Home Sikka Ibu Tersangka Sabu-Sabu di Sikka Diancam 20 Tahun Penjara dan Denda Rp10 Miliar

Ibu Tersangka Sabu-Sabu di Sikka Diancam 20 Tahun Penjara dan Denda Rp10 Miliar

287
0
SHARE
Ibu Tersangka Sabu-Sabu di Sikka Diancam 20 Tahun Penjara dan Denda Rp10 Miliar

Keterangan Gambar : Wakapores Sikka, Kompol I Putu Surawan (kanan), didampingi Kaur Bin Ops (KBO) Satuan Resesre Narkoba Polres Sikka, Aiptu Leonardus Tunga (kiri), memperlihatkan tersangka (membelakangi lensa) kepada wartawan di Mapolres Sikka, akhir pekan lalu.

Maumere, Flores Pos — Seorang ibu hamil berinisial EW, tersangka dugaan kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu seberat 2,91 gram, diancam dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp10 miliar, atau minimal 5 tahun penjara dan denda Rp1 miliar seturut Pasal 114 ayat (1) UU tentang penyalahgunaan narkotika golongan I bukan tanaman.

Tersangka juga bisa dijerat dengan pasal 112 ayat ke (1) dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun, serta denda minimal Rp800 juta dan maksimal Rp8 miliar.

Demikian dikemukakan Wakapolres Sikka, Kompol I Putu Surawan, didampingi Kaur Bin Ops (KBO) Satuan Resesre Narkoba Polres Sikka, Aiptu Leonardus Tunga, kepada wartawan di Mapolres Sikka, akhir pekan lalu.

Baca juga: Polres Sikka Amankan Dua Terduga Pengguna Shabu-Shabu

Wakapolres menjelaskan bahwa tersangka kepemilikan sabu-sabu ini dijerat dua pasal di atas dengan unsur berbunyi, “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I dan/atau setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman”.

“Jadi ancaman maksimal terhadap tersangka adalah 20 tahun penjara dan denda maksinal Rp10 M. Sedangkan ancaman minimal 4 tahun penjara dan denda minimal Rp800 juta,” kata Kompol I Putu Surawan.

Upaya Rehabilitasi

Sementara itu, Kaur Bin Ops (KBO) Satuan Resesre Narkoba Polres Sikka, Aiptu Leonardus Tunga, kepada wartawan menambahkan, penyidik Satresnarkoba Polres Sikka akan melakukan upaya asesmen rehabilitasi terhadap tersangka ke BNNP Provinsi NTT apabila hasil tes urine dinyatakan positif.

Diberitakan media ini sebelumnya, Polres Sikka melalui Satuan Resesre Narkoba Polres Sikka mengamankan seorang Ibu Hamil berinisial EW alias E asal Makassar yang berdomisili di Lorong Angkasa, RT 018/RW 005, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, karena diduga sebagai pemilik sabu-sabu seberat 2,91 gram, sejak Kamis (14/11).

Baca juga: Urine Terduga Pengguna Shabu-Shabu di Sikka Positif

Sebelum diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka, EW tertangkap tangan oleh petugas keamanan sedang membawa sabu-sabu dan barang bukti lain yang diterimanya dari seseorang yang diduga sebagai pengedar berinisial I, warga Makassar, yang dititipkan ke tersangka melalui KM Umsini yang berlabuh di Pelabuhan L. Say, Kamis pekan lalu.

Wakapores Sikka, Kompol I Putu Surawan didampingi Kaur Bin Ops (KBO) Satuan Resesre Narkoba Polres Sikka, Aiptu Leonardus Tunga, bertempat di Aula Polres Sikka, Jumat (15/11) menyampaikan keterangan resmi terkait kasus yang dialami tersangka EW dan sekaligus memperlihatkan tersangka dan barang bukti kepada wartawan.

Penulis: Wall Abulat
Editor: Avent Saur