Home Nagekeo Filter Air Bersih adalah Kebutuhan Penting, Kata Ketua DPRD Nagekeo

Filter Air Bersih adalah Kebutuhan Penting, Kata Ketua DPRD Nagekeo

Penulis: Risa Roga / Editor: Elton Wada

204
0
SHARE
Filter Air Bersih adalah Kebutuhan Penting, Kata Ketua DPRD Nagekeo

Keterangan Gambar : Ketua DPRD Nagekeo, Marselinus F. Ajo Bupu


Mbay, Flores Pos — Terkait kebutuhan masyarakat Desa Renduwawo akan filter air bersih, Ketua DPRD Nagekeo Marselinus F. Ajo Bupu mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten tidak menunda untuk memenuhi kebetuhan tersebut.

"Air bersih adalah kebutuhan utama. Karena hingga saat ini kita belum dapat mengupayakan kehadiran air bersih di Desa Renduwawo, maka kehadiran filter air tersebut sangat penting. Jangan mengambil resiko dengan membiarkan masyarakat menjadi tidak sehat dengan mengkonsumsi air kotor dari embung," katanya.

Seli Ajo menyatakan bahwa filter air bagi masyarakat di daerah yang mengalami kesulitan air bersih adalah kebutuhan yang wajib didahulukan.

"Ibaratnya air untuk pengairan tanaman membutuhkan saluran irigasi yang baik, maka air kotor butuh filter yang baik agar aman dikonsumsi. Terutama yang mengonsumsinya adalah manusia, masyarakat Nagekeo," tegasnya.

Seli Ajo berharap agar pembangunan filter air bersih tersebut segera direalisasikan.

Baca juga: Masyarakat Desa Renduwawo Menagih Janji Pembangunan Filter Air dari Dinas PUPR Nagekeo

"Jika sebelumnya telah ada dalam APBD induk tahun 2020, tetapi dialihkan karena refocussing anggaran untuk pencegahan covid-19, maka dapat diajukan dalam perubahan anggaran. Ini kebutuhan penting dan kita punya SILPA cukup banyak, sehingga seharusnya dapat dipertimbangkan," tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nagekeo Bernadinus Fansiena, kepada Flores Pos membenarkan bahwa anggaran pembangunan filter air untuk Desa Renduwawo, pernah dianggarkan pada APBD Induk 2020.

"Karena ada pandemi covid-19, maka dilakukan refoccusing anggaran sehingga anggaran tersebut dialihkan untuk pencegahan dan penanggulangan covid," jelasnya.

Bernad menegaskan bahwa pihaknya akan kembali menganggarkan pembangunan filter air tersebut pada 2021 mendatang.

"Kami sempat mengusulkan pembangunan filter tersebut pada perubahan anggaran tahun 2020 ini, tetapi TAPD tidak berani mengambil resiko, sehingga dipastikan akan dianggarkan pada tahun 2021 mendatang," tandasnya.