Home Ende Gubernur Laiskodat: Pemkab Ende Sudah Berikan Contoh Peternakan Sapi, Bukan Sekadar Omongan

Gubernur Laiskodat: Pemkab Ende Sudah Berikan Contoh Peternakan Sapi, Bukan Sekadar Omongan

Penulis: Willy Aran / Editor: Avent Saur

1,171
0
SHARE
Gubernur Laiskodat: Pemkab Ende Sudah Berikan Contoh Peternakan Sapi, Bukan Sekadar Omongan

Keterangan Gambar : Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Bupati Ende Djafar Achmad meninjau lokasi peternakan sapi di Nangapanda, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende pada Sabtu (27/6/2020).


Ende, Flores Pos — Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Ende yang telah membangun kerja sama dengan pihak lain dalam mengembangkan sektor peternakan.

Usaha peternakan sapi, menurutnya, harus terus ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat dan demi membawa NTT keluar dari provinsi miskin.

"Peternakan sapi itu bukan sekadar omongan melainkan harus berupa contoh nyata. Pemerintah Kabupaten Ende telah berikan contoh seperti ini dan harus terus tingkatkan. Sekarang saya datang, jumlah sapi puluhan ekor. Saat saya datang lagi nanti, sudah ratusan ekor," kata Laiskodat.

Gubernur Laiskodat mengatakan ini saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Ende pada Sabtu (27/6/2020) siang. Saat itu dirinya menyempatkan diri untuk meninjau lokasi peternakan sapi di Nangapanda, Kecamatan Nangapanda. Laiskodat berada di Ende hingga Minggu (28/6/2020) sore.

Lokasi peternakan sapi Nangapanda Livestock Industry tersebut merupakan usaha kerja sama Pemerintah Kabupaten Ende dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) Bogor serta pihak investor. Peternakan sapi tersebut baru diresmikan Bupati Ende Djafar Achmad beberapa pekan lalu.

Menurutnya, peternakan sapi mesti terus dikembangkan karena kebutuhan daging sapi nasional sangat tinggi.

"Ketersediaan daging sapi untuk pasar nasional masih rendah. Maka kantong-kantong peternakan seperti ini mesti diperbanyak," kata Laiskodat.

Utamakan Kualitas Pakan

Gubernur Laiskodat juga menyampaikan kepada pengelola bahwa bukan jumlah sapi saja yang diutamakan melainkan pakan sapi dan kualitas protein daging sapi.

Hal ini, lanjutnya, mesti diperhatikan agar sapi dari NTT bersaing di pasar nasional dan menjadi salah satu pilihan untuk dikonsumsi publik.

Pada kesempatan itu, Gubernur Laiskodat juga menyatakan dukungan dalam bentuk janji pemberian fasilitas atau peralatan yang dibutuhkan oleh pengelola lokasi tersebut, antara lain traktor, mesin potong, dan sumur bor.

"Mimpi besar kita adalah bawa NTT keluar dari kemiskinan dengan memperbanyak kantong-kantor peternakan seperti ini. Pemerintah provinsi dan kabupaten mendukung pengembangan sektor-sektor ini. Kita harus memanfaatkan potensi yang daerah miliki," katanya.

Mewakili pengelola lokasi peternakan, Romo Domi Wawo mengatakan bahwa usaha peternakan sapi tersebut baru dikembangkan. Saat ini pengelola baru mengembangkan dua puluh lebih ternak sapi.

"Kita akan terus kembangkan. Untuk pakan sapi, kita sudah menanam sorgum di lokasi ini. Bantuan pemerintah sangat kami harapkan,” tuturnya.*