Home Flores Timur Hakim Tolak Permohonan Praperadilan Tersangka Frank Lamanepa

Hakim Tolak Permohonan Praperadilan Tersangka Frank Lamanepa

Kasus Pencemaran Nama Baik Sekda Flotim

454
0
SHARE
Hakim Tolak Permohonan Praperadilan Tersangka Frank Lamanepa

Keterangan Gambar : Pemohon Frank Lamanepa didampingi Kuasa Hukum Hendrikus Hali Atagoran mendengarkan putusan hakim dalam sidang perkara praperadilan di ruang sidang Pengadilan Negeri Larantuka, Senin (3/2/2020).

Larantuka, Flores Pos — Sidang praperadilan dengan pemohon Fransiskus Olarugi Lamanepa atau Frank Lamanepa dan termohon Kepolisian Resor (Polres) Flores Timur yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Larantuka, berakhir putusan hakim, Senin (3/2/2020).

Hakim tunggal Ahmad Ihsan Amri yang mengadili perkara praperadilan Nomor: 01/Pid.Pra/2020/PN.Lrt, memutuskan menolak permohonan yang diajukan pemohon Frank Lamanepa untuk seluruhnya.

Baca juga: Tercatat 580 Warga Asal Flotim di Kota Tarakan

Sidang dengan agenda putusan hakim dimulai pada pukul 10.00 Wita. Dalam sidang tersebut, hadir pihak pemohon Frank Lamanepa didampingi Kuasa Hukum Hendrikus Hali Atagoran.

Sementara pihak termohon dari Polres Flotim terdiri dari AKP Abdulrahman Aban Mean, Aiptu Steven A. Lindimara, Brigadir Polisi Maxsius M. Dolwala, Brigadir Polisi I Made Lanang Wibawa, dan Brigadir Polisi Dedi Kariam Bira.

Hakim tunggal perkara praperadilan antara pemohon Frank Lamanepa dan termohon Polres Flotim, Ahmad Ihsan Amri, dalam amar putusan yang dibacakannya mengatakan, bahwa penetapan tersangka terhadap pemohon Frank Lamanepa sah secara hukum, permohonan pemohon ditolak untuk seluruhnya, kepada penyidik diperintahkan untuk melanjutkan penyidikan dan membebankan biaya perkara sejumlah nihil kepada pemohon.

Terima Putusan Hakim

Kuasa Hukum Pemohon, Hendrikus Hali Atagoran, usai sidang di PN Larantuka, kepada wartawan, mengatakan bahwa pihaknya menerima putusan hakim yang mengadili perkara praperadilan. Permohonan praperadilan tersebut dilakukan karena pihaknya mempunyai keyakinan yang penuh bahwa ada proses yang salah.

“Bagi pemohon, ini sebuah proses yang baik, pasti tidak akan mengkhianati sebuah hasil,” katanya.

Baca juga: Kadis DPKPP Flotim Minta Konflik Tanah di Desa Ongalereng Diselesaikan secara Damai

Ia melanjutkan, “Setelah melewati proses yang cukup panjang, hari ini sama-sama kita dengarkan putusan hakim. Kami hormati putusan hakim. Putusan praperadilan itu bersifat final dan mengikat. Tidak ada upaya hukum lanjutan lagi.”

“Bagi kami, sebuah proses yang baik itu pasti tidak akan khianati sebuah hasil. Ini juga menjadi pelajaran berharga bagi semua,” lanjutnya.

Menurut Hali Atagoran, setelah putusan hakim perkara praperadilan tersebut, pihaknya harus mempersiapkan semua hal termasuk pokok-pokok perkara atau kebenaran materiil pada persidangan lanjutan dalam perkara dugaan pencemaran nama baik antara Frank Lamanepa dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Flotim Paulus Igo Geroda.

“Soal penolakan permohonan tentu itu menjadi pelajaran berharga bagi kami, semua masyarakat Flotim dan aparat kepolisian. Prinsipnya kita harus berikan peringatan dan pelajaran,” katanya.

Sesuai Prosedur

Senada dengan itu, Tim Termohon dari Polres Flotim, AKP Abdurahman Aba Mean, kepada wartawan usai sidang mengatakan bahwa sejak awal, pihaknya menyerahkan proses hukum perkara prapreadilan tersebut dan menghormati putusan hakim perkara praperadilan.

Sebagai termohon, pihaknya berkeyakinan bahwa proses yang dijalankan penyidik sudah sesuai dengan prosedur dan peraturan perundangan-undangan.

Menurut Aba Mean, setelah putusan perkara praperadilan tersebut, pihaknya akan menindaklanjuti proses hukum yang saat ini sudah berjalan terkait dengan dugaan pencemaran nama baik.

Berkas perkara kasus dugaan pencemaran nama baik, katanya, sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Larantuka. Pihaknya saat ini menungggu jawaban berkas perkara tersebut lengkap atau P21.

“Putusan tadi kita hormati dan hargai. Semua sudah berproses dan apa yang kami lakukan sesuai prosedur. Kita akan tindaklanjuti proses hukum yang sudah berjalan. Berkas perkara sudah dikirim ke kejaksaan. Kita tunggu P19 dan kita akan penuhi untuk kirim kembali ke kejaksaan,” katanya.

Dampingi Tersangka

Sementara itu, Ketua Koalisi Rakyat Bersatu Flotim (KRBF), Maria Sarina Romakia, kepada wartawan usai mengikuti dan mendampingi pemohon di PN Larantuka, Senin (3/2/2020), mengatakan bahwa pihaknya juga menerima putusan hakim dan akan tetap mendampingi Frank Lamanepa di proses hukum selanjutnya, yakni perkara dugaan pencemaran nama baik.

Pantauan Flores Pos, pada Senin (3/2/2020), sidang perkara praperadilan dengan agenda sidang putusan hakim berjalan baik. Para pemohon Frank Lamanepa dan termohon Polres Flotim saling menerima putusan dan meninggalkan PN Larantuka dengan aman dan kondusif.

Penulis: Wentho Eliando
Editor: Avent Saur