Home Internasional Jangan Panik! Stop Stigma! Corona Akan Berlalu

Jangan Panik! Stop Stigma! Corona Akan Berlalu

1,378
0
SHARE
Jangan Panik! Stop Stigma! Corona Akan Berlalu

Keterangan Gambar : Ilustrasi corona, karya Roby Watowai.


Ende, Flores Pos — Imbauan jangan panik dalam menghadapi serangan corona virus disease 2019 atau covid-19 kembali diutarakan oleh tiga pasien pertama yang sudah sembuh dari penyakit tersebut. Tiga pasien itu juga mengajak masyarakat dan media massa agar menghentikan stigma sosial atau pandangan negatif terhadap penderita.

Hal ini diungkapkan oleh pasien 01, 02, dan pasien 03 dalam konferensi pers yang digelar di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta pada Senin (16/3/2020). Tiga pasien ini dirawat di rumah sakit tersebut sejak didiagnosis terinfeksi covid-19 pada Senin (2/3/2020) lalu.

Baca juga: Antisipasi Corona, Kantor Gubernur NTT Berlakukan Ukur Suhu Tubuh ASN

Dalam konferensi pers pada awal pekan ini, mereka tampak cerah dan bergembira lantaran kesembuhan yang direngkuh. Saat berbicara kepada awak media, mereka ditemani Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto dan Juru Bicara Pemerintah Terkait Penanganan Corona, Acmad Yurianto.

Jangan Panik!

Pasien 03 pada kesempatan itu mengatakan bahwa dirinya berpesan kepada semua masyarakat di seluruh Indonesia agar jangan panik dalam menghadap covid-19. Dalam tubuh manusia terdapat safe limitting disease yakni kekuatan yang bekerja mengatasi penyakit apa pun termasuk corona.

Yang terpenting, lanjutnya, harus disiplin minum putih, istirahat teratur, dan harus ada asupan gizi yang memadai. Demikian juga asupan vitamin demi terjaganya sistem imun dalam tubuh. “Jaga personal hygiene agar tetap sehat,” tuturnya.

Baca juga: Cegah Penyebaran Corona, BPJS Kesehatan Terapkan Kebijakan Khusus

Menurutnya, ada pun imbauan dari pemerintah agar menjaga social distance atau pembatasan sosial. Hal itu harus dilakukan dengan sebaik mungkin agar selain kesehatan kita tetap baik, juga agar tidak menyebarkan kepada orang lain yang imunnya lebih lemah jika kita terlebih dahulu terinfeksi corona.

“Saya positif, tetapi tidak ada tanda-tanda bahaya. Jika tidak segera diketahui, maka kita sebarkan virus kepada orang-orang yang imunnya lebih lemah. Itu lebih berbahaya,” tuturnya.

Stop Stigma Sosial!

Sementara itu, pasien 01 mengimbau masyarakat di seluruh Indonesia dan media massa agar memberikan dukungan moril kepada para pasien yang sedang dirawat di rumah sakit. Banyak pihak yang tidak bertanggung jawab menyebarkan informasi yang tidak akurat tentang corona dan pasien.

Menurutnya, beredarnya informasi yang tidak akurat (hoaks) bisa mengganggu psikis pasien dan menimbulkan kepanikan pada masyarakat. Identitas pasien juga tidak boleh dibocorkan kepada publik agar pasien menjalani proses pemulihan dengan tenang.

“Selama di rumah sakit, saya menangis setiap hari, tidak bisa tidur karena ada orang yang bocorkan identitas saya. Orang serang privasi saya sebagai pekerja seni, padahal selama ini kami berbuat banyak untuk Indonesia dalam bidang seni budaya,” tuturnya.

Baca juga: Corona Berimbas pada Pariwisata, Pemda Manggarai Barat Akan Kehilangan Rp80 Miliar

Ia juga menuturkan bahwa hendaknya masyarakat dan media massa serta media sosial jangan menghakimi pasien dengan informasi hoaks dan menyudut privasi. Jangan membuat pasien menjadi korban untuk kedua kalinya; menderita virus dan stigma sosial.

“Harus diingat bahwa virus apa pun tidak pandang bulu baik agama maupun profesi. Kita harus saling mendukung dan menjaga satu sama lain,” katanya.

Hargai Pemerintah dan Pekerja Medis

Mewakili para pasien lainnya, pasien