Home Manggarai Barat Guru Perkosa Murid, Kasus di SDN Munting Renggeng, Manggarai Barat

Guru Perkosa Murid, Kasus di SDN Munting Renggeng, Manggarai Barat

Kejadian Berulang Sejak 2018

785
0
SHARE
Guru Perkosa Murid, Kasus di SDN Munting Renggeng, Manggarai Barat

Keterangan Gambar : Ilustrasi pemerkosaan.

Korban sekarang sudah kelas 4, perbuatan itu dilakukan hampir setiap oleh RH terhadap ASP. Tempatnya antara lain di ruang kelas, di kantor sekolah, di penggilingan, dan di rumah korban. Semuanya terjadi dalam situasi sunyi.

Labuan Bajo, Flores Pos — Staf guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) Munting Renggeng, Desa Rego, Kecamatan Macang Pacar, Manggarai Barat, diduga memerkosa muridnya sendiri.

Menanggapi kasus tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Bernardus Dandur, mendesak Kepala SDN Munting Renggeng agar segera memecat guru tersebut.

Staf guru berinisial RH tersebut diduga telah menjadikan seorang siswinya sebagai budak seks. Korban berinisial ASP. “Ini sangat merusak lembaga dan dunia pendidikan di Manggarai Barat,” kata Kadis PKO Mabar, Dandur.

Baca juga: Cabuli Tiga Siswinya, Mantan Kepala SMPN 1 Ende Divonis 13 Tahun Penjara

Dandur menegaskan itu menanggapi Flores Pos di kantornya di Labuan Bajo,  Selasa (5/11), terkait hebohnya isu pemerkosaan seorang murid perempuan oleh gurunya sendiri di Kecamatan Macang Pacar, Mabar, belakangan.

Menurut Dandur, kasus di SDN Munting Renggeng tersebut belum ada laporan tertulis yang masuk di mejanya. Tetapi di media online sudah heboh atau viral dalam dua hari terakhir.

"Saya baru tahu kasus ini tadi malam di media online. Kasus ini di wilayah saya. Memang kita tetap menjunjung asas praduga tak bersalah, tetapi ini merusak wajah pendidikan. Lembaga kita tercoreng," ujarnya.

Kasus Sejak 2018

Diungkapkannya juga bahwa sesuai berita yng beredar bahwa kasus pemerkosaan terhadap ASP oleh RH berlangsung sejak tahun 2018 lalu, saat korban masih kelas tiga SDN Munting Renggeng sebanyak 6 kali.

Saat ini korban sekarang sudah kelas 4, perbuatan itu dilakukan hampir setiap oleh RH terhadap ASP. Tempatnya antara lain di ruang kelas, di kantor sekolah, di penggilingan, dan di rumah korban. Semuanya terjadi dalam situasi sunyi.

Baca juga: 8 Rekomendasi Forum Peduli Perempuan dan Anak Kabupaten Ende

Selama ini, demikian Dandur, korban tutup mulut, tidak bisa memberitahu kepada orangtuanya karena terus diancam pelaku. Kalau diberitahu, maka korban dan orangtuanya terancam dibunuh mati oleh pelaku.

Kasus ini baru terbongkar setelah ada saksi yang melihat kejadian, lalu memberitahu ini kepada orangtua korban pada September 2019 lalu. Kabarnya kini kasus ini dalam proses hukum.

Masih Dandur, pihaknya mendesak Kasek SDN Munting Renggeng segera memecat RH karena yang menerbitkan SK pengangkatan RH sebagai guru komite SDN setempat adalah Kasek bersangkutan.

“RH guru olahraga. Guru komite diangkat oleh orang tua murid, gajinya dari orang tua murid,” tandasnya.

Nanti, lanjut Dandur, apabila RH, oknum guru tak bermoral itu tidak segera dipecat, maka dikhawatirkan bisa makan banyak korban di SDN Munting Renggeng. Di sisi lain, lembaga pendidikan Mabar juga tercoreng oleh prilaku bejat oknum guru bersangkutan.

Secara terpisah, Sekretaris Dinas PKO Mabar, Yeremias Unggas, membenarkan kasus dugaan asusila oknum guru SDN Munting Renggeng tersebut.

"Kasus itu betul. Saya baru dengar tadi malam. Ini sangat memalukan. Dunia pendidikan kita tercoreng, hancur," katanya.

Penulis: Andre Durung
Editor: Avent Saur