Home Ngada Gubernur Laiskodat Berjanji Akan Tambahkan Dua Juta Benih Kerapu di Labuan Kelambu Riung

Gubernur Laiskodat Berjanji Akan Tambahkan Dua Juta Benih Kerapu di Labuan Kelambu Riung

Penulis: Wim de Rozari / Editor: Avent Saur

151
0
SHARE
Gubernur Laiskodat Berjanji Akan Tambahkan Dua Juta Benih Kerapu di Labuan Kelambu Riung

Keterangan Gambar : Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat meninjau keramba ikan kerapu di Labuan Kelambu, Desa Sambinasi Barat, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada pada Kamis (25/6/2020).


Riung, Flores Pos — Sebanyak 2 juta benih ikan akan ditambahkan pada keramba ikan kerapu di Labuan Kelambu, Desa Sambinasi Barat, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada. Penambahan itu akan dilakukan berturut-turut pada tahun 2020 dan 2021 nanti.

Hal itu dikatakan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat, saat berkunjung di keramba pengembangan ikan kerapu tersebut pada Kamis (25/6/2020).

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Laiskodat didampingi Bupati Ngada Paulus Soliwoa dan sejumlah pemimpin Organisasi Perangkat Daerah Provinsi NTT dan Kabupaten Ngada.

Di keramba tersebut, katanya, ada satu juta ikan kerapu. Itu ditebarkan Wakil Gubernur NTT Joseph Naesoi pada Januari 2020.

"Misalnya, yang gagal atau mati sekitar 300 ribu ekor. Masih ada 700 ribu di sini. Nah 700 ribu ini kita anggap yang paling murah, dijual Rp100.000 per ekor. Itu berarti di sini ada sekitar Rp70 miliar, hari ini, di sini,” kata Gubernur Laiskodat optimistis.

Menurut Lasikodat, jika Pemprov melepas atau membudidayakan lagi sekitar dua atau tiga juta ekor, maka mari menghitung.

“Kita anggap saja 30% hilang, berarti masih ada 2,1 juta ekor. Maka ada sekitar Rp140 miliar hingga Rp300 miliar ada di sini, di Wae Kelambu ini,” tuturnya.

“Belum lagi kalau ikan kerapu ini dikerjasamakan dengan pihak restoran dan sebagainya.”

“Ikan kerapu ini dalam bisnisnya, kalau masuk di restoran, harganya sekitar Rp2 juta per ekor,” katanya.

Kesulitan Pakan

Sementara itu, Ketua Koperasi Waning Bar, selaku pengelola pengembangan ikan karapu di Labuan Kelambu, Ibrahim Malik, kepada Flores Pos pada hari yang sama mengatakan bahwa selama ini pihaknya mengalami kesulitan pakan ikan.

“Selama ini kami kesulitan pakan ikan. Kebutuhan pakan ikan kerapu cukup tinggi," katanya.

Untuk kebutuhan pakan ikan kerapu, kata Malik, pihaknya memakai pakan ikan lokal dan pakan ikan pada sejumlah ruko di Bajawa, Ibu Kota Kabupaten Ngada.

"Karena itu, kami harapkan dukungan Pemprov terutama untuk beli pakan ikan. Jika tidak, pertumbuhan ikan kerapu agak sulit, juga sulit berkembang karena kekurangan pakan,” tuturnya.*