Home Internasional Flores Waspadai Corona, Pemerintah Mesti Bergerak Cepat

Flores Waspadai Corona, Pemerintah Mesti Bergerak Cepat

1,148
0
SHARE
Flores Waspadai Corona, Pemerintah Mesti Bergerak Cepat

Keterangan Gambar : Ilustrasi kasus virus corona karya Roby Watowai.


Ende, Flores Pos — Menindaklanjuti surat edaran Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, terkait pencegahan penularan covid-19, yang dikeluarkan pada 10 Maret 2020, semua pemerintah daerah di Flores mengeluarkan aneka kebijakan yang cepat.

Surat edaran ini merupakan tindak lanjut surat edaran dari Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 5 Maret tentang Imbauan Upaya Pencegahan Penularan Covid-19 di tempat kerja.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Marius Ardu Jelamu, menyampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Senin (16/3/2020).

Baca juga: Waspada Corona, Bupati Ende Larang Pejabat dan ASN Keluar NTT

Menurut Jelamu, Pemerintah Provinsi NTT telah menyiapkan beberapa rumah sakit untuk penanganan virus corona, antara RSUD WZ Johanes di Kupang, RSUD Maumere, RSUD Komodo di Labuan Bajo, RSUD Waingapu, dan RSUD Atambua.

Tiadakan Jam Besuk

Reporter Flores Pos Maumere, Wall Abulat, melaporkan bahwa RSUD Maumere sejak Selasa (17/3/2020) pukul 00.00 Wita meniadakan jam besuk pasien dalam upaya peningkatan kewaspadaan pencegahan corona. Kebijakan peniadaan jam besuk tertuang dalam pengumuman resmi Direktur RSUD Maumere, Dokter Marietha Laetitia Dua Weni, tertanggal 17 Maret 2020, berlaku hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Selain meniadakan jam besuk, RSUD Maumere juga membatasi penunggu pasien. Penunggu hanya 1 orang dan yang bersangkutan sudah dipastikan sedang tidak dalam keadaan flu.

Baca juga: Antisipasi Corona, Kantor Gubernur NTT Berlakukan Ukur Suhu Tubuh ASN

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, juga mengeluarkan kebijakan penghentian sementara perjalanan dinas ke luar daerah bagi para pemimpin organisasi perangkat daerah (OPD).

“Untuk mencegah corona, kita hentikan sementara perjalanan dinas keluar daerah,” katanya dalam rapat dengan para pemimpin OPD Lingkup Pemda Sikka di Kantor Bupati Sikka, Senin (16/3/2020).

Bupati Roby juga meminta agar ASN yang saat ini masih berada di luar daerah, dan bila mereka kembali ke Sikka sebaiknya dirumahkan selama 14 hari.

Antisipasi di Fasilitas Publik

Sementara itu, dari Ruteng, Ibu Kota Kabupaten Manggarai, dilaporkan bahwa Pemerintah Daerah Manggarai menetapkan kebijakan pencegahan, bukan hanya di bandara dan pelabuhan, melainkan juga di hotel-hotel dan terminal-terminal angkutan umum. Tindakan antisipatif ini dilakukan atas perintah Pemerintah Pusat guna memastikan kenyamanan keadaan masyarakat.

“Pengukuran suhu tubuh menggunakan thermogun untuk siapa pun yang masuk ke Manggarai lewat bandara dan pelabuhan telah dilakukan sejak akhir pekan lalu. Perkembangan terkini adalah tindakan yang sama dilakukan untuk warga yang masuk lewat jalan darat, yakni terminal-terminal dan hotel-hotel,” kata Kadis Kesehatan Manggarai, Dokter Yulianus Weng, kepada wartawan di Ruteng, Senin (16/3/2020).

Baca juga: Soal Corona, Pemerintah Pusat Sebarkan Satu Narasi

Dari Ruteng, dilaporkan juga bahwa siswa kelas tiga SMPN 4 Langke Rembong di Lao saat ini sedang menjalani ujian sekolah keterampilan sesuai dengan minat dan bakatnya. Untuk les bahasa Indonesia dengan keterampilan membuat berita, para siswa menjadikan masalah hangat saat ini, yakni corona menjadi materi ujian.

“Sekolahnya saat ini sedang menjalani ujian sekolah keterampilan sesuai dengan bakat dan minat siswa sendiri. Ujian hari pertama adalah les bahasa Indonesia dengan pilihan yang diambil siswa adalah drama, puisi, puisi berantai, pidato, dan berita. Mereka mengangkat masalah corona,” kata Kepala Sekolah SMPN 4 Langke Rembong, Wens Resman, kepada wartawan di sekolah tersebut, Senin (16/3/2020).

Batasi Kerumunan Massa

Di Flores Timur, Bupati Antonius Hubertus Gege Hadjon mengambil sikap tegas dengan mengeluarkan surat edaran untuk membatasi segala kegiatan, seperti festival, pesta rakyat atau hajatan lain yang bersifat mendatangkan massa atau kerumunan massa.

Surat Edaran Bupati Flotim Nomor PEM.130/25/PEM-Umum/2020 tertanggal 17 Maret 2020 disampaikan Bupati Anton Hadjon dalam keterangan kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (17/3/2020).

Baca juga: Cegah Virus Corona, Polisi Polres Manggarai Lakukan Aksi Pembersihan

Surat Edaran itu ditunjukan kepada para kepala dinas, camat, lurah, kepala desa, para pemimpin instansi vertikal, pemimpin BUMN/BUMN, ketua TP PKK Flotim, lembaga agama se-Kabupaten Flotim, dan Ketua Organisasi Kontas-Flotim di Jakarta.

“Sebagaimana kita tahu, Presiden Jokowi dan Gubernur NTT telah keluarkan imbauan kepada seluruh warga. Kita tahu bahwa virus ini bisa berjangkit pada orang lain dengan beberapa cara. Itu akan berdampak juga terhadap masyarakat Flotim. Maka kami merasa perlu mengeluarkan Surat Edaran untuk dijalani seluruh masyarakat Flotim,” katanya.

Sediakan Tempat Cuci Tangan

Komisi Pemilihan Umum di Kabupaten Ngada menyiapkan fasilitas tempat cuci tangan bagi komisioner dan pegawai serta masyarakat yang berkunjung ke KPU Kabupaten Ngada.

Hal ini dilakukan berdasarkan Surat Edaran KPU RI Nomor 4 Tahun 2020 tentang Panduan Tindak Lanjut Pencegahan Penularan Infeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di lingkungan Komisi Pemilihan Umum.

“Kita sediakan tempat cuci tangan di teras kantor sejak Selasa (17/3),” kata Ketua KPU Ngada, Stanislaus Neke, kepada Flores Pos, Selasa.

Hentikan Perjalanan Dinas

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mengeluarkan larangan yang kurang lebih sama. Selain instruksi melarang perjalanan dinas keluar daerah bagi pegawai/PNS, pemerintah juga mengingatkn masyarakat agar menjauhi tradisi jabat tangan bila bertemu sesama, termasuk menghindari kebiasaan cipika-cipiki (cium pipi kanan-cium pipi kiri) saat bersua sesama, kapan, dan di mana saja.

“Penularan corona melalui kontak badan langsung. Corona belakangan ini sudah pandemi global,” demikian Penjabat Sekretaris Daerah Mabar, Ismail Surdi, ketika berbincang dengan Flores Pos di Labuan Bajo, Senin (16/3/2020).

Penulis:  Avent Saur
Editor: Arsen Jemarut