Home Sikka Janda Gubuk Reyot di Maumere Menagih Janji Bupati Sikka

Janda Gubuk Reyot di Maumere Menagih Janji Bupati Sikka

Penulis: Wall Abulat / Editor: Elton Wada

378
0
SHARE
Janda Gubuk Reyot di Maumere Menagih Janji Bupati Sikka

Keterangan Gambar : Janda Yuvensia dan anaknya Fransiskus Beny, Jumat (18/9/2020) memperlihatkan dua lampu pelita yang mereka gunakan untuk penerangan di malam hari di rumah baru yang sudah dibangun oleh umat KUB Santo Yoakim Maumere dan Pastor Paroki St. Thomas Morus Maumere RD Laurens Noi kepada wartawan.


Maumere, Flores Pos — Janda malang yang pernah tinggal di gubuk reyot di Kota Maumere tepatnya di RT 039/RW 012, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka Yuvensia (61 tahun) dan anaknya Fransiskus Beny (25 tahun) menagih janji Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo untuk memasang jaringan listrik dan jaringan air di rumah baru yang dibuat oleh KUB Santo Yoakim dan Pastor Paroki St. Thomas Morus Maumere di RT 039/RW 012, Kelurahan Waioti.

“Kami masih menunggu realisasi janji Bapak Bupati Sikka untuk memasang jaringan listrik dan jaringan air di rumah baru yang kami tempati sejak 17 Agustus 2020 lalu,” kata Janda Yuvensia dan anaknya Beny yang ditemui Flores Pos di kediaman mereka di Waioti, Jumat (18/9/2020).

Mama Yuvensia mengakui, sejak mereka menempati gubuk reyot pada 2017 lalu hingga tinggal di rumah baru yang sudah dibangun oleh Paroki St. Thomas Morus sejak 17 Agustus 2020 lalu, ia dan anak semata wayangnya menggunakan lampu pelita sebagai penerangan di malam hari.

“Sejak 2017 lalu hingga September 2020 ini, kami masih diterangi dengan lampu pelita,” kata Mama Yuvensia.

Baca juga: Bupati Robi Idong Menggratiskan Biaya Perawatan Kesehatan Keluarga Miskin di Sikka

Sementara itu, Fransiskus Beny mengaku pada 17 Agustus 2020 lalu, Bupati Sikka melalui Ketua RT 039/RW 012, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Yakobus Djawa atau yang biasa Djoe berjanji akan segera memasang jaringan listrik dan jaringan air di rumah baru yang mereka tempati dalam sepekan sejak 17 Agustus 2020.

“Kami berharap sudi kiranya bapak bupati segera merealisasikan janji untuk memasang jaringan listrik dan jaringan air di rumah baru yang sudah kami tempati,” kata Beny.

Beny mengaku sejak tinggal di rumah yang sudah dibangun oleh Paroki St. Thomas Morus 17 Agustus 2020 hingga Jumat (18/9/2020), ia dan ibundanya masih menggunakan dua lampu pelita.

“Kami masih menggunakan lampu pelita hingga saat ini,” kata Beny.

Ketua RT Siap Bertemu dengan Bupati Sikka

Ketua RT 039/RW 012, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, Yakobus Beny atau yang biasa disapa Djoe yang ditemui di rumahnya, Jumat (18/9/2020) mengaku, ia sudah pernah mendatangi rumah pribadi Bupati Sikka untuk menyampaikan kondisi janda Yuvensia yang menggunakan lampu pelita dan masih mengambil air minum di rumah tetangga hingga saat ini.

“Pekan lalu, saya mendatangi rumah pribadi bapak Bupati Sikka untuk menanyakan realisasi janji bapak bupati untuk memasang jaringan air minum dan jaringan listrik di rumah baru Janda Yuvensia. Hanya saat itu, ketika saya datang, bapak bupati tidak berada di tempat; lagi kunjungan ke desa. Saya siap mendatangi rumah Bapak Bupati lagi untuk menanyakan realisasi pasang jaringan listrik dan jaringan air untuk janda Yuvensia,” kata Djoe.

Sedang Dalam Koordinasi

Kabag Humas Setda Sikka Very Awales yang dikonfirmasi terpisah terkait belum terealisasinya janji untuk memasang jaringan listrik dan jaringan air minum untuk janda Yuvensia, menjelaskan bahwa Bupati Sikka sedang berkoordinasi dengan pihak PLN dan PDAM untuk pemasangan jaringan listrik dan jaringan air minum itu.

“Bapak bupati sedang berkoordinasi untuk pemasangan jaringan listrik dan jaringan air minum untuk janda Yuvensia. Mohon bersabar,” kata Kabag Very Awales.

Baca juga: Wujudkan Ketahanan Pangan di Sikka, Bupati Robi Idong Upayakan Tanam Tiga Kali Setahun

Diberitakan media ini sebelumnya, Yuvensia dan anaknya Fransiskus Beny secara resmi menempati rumah semi permanen yang dibangun secara swadaya oleh Komunitas Umat Basis (KUB) St. Yoakim, Stasi St. Stefanus Maumere dan didukung secara penuh oleh Pastor Paroki St. Thomas Morus RD Laurens Noi, sejak Senin (17/8) atau bertepatan dengan peringatan Proklamasi Kemerdekaan RI ke-75.

