Home Nagekeo Ingin Perangi Stunting, Paul Mere Grafting Avokad

Ingin Perangi Stunting, Paul Mere Grafting Avokad

227
0
SHARE
Ingin Perangi Stunting, Paul Mere Grafting Avokad

Keterangan Gambar : Warga Desa Wuliwalo, Mauponggo, Paul Mere.

“Jika ibu hamil dan balita rutin mengonsumsi avokad, saya percaya angka stunting dapat dikendalikan. Sudah banyak penelitian bahwa avokad adalah buah kaya manfaat.” Warga Desa Wuliwalo, Mauponggo, Paul Mere.

Mbay, Flores Pos — Terdapat 3.227 anak balita penderita stunting di Kabupaten Nagekeo atau setara 37 persen. Angka stunting tertinggi terjadi di Kecamatan Boawae yaitu pada angka 43,34 persen, Kecamatan Mauponggo 40 persen, Kecamatan Nangaroro 35,38 persen, Kecamatan Keo Tengah 34,11 persen, Kecamatan Wolowae 33,37 persen, Kecamatan Aesesa 31,88 persen dan Kecamatan Aesesa Selatan 31,22 persen.

Tingginya angka penderita stunting tersebut rupanya mendorong Paul Mere, petani berusia 51 tahun asal Desa Wuliwalo, Kecamatan Mauponggo, untuk melakukan tindakan pencegahan.

"Saya baca di internet dan lihat di youtube bahwa stunting sangat berbahaya. Stunting menyebabkan pertumbuhan anak tidak maksimal dan anak jadi kerdil. Hal tersebut perlu kita cegah bersama," katanya.

Paul menjelaskan bahwa dirinya ingin ikut berpartisipasi secara langsung dalam memerangi stunting.

"Karena saya adalah petani sekaligus penyuluh swadaya, saya berusaha lakukan dengan cara saya, yaitu melalui pertanian.”

“Saya nonton youtube, dan temukan bahwa avokad mengandung 13 unsur hara yang sangat baik untuk penuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan balita," jelasnya.

Salah satu cara mencegah stunting pada balita adalah dengan memastikan ibu hamil dan balita mengonsumsi makanan bergizi, sehat dan bersih, termasuk buah avokad," katanya.

Teknik Sambung Pucuk

Menurut Paul, berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya sebagai petani, pohon avokad membutuhkan waktu 5-7 tahun untuk berbuah.

"Waktu tanam hingga konsumsi sangat lama dan hal tersebut tidak efisien," katanya.

Paul mengatakan, untuk menyiasati hal tersebut, dirinya mencoba melakukan grafting atau sambung pucuk.

"Dengan teknik sambung pucuk, pohon avokad hanya membutuhkan kurang lebih 3 tahun untuk berbuah sehingga lebih cepat dikonsumsi. Teknik ini berhasil saya uji coba pada 50 pohon avokad.”

“Jika ibu hamil dan balita rutin mengonsumsi avokad, saya percaya angka stunting dapat dikendalikan. Sudah banyak penelitian bahwa avokad adalah buah kaya manfaat," katanya.

Populerkan Avokad

Paul mengatakan, selain untuk mencegah stunting, dirinya ingin memperkenalkan kembali buah avokad sebagai buah khas Kabupaten Nagekeo.

"Dulu kita sangat mudah temukan pohon avokad tumbuh di pekarangan rumah masyarakat. Sekarang kita lebih mudah temukan buah-buah dari daerah lain seperti apel, pir, anggur dan lain-lain.”

“Pohon avokad terancam punah. Pada hal avokad adalah kekayaan lokal yang tidak kekurangan unsur penting bagi tubuh," katanya.

Baca juga: Ratusan Siswa SMPN 1 Aesesa Pungut Sampah di Kota Mbay

Paul berharap Pemerintah Kabupaten Nagekeo dapat memperhatikan niat baiknya.

“Saya bersedia menjadi mitra pemerintah. Saya pikir tujuan kami sama, yaitu memerangi stunting serta melestarikan dan memopulerkan kembali avokad sebagai salah satu buah khas Kabupaten Nagekeo," katanya.

Pemerintah Dukung

Camat Mauponggo, Niko Bobo, yang ditemui di Mbay, Jumat (27/9), mengatakan, Pemerintah Kecamatan Mauponggo mengapresiasi niat baik warganya, Paul Mere.

"Saya mengapresiasi niat baik Pak Paul untuk turut mencegah stunting. Harapan saya, teknik grafting yang dikembangkan Pak Paul dapat dikenal oleh seluruh masyarakat Kabupaten Nagekeo, sehingga pohon avokad dapat lebih cepat berbuah.”

“Terkait niat Pak Paul untuk mencegah punahnya pohon avokad dan meningkatkan kembali hasil produksi avokad di Kecamatan Mauponggo bahkan di Kabupaten Nagekeo, kami dukung.”

“Bentuk dukungan kami adalah dengan melibatkan Pak Paul pada berbagai kegiatan ekshibisi Kecamatan Mauponggo, seperti kegiatan Bursa Inovasi Desa dan pameran pada Festival Literasi Kabupaten Nagekeo.”

“Harapan kami agar teknik grafting atau sambung pucuk avokad dapat dikenal luas oleh masyarakat Kabupaten Nagekeo," katanya.

Penulis: Risa Roga
Editor: Anton Harus