Home Flores Timur Gereja Keuskupan Larantuka Kembali Dibuka Pasca Penerapan Kebijakan New Normal

Gereja Keuskupan Larantuka Kembali Dibuka Pasca Penerapan Kebijakan New Normal

Penulis: Frans Kolong Muda / Editor: Elton Wada

653
0
SHARE
Gereja Keuskupan Larantuka Kembali Dibuka Pasca Penerapan Kebijakan New Normal

Keterangan Gambar : Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr

 


Larantuka, Flores Pos — Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr melalui surat imbauan resmi dan Keputusan Bupati Flores Timur (Flotim), Antonius Hubertus Gege Hadjon, membuka kembali Gereja lokal Keuskupan Larantuka pasca diterapkannya kebijakan New Normal dengan panduan terbatas mengikuti protokol kesehatan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bagi umat untuk menjalankan kembali ibadah dan misa pada Hari Minggu di stasi masing-masing.

Sesuai pantauan Flores Pos pada Minggu (26/7/2020) pagi, pelaksanaan upacara Ibadah Minggu di 8 Stasi se-Paroki Pamakayo, Solor Barat sudah berjalan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Di Stasi Maria-Yosef Rianglaka, pelaksanaan ibadah Minggu digelar dua kali bagi umat di 4 lingkungan dalam alokasi waktu yang berbeda-beda. Umat Lingkungan I dan Lingkungan II mengikuti pelaksanaan ibadah dimulai pukul 07.00-08.00 Wita dan umat Lingkungan III dan IV mulai pukul 09.00-10.00 Wita.

Pemimpin Umat Stasi Maria-Yosef Rianglaka, Edy Muda kepada Flores Pos seusai ibadah gelombang kedua, Minggu (26/7/2020) menjelaskan bahwa Yang Mulia Uskup Larantuka telah memberikan izin terbatas bagi umat se-keuskupannya untuk kembali merayakan ibadah dan misa Minggu, pasca Pemerintah menerapkan kebijakan New Normal terkait covid-19. Izin terbatas beribadah dikeluarkan Uskup Kopong Kung berdasarkan hasil keputusan rapat uskup bersama para pastor dan dewan paroki dalam Kota Larantuka pada akhir Juni 2020.

Baca juga: Lembaga Pendidikan di Flotim Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

Menindaklanjuti keputusan rapat bersama ini Gereja Keuskupan Larantuka mengeluarkan surat imbauan kepada para pastor paroki se-keuskupan terkait pelaksanaan kembali ibadah dan misa bagi umat dalam gereja pada Hari Minggu dengan mematuhi protokol kesehatan terkait covid-19.

"Umat yang beribadah di gereja hanya khusus umat dewasa yang sehat sementara anak balita, anak usia SD kelas 1-4, lansia dan umat yang mengalami gangguan kesehatan batuk pilek serta sakit tidak diperkenankan mengikuti ibadah dan misa dalam gereja. Sebelum ibadah/misa dilaksanakan, pengurus gereja memandu umat melakukan cuci tangan menggunakan sabun, pengukuran suhu tubuh menggunakan alat thermogun yang disiapkan pengurus di depan pintu gereja, wajib mengenakan masker dan duduk di bangku dengan jarak tiap orang 1-2 meter. Setetelah ibadah umat juga diwajibkan cuci tangan sebelum kembali ke rumah masing-masing," terang Edy.

Sekretaris Dewan Stasi Maria-Yosef Rianglaka, Bernadus Baran di hadapan umat saat membawakan pengumuman di mimbar gereja seusai ibadah Minggu (26/7/2020) menyampaikan terima kasih kepada seluruh umat yang sudah berpartisipasi aktif menjalankan ibadah di lingkungan masing-masing selama 4 bulan selama pandemi covid-19 yang membuat umat terpaksa melaksanakan ibadah di rumah sejak akhir Maret 2020 lalu.

Terima kasih disampaikan Dewan Stasi Rianglaka kepada umat yang sudah menyisikan uang derma demi kepentingan Gereja, selama pelaksanaan ibadah di rumah. Pengurus stasi juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Balaweling II yang sudah membantu memberikan alat pengukur suhu tubuh dan wadah air untuk cuci tangan sebelum masuk gereja.