Home Lembata Harga Bensin di Lembata Melambung, Rp30 Ribu per Liter

Harga Bensin di Lembata Melambung, Rp30 Ribu per Liter

Penulis: Maxi Gantung / Editor: Avent Saur

251
0
SHARE
Harga Bensin di Lembata Melambung, Rp30 Ribu per Liter

Keterangan Gambar : Sidang Paripurna DPRD Lembata pada Rabu (22/7/2020).


Lewoleba, Flores Pos — Harga bensin yang dijual di pinggir jalan Kota Lewoleba, Ibu Kota Kabupaten Lembata melambung mencapai Rp30 ribu per liter.

Sementara itu, pelayanan SPBU di Kota Lewoleba dibuka hanya sampai pukul 12.00 Wita. Hal ini disebabkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah itu.

Dalam sidang paripurna DPRD Lembata pada Rabu (22/7/2020), sejumlah anggota DPRD mengangkat masalah kelangkaan BBM di Kabupaten Lembata.

Anggota dewan, Alex Arakian, Yohanes Atarodang, dan Filibertus Kwuel Wuwur meminta penjelasan pemerintah terkait kelangkaan BBM di Lembata.

John Atarodang mengatakan, masalah kelangkaan BBM di Lembata tidak hanya terjadi kali ini, tetapi sudah sering terjadi. Karena itu, mesti ada solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, meminta Sekda Lembata Paskalis Tapobali untuk menjelaskan masalah kelangkaan BBM di Lembata.

Paskalis Tapobali menjelaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina Maumere. Saat ini pihak Pertamina melakukan evaluasi soal penyaluran BBM di NTT. Sebab faktanya, penyaluran BBM ke daerah atau kabupaten di NTT terdapat kelebihan.

Menurut Paskalis, untuk Kabupaten Lembata ada kelebihan solar 700 kiloliter setiap tahun, sementara bensin atau premium 5.276 kiloliter setiap tahun.

Ia mengatakan, pihak Pertamina Maumere juga menjelaskan, stok BBM di Pertamina Maumere masih stabil.

“Pihak penyalur atau transporter di Lembata jelaskan bahwa kapal pengakut BBM dari Larantuka ke Lewoleba rusak. Sementara satu sisi, pemilik kapal menjelaskan kapalnya tidak rusak,” katanya.

Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, meminta kepada pemimpin DPRD Lembata untuk menyediakan ruang dan waktu khusus membicarakan masalah BBM.

“Dalam pertemuan tersebut nanti, selain DPRD dan pihak pemerintah, kita hadirkan juga para pihak terkait seperti pihak transporter dan lain sebagainya,” katanya.*