Home Nagekeo Dinsos Nagekeo Serahkan Bantuan 8 Ton Beras

Dinsos Nagekeo Serahkan Bantuan 8 Ton Beras

65
0
SHARE
Dinsos Nagekeo Serahkan Bantuan 8 Ton  Beras

Keterangan Gambar : Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo menyerahkan bantuan Pemerintah RI berupa 8 ton beras kepada masyarakat Desa Ulupulu I, Kecamatan Nangaroro, Rabu (4/12/2019).

Ndora, Flores Pos — Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo menyerahkan bantuan Pemerintah RI berupa 8 ton beras kepada masyarakat Desa Ulupulu I, Kecamatan Nangaroro, Rabu (4/12/2019).

Bantuan tersebut diantar dan diserahkan oleh Tagana Nagekeo dan diterima langsung oleh Kepala Desa Ulupulu I, Emilianus Meze, beserta masyarakat Desa Ulupulu I di Kantor Desa Ulupulu I.

Kepala Desa Ulupulu I, Emilianus Meze, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui Pemda Nagekeo.

"Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas pemberian bantuan 8 ton beras ini. Beras yang kami terima  ini tentu akan sangat membantu masyarakat yang selama ini mengalami gagal panen karena kemarau panjang," katanya.

Emilianus mengatakan bahwa sebelumnya, dirinya menyampaikan Surat Laporan Bencana Kekeringan dan Gagal Panen kepada Bupati Nagekeo berdasarkan keadaan yang dialami warganya.

"Tahun ini, kami mengalami musim panas yang panjang sehingga beberapa jenis komoditi yang selama ini merupakan sumber penghasilan bagi masyarakat, seperti kemiri dan jambu mete, tidak berhasil baik atau gagal panen," katanya.

"Selain tanaman komoditi, pangan lokal yang biasa kami konsumsi seperti ubi-ubian dan kacang-kacangan juga hasilnya kurang baik, sehingga masyarakat mengalami kekurangan persediaan bahan makanan," tambahnya.

Emilianus menyampaikan bahwa pihaknya akan mulai menyalurkan bantuan beras tersebut kepada 419 kepala keluarga di desanya.

"Mulai besok, kami akan bagikan bantuan beras ini kepada seluruh warga. Jumlahnya tentu harus disesuaikan dengan jumlah jiwa dalam setiap KK," jelasnya.

Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo, Pone Florentinus, membenarkan bahwa bantuan yang diserahkan oleh Tagana tersebut merupakan bantuan pemerintah pusat.

"Ini adalah bantuan pusat yang diserahkan melalui Dinas Sosial Kabupaten Nagekeo. Total bantuan untuk Kabupaten Nagekeo pada tahun 2019 adalah 100 ton dan sebagian besar sudah kami distribusikan. Sementara beberapa desa sedang kami proses," katanya.

Florentinus melanjutkan bahwa bantuan tersebut diberikan sebagai tanggapan atas surat yang disampaikan para kepala desa kepada Bupati Nagekeo tentang laporan bencana.

"Harapan kami bantuan tersebut dapat membantu masyarakat. Saya juga harus jelaskan bahwa bantuan hanya dapat disalurkan jika ada surat atau laporan dari kepala desa tentang terjadinya bencana seperti kekeringan atau gagal panen," tegasnya.

Menanggapi bantuan 8 ton beras tersebut, Hubertus Ovanus, salah seorang warga Desa Ulupulu I, menyatakan bahwa dirinya sangat bersyukur.

"Saya bersyukur  dan berterima kasih atas perhatian Pemda dalam bentuk bantuan beras ini. Adanya beras ini akan sangat menolong kami yang mengalami gagal panen akibat kemarau panjang," ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Nagekeo, Yosefus Dhenga, yang hadir dalam kesempatan tersebut menyambut baik respon positif Pemda Nagekeo atas kebutuhan masyarakat.

"Saya apresiasi respons dan tanggapan cepat yang diberikan oleh Pemda Nagekeo. Musim kemarau tahun ini memang sangat panjang dan menimpa hampir seluruh wilayah Kabupaten Nagekeo," katanya.

Yosefus berharap agar Pemda Nagekeo juga memberikan perhatian dan bantuan air bersih kepada masyarakat. Sebab kemarau panjang tidak hanya menyebabkan gagal panen tetapi juga krisis air bersih di hampir seluruh wilayah Kabupaten Nagekeo.

"Saya harap Pemda Nagekeo dapat memfungsikan mobil-mobil tanki air yang ada di BPBD, Dinas Sosial, dan Blud SPAM untuk mendistribusikan bantuan air bersih bagi masyarakat," katanya.

Yosefus mengharapkan agar para kepala desa tidak segan membuat surat atau laporan bencana agar dapat memperoleh bantuan dari Pemerintah. Terutama untuk masyarakat dan petani yang mengalami gagal panen jagung di wilayah Sekunder I di Mbay.

"Saya harapkan agar mereka juga memperoleh bantuan beras tersebut. Sebab banyak di antara mereka yang mengeluhkan bahwa persediaan padi mereka sangat sedikit," katanya.

Penulis: Risa Roga
Editor: Antonius Harus