Home Ende Foto Korban Siraman Air Keras di Ende Beredar di Medsos, Keluarga Minta Tolong Hapus

Foto Korban Siraman Air Keras di Ende Beredar di Medsos, Keluarga Minta Tolong Hapus

Penulis: Avent Saur / Editor: Anton Harus

8,485
0
SHARE
Foto Korban Siraman Air Keras di Ende Beredar di Medsos, Keluarga Minta Tolong Hapus

Keterangan Gambar : Ibu Aida, keluarga dari almarhum Ibu Adi Nona, korban siraman air keras di Ende pada Sabtu (16/5/2020).


Ende, Flores Pos — Keluarga korban penyiraman air keras di Ende meminta para pengguna media sosial agar segera menghapus foto-foto almarhumah Ibu Adi Nona (29), yang telah beredar dalam dua hari terakhir, sejak Sabtu pagi hingga Minggu (16-17/5/2020).

“Kami sedang berduka sangat mendalam. Air mata kami terus menetes. Hormati kami yang sedang berduka. Tolong hapus foto-foto itu.”

Demikian permintaan Ibu Aida, keluarga korban, yang didatangi Flores Pos pada Minggu (17/5/2020) sore di rumahnya di Jalan Gajah Mada RT/RW 001/001, Kelurahan Rukun Lima, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende.

Baca juga: Siraman Air Keras Tewaskan Seorang Pedagang Pasar Mbongawani Ende

Ibu Aida mengatakan, pihaknya tidak mengetahui siapa yang menyebarkan foto-foto almarhumah Ibu Adi Nona ke media sosial. Oknum warga mungkin mengambil foto pada saat almarhumah di RSUD Ende, kemudian menyebarkannya ke media sosial.

Foto-foto itu, lanjut Ibu Aida, tampak sangat mengerikan. Oknum penyebar foto almarhumah begitu tega melakukan itu tanpa memikirkan perasaan keluarga yang sedang berduka mendalam.

“Kami ini lagi berduka. Kami sangat merasa kehilangan. Tak menduga hal tragis menimpa anggota keluarga kami. Apa salah kami?” tutur Ibu Aida sembari tak tahan meneteskan air mata.

Selain kepada pengepos atau penyebar foto-foto itu, Ibu Aida juga meminta agar siapa pun yang menyimpan foto-foto almarhum di ponselnya masing-masing agar menghapusnya.

"Tolong jangan lagi share foto-foto itu di media sosial. Kalau ada yang simpan di Hp, tolong hapus. Tidak ada gunanya menyimpan foto-foto anggota keluarga kami selain hanya menambah luka pada perasaan kami," tuturnya.

Desakan kepada Polres Ende

Ibu Aida juga mendesak pihak Kepolisian Resor Ende agar segera menuntaskan kasus tersebut.

Dukungan pelbagai elemen masyarakat di Ende, lanjutnya, sangat keluarga korban harapkan agar kasus ini diusut sampai tuntas.

“Kami mohon kepolisian bekerja profesional. Pelakunya harus ditangkap. Kami juga mohon elemen-elemen masyarakat agar bantu keluarga korban untuk berjuang bersama,” pintanya.

Siraman Air Keras

Diberitakan sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Ende, AKP Lorensius, mengatakan bahwa peristiwa nahas menimpa Ibu Adi Nona (29 tahun), di depan Toko Mama, Jalan Aembonga 3, Kelurahan Mbongawani, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende pada Sabtu (16/5/2020) pukul 05.30 pagi.

Saat itu, warga Jalan Gajah Mada RT/RW 001/001, Kelurahan Rukun Lima, Kecamatan Ende Selatan, tersebut mengendarai motor menuju Pasar Mbongawani untuk berjualan.

Tepat di depan Toko Mama, Jalan Aembonga 3, Kelurahan Mbongawani, korban tiba-tiba disirami dengan air keras oleh orang tak dikenal. Siraman air keras tersebut mengenai wajahnya.

Korban sempat berteriak meminta tolong, lalu warga di sekitar kompleks itu menolong dan membawa korban ke RSUD Ende.

Tiba di RSUD Ende, korban sempat ditangani oleh dokter dan masih sadar. Namun sesaat kemudian, korban mengalami sesak napas dan akhirnya meninggal dunia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, dinyatakan bahwa korban meninggal dunia akibat air keras masuk ke saluran pernapasan. Adi Nona akhirnya meninggal dunia di RSUD Ende.*