Home Sikka Janda Malang yang Tinggal di Gubuk Reyot Tidak Pernah Mendapat BLT, PKH, dan BST

Janda Malang yang Tinggal di Gubuk Reyot Tidak Pernah Mendapat BLT, PKH, dan BST

Penulis: Wall Abulat / Editor: Anton Harus

264
0
SHARE
Janda Malang yang Tinggal di Gubuk Reyot Tidak Pernah Mendapat BLT, PKH, dan BST

Keterangan Gambar : Mama Yuvensia dan anaknya, Fransiskus Beny (tengah) menerima kedatangan Ketua RT 039/RW 012, Kelurahan Waoiti, Yakobus Djawa (kiri), di dalam gubuk reyot. Gambar diambil pada Selasa (23/6/2020).


Maumere, Flores Pos — Janda bernasib malang Mama Yuvensia (61 tahun) dan anaknya Fransiskus Benu, warga RT 039/RW 012, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, mengaku bahwa selama mereka tinggal di gubuk reyot sejak tahun 2017 hingga masa pandemi covid-19 saat ini, belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah baik dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT), bantuan sosial tunai (BST), dan PKH, maupun jenis bantuan lainnya.

“Keluarga kami selama tinggal di gubuk ini belum pernah mendapat bantuan BLT, BST, PKH, dan bantuan lainnya dari pemerintah,” kata Fransiskus Beny kepada wartawan di gubuk kediamannya pada Selasa (23/6/2020).

Mama Yuvensia dan Fransiskus Beny mengakui, dalam beberapa pekan terakhir, mereka hanya mendapat bantuan sembako dan bantuan peralatan bangunan rumah dari Pastor Paroki Santo Thomas Morus, dari KUB Santo Yohakim, dan beberapa tokoh masyarakat di RT 039/RW 012, Kelurahan Waioti, serta dari beberapa donatur

Belum Ada Tanggapan dari Pemerintah

Ketua RT 039/RW 012, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Yakobus Djawa, atau yang biasa disapa Joe kepada wartawan memastikan bahwa keluarga janda malang itu belum pernah mendapatkan bantuan berupa BST, BLT, PKH, dan bantuan lainnya dari pemerintah.

“Hingga saat ini, belum ada BLT, BST, dan PKH dari pemerintah untuk keluarga ini, termasuk bantuan pembangunan rumah,” kata Joe.

Joe mengakui, pihaknya pernah menyampaikan kondisi keluarga ini kepada pemerintah secara berjenjang, termasuk kepada Dinas Sosial Kabupaten Sikka.

“Sebagai Ketua RT, saya coba bangun komunikasi dengan kelurahan dan kecamatan, serta Dinas Sosial. Sudah beberapa kali saya hubungi, tetapi mungkin ada kendala sehingga mereka belum sempat datang ke tempat ini,” kata Joe.*