mengekspor pasir Ngada ke luar daerah. Saya berharap dengan adanya investasi ini ada dampak bagi peningkatan ekonomi masyarakat," kata Berni Dhey sapaan akrab ketua DPRD Ngada ini.

Bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa mengatakan bahwa saat ini di Kabupaten Ngada memiliki beberapa investasi di antaranya kemiri sunan sebagai bahan baku biodiesel. Ada pula investasi minyak kayu putih kurang lebih 1.000 hektar di Desa Legelapu dan yang terakhir investasi pengolahan pasir di Waesae.

Menurut Bupati, saat ini PT DKP melakukan investasi pengolahan pasir di Ngada setelah mendapat izin resmi dari pemerintah. Investasi ini, tegas Bupati, semata-mata bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Dengan adanya kegiatan investasi ini, masyarakat sekitar pasti akan merasakan dampak ekonomi yang luar biasa. Di era kepemimpinannya, katanya, investasi bisa dilakukan tetapi dengan catatan bahwa yang paling penting adalah investasi memiliki dampak bagi masyarakat.

"Kalau tidak ada dampak, tidak kita izinkan. Kita tidak akan bicara dulu soal PAD, sebab yang paling utama adalah keuntungan yang harus diperoleh masyarakat untuk setiap kegiatan investasi," tegasnya.

Khusus untuk investasi galian golongan C di Ngada yang akan dikelola oleh PT. DKP, lanjut bupati, dirinya sudah menyampaikan kepada pihak perusahaan untuk mempekerjakan tenaga lokal khususnya warga Desa Waesae dan semua armada kendaraan truk haruslah menggunakan milik masyarakat bukan milik perusahaan. Ini merupakan bentuk dari investasi yang berdampak bagi masyarakat.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada PT DKP sebab apa yang sudah dilakukan merupakan investasi yang sesungguhnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut para pemimpin perangkat daerah Kabupaten Ngada, Camat Aimere, para Kepala Desa se-Kecamatan Aimere dan Inerie, tokoh masyarakat dan sejumlah masyarakat Desa Waesae Kecamatan Aimere.