Momen bersejarah ini sangat spesial bagi mama Yuvensia, karena pada kesempatan ini juga orang nomor satu di Kabupaten Sikka yakni Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo langsung menyanggupi untuk segera memasang jaringan air minum dan jaringan listrik untuk mama Yuvensia.

Sesuai pantauan media ini, sebelum menempati rumah baru berukuran 3x4 meter itu, Pastor Paroki St. Thomas Morus RD Laurens Noi dan tokoh umat di KUB St. Yoakim dan warga RT 039/RW 012, Kelurahan Waioti menghadiri acara ibadat sabda pemberkatan rumah.

Pastor Paroki RD Laurens Noi dalam pesan renungannya saat pemberkatan rumah ini antara lain mengajak semua elemen umat untuk senantiasa peduli terhadap sesama.

Romo Laurens juga menyampaikan terima kasih kepada umat di KUB St. Yoakim yang telah menunjukkan kepedulian dengan memberikan satu-dua sen untuk mendukung pembangunan rumah bagi mama Yuvensia.

“Saya menyampaikan terima kasih atas dukungan semua umat di KUB St. Yoakim ini,” kata Romo Laurens.

Tinggal di Gubuk Reyot Tanpa Listrik

Flores Pos juga pernah memberitakan, seorang janda malang bernama Yuvensia (61 tahun) dan putranya Fransiskus Beny (25 tahun) tinggal di satu gubuk reyot seluas 2x2 meter yang berdinding halar dan beratapkan seng bekas di Komunitas Umat Basis (KUB) Santo Yoakim, RT 039/RW 012, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka sejak Juni 2017 hingga Juni 2020 ini.

Sesuai pantauan media ini, kondisi gubuk reyot yang menjadi hunian janda malang dan putranya itu sangat memprihatinkan. Pintu gubuk terbuat dari lembaran seng bekas.

Di dalam gubuk reyot ini hanya ada dua bantal dan kasur lantai lusuh untuk menjadi sandaran tidur bagi mama Yuvensia dan putranya selama 4 tahun. Kasur lusuh ini dibentangkan di atas bale-bale yang terbuat dari bambu.

Di dalam gubuk reot ada beberapa peralatan di antaranya lampu pelita yang digunakan keluarga ini pada malam hari, dua bantal tidur, periuk untuk masak, dan beberapa pakaian untuk mama Yuvensia dan anaknya Fransiskus Beny.

Untuk memenuhi kebutuhan air minum, janda dan anaknya terpaksa mengambil air dari salah satu rumah keluarga mereka yang jaraknya ratusan meter dari gubuk mereka tinggal.

Setia dengan Lampu Pelita

Mama Yuvensia dan Fransiskus Beny kepada wartawan mengakui bahwa bila malam hari kondisi di gubuk reyot itu sangat suram karena hanya diterangi lampu pelita.

“Malam hari kami diterangi lampu pelita. Untuk kebutuhan air minum, kami ambil di salah satu keluarga kami yang jaraknya sekitar 100 meter,” kata Beny.

Bangun Rumah Baru

Flores Pos juga pernah memberitakan, Pastor Paroki St. Thomas Morus, Keuskupan Maumere RD Laurens Noi dan beberapa pengurus KUB Santo Yoakim, Stasi Santo Stefanus Brai, dan beberapa tokoh masyarakat di RT 039/RW 012, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka secara swadaya membangun rumah semi permanen untuk dihuni janda malang mama Yuvensia dan anaknya Fransiskus Beny yang terletak sekitar 10 meter dari kebun milik janda ini di RT 039/RW 012 itu, pekan lalu. Pembangunan rumah ini hampir final dan siap ditempati mama Yuvensia dan anaknya Fransiskus Beny bila pembangunan MCK sudah selesai dalam waktu dekat.

Informasi yang diterima media ini menyebutkan bahwa pembangunan rumah semi permanen untuk ditempati janda malang dan anaknya ini berawal dari adanya empati dari pengurus KUB St. Yoakim, Stasi Santo Stefanus, Paroki Thomas Morus Maumere yang bekerja sama dengan RT 039/RW 012 Kelurahan Waioti, tokoh masyarakat di RT ini serta didukung oleh Pastor Thomas Morus RD Laurens Noi.

Beberapa tokoh masyarakat di antaranya Ketua RT 039/RW 012 Yakobus Djawa, Ketua KUB St. Yoakim, Dedy Muda dan beberapa tokoh masyarakat di antaranya Johanes Jonas Teta, Albertus Abdon, Pilips Fransiskus dan WKRI serta Pastor Paroki St. Thomas Morus RD Laurens Noi rela menyumbangkan material bangunan untuk pembangunan rumah dimaksud.

Setelah mengumpulkan material, Romo Laurens Noi dan Pastor Rekan RD Roly langsung berbaur dengan umat untuk melakukan bedah rumah yang peletakan batu pertamanya dilakukan Sabtu pekan lalu dan langsung dipimpin Pastor Paroki RD Laurens Noi.

Disaksikan media ini, berkat dukungan dan kerja sama yang baik, akhirnya rumah semi permanen yang berukuran 5x6 meter ini berhasil dibangun dengan memiliki empat kamar yakni dua kamar tidur, satu kamar tamu, dan kamar makan.