Home Manggarai Diduga Lelah Menjaga Air di Sawah, Warga Hilihitintir Tewas di Jalan

Diduga Lelah Menjaga Air di Sawah, Warga Hilihitintir Tewas di Jalan

Penulis: Christo Lawudin / Editor: Elton Wada

171
0
SHARE
Diduga Lelah Menjaga Air di Sawah, Warga Hilihitintir Tewas di Jalan

Keterangan Gambar : Almarhum tergeletak di jalan raya jauh sebelum tiba di rumahnya di Kampung Nio


Ruteng, Flores Pos — Kejadian tidak terduga dialami salah seorang kepala keluarga di Desa Hilihitintir, Kecamatan Satar Mese Barat, Manggarai. Kepala keluarga itu ditemukan tewas di jalan raya setempat, Minggu (13/9/2020). Kuat dugaan, almarhum meninggal dunia karena kelelahan akibat tidak tidur malam untuk menjaga air di sawahnya, beberapa waktu belakangan ini.

Data yang diperoleh wartawan dari Kapolres AKBP Mas Anton Widyodigdo melalui Humas Bagus Suhartono menyebutkan, warga yang meninggal dunia di jalan raya itu atas nama Geradus Bambu (61), petani asal Kampung Nio, Desa Hilihitintir. Mayatnya ditemukan dua warga setempat; Biata Lalos (61) dan Roni Hawan (32) yang sedang mengerjakan sawah di area jalan raya setempat.

Humas Polres Bagus Suhartono mengatakan bahwa ketika ada laporan temuan orang meninggal dunia di jalan raya, Bhabinkamtibmas Arsel Liunima langsung turun ke tempat kejadian perkara. Pihak kepolisian melakukan tindakan yang perlu guna memastikan kematian tersebut. Namun keluarga menolak membawa jenazah almarhum guna diperiksa di puskesmas setempat karena ikhlas menerima apa yang terjadi pada almarhum.

"Kami baru dapat laporan dari polisi Babin di Kecamatan Satar Mese Barat atas temuan mayat kemarin. Mayatnya telah diambil keluarga untuk diacarakan secara baik. Dalam situasi sekarang, keluarga dan warga tetap diminta untuk taat pada protokol kesehatan,"katanya.

Baca juga: Lestarikan Sumber Air, Perumda Tirta Komodo Menanam 6.000-an Pohon Lokal Manggarai

Sesuai laporan dari tempat kejadian pada Minggu pagi, seorang petani, ibu Biata melihat almarhum berjalan menuju Kampung Nio. Dalam hitungan menit, almarhum tiba-tiba terjatuh. Ibu Biata langsung mendatangi tempat korban terjatuh sambil memanggil warga yang lain di sawah. Ketika didekati dan dipegang tubuhnya, petani itu sudah tidak bernapas lagi.

Menurutnya, para saksi mengambil sikap cepat dengan menahan kendaraan yang melintas di tempat kejadian perkara guna membawa jenazahnya ke rumah. Ketika berada di keluarganya di Kampung Nio, warga yang lain berinisiatif melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.

Dari keterangan yang diperoleh dari keluarganya, lanjut Humas Bagus Suhartono, almarhum rupanya baru pulang rumah Minggu pagi. Almarhum ke sawah sejak Sabtu (12/9/2020) malam untuk menjaga air di sawah karena musim kering yang melanda dan mereka kesulitan memeroleh air. Lokasi sawah terletak di Cambir, Desa Cambir Leca, Kecamatan Satar Mese Barat.

Sebelumnya, seorang warga Satar Mese Barat di Ruteng, Herman Baba mengatakan, kalau petani tidur malam di sawah memang biasa pada musim kering. Air sawah harus dijaga dengan baik agar air tetap mengalir ke sawah sehingga padi tetap tumbuh dan berhasil. Yang terjadi pada Almarhum itu memang tidak disangka-sangka juga.

"Ini musibah juga. Kita hanya berharap tidak ada lagi kejadian seperti itu ke depannya,"katanya.