Home Flores Timur Gugus Tugas Covid-19 Flotim Lemah Pengawasan

Gugus Tugas Covid-19 Flotim Lemah Pengawasan

Penulis: Frans Kolong Muda / Editor: Elton Wada

285
0
SHARE
Gugus Tugas Covid-19 Flotim Lemah Pengawasan

Keterangan Gambar : Kunjungan perdana Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat di Solor Barat, Selasa (27/7/2020). Tampak rombongan tidak mengenakan masker sebagai wujud kepatuhan terhadap protokol kesehatan covid-19.


Larantuka, Flores Pos — Satuan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Flotim secara berjenjang ke bawah hingga tingkat desa mendapat sorotan keras dari masyarakat lantaran wilayah ini kembali berstatus zona merah pasca ditemukan 8 orang warga yang dinyatakan positif covid-19.

Temuan 8 kasus kasus positif covid-19 merupakan pratanda buruk lemahnya kinerja Satuan Gugus Tugas Covid-19 di daerah ini. Mereka yang seharusnya terus mempertahankan atau menjauhi bahaya virus ternyata melempem dan tidak mampu mengawasi mobilisasi pelaku perjalanan dari yang selama ini berdomisili di daerah zona merah seperti di Makassar dan Jawa.

Faktanya, memasuki masa 3 bulan terakhir pasca pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan beralih ke masa new normal, pos-pos pengawasan gugus tugas di desa-desa spontan ditutup total lantaran tidak ada lagi dukungan pemerintah berupa alokasi anggaran dalam memperlancar tugas pemantauan dan pengawasan bagi warga masyarakat agar patuh menjalankan protokol kesehatan terkait covid-19.

"Satuan Gugus Tugas covid-19 di tingkat kabupaten, kecamatan dan desa di Flotim jangan bersemangat bertugas ketika ada anggaran operasional yang bersumber dari uang negara, tapi begitu anggaran habis terpakai, semuanya tidak aktif lagi. Penerapan pengawasan ketat terhadap orang-orang yang datang dari luar daerah NTT mestinya terus diperketat selama pandemi corona masih berjangkit," kritik sumber masyarakat dalam diskusi lepas dengan wartawan media ini, Jumat (18/9/2020), menyusul adanya temuan kasus positif seorang warga Lamakera, Kecamatan Solor Timur pada Senin (14/9/2020). Tersangka kasus di Lamakera berstatus mahasiswi yang selama ini kuliah di Makassar dan belum lama ini datang berlibur di kampung halamannya.

Baca juga: Orang Tua Mendesak Bupati Flotim agar Memulangkan Korban Program Kuliah dan Kerja di Luar Negeri

Sebelumnya di Flotim dalam bulan September ini ditemukan kasus baru 7 anggota muda TNI yang baru usai pendidikan dan latihan ditemukan mengidap positif covid-19. Para prajurit muda itu datang berlibur di kampung mereka di Flotim. Karena terbukti terjangkit covid-19, mereka saat ini masih menjalani masa karantina khusus dan perawatan medis di Emaus Weri, Kecamatan Latantuka.

Temuan kasus pasien positif di Flotim sebanyak 8 orang telah menimbulkan trauma dan keresahan warga masyarakat lokal. Kasus baru dengan label Flotim masuk kategori zona merah, sebagai bukti bahwa penerapan protokol kesehatan masih jauh dari harapan.

"Warga masyarakat Flotim selama masa PSBB sudah beralih ke masa new normal saat ini, nyatanya kurang mengerti dan patuh terhadap imbauan pemerintah akan penerapan protokol kesehatan demi menghindari covid. Imbauan penggunaan masker saat keluar, mencuci tangan, pembatasan jarak komunikasi antarorang perorangan dan perkumpulan massa dan pegelaran pesta yang melibatkan banyak orang masih terus terjadi. Tingkat kesadaran dan kepatuhan, berikut rasa takut akan kematian akibat serangan covid-19, dianggap remeh oleh banyak pihak, sementara kasus covid-19 terus meningkat dari waktu ke waktu," prihatin masyarakat yang betul menyadari dampak negatif pandemi covid-19.

Masyarakat mengharapkan agar Bupati Flotim, Antonius Hubertus Gege Hadjon dan wakilnya Agustinus Payong Beda sebagai sesepuh wilayah mesti membangun motivasi dan kesadaran bagi seluruh komponen masyarakat. Pasalnya, Flotim selama ini dianggap remeh tidak akan disentuh covid-19, ternyata berbalik dan kini bertatus zona merah.

Masyarakat yang memahami betul akan dampak covid-19, juga meminta Pemkab Flotim dan Satuan Gugus Tugas melakukan penindakan terhadap oknum-oknum warga yang tidak patuh atau menganggap rendah bahaya covid-19. Pemerintah Flotim harus tegas memberikan sanksi-sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan. Ketika kita semua sadar akan bahaya covid-19, maka akan pasti orang-orang kita tidak lagi menghadapi penularan virus tersebut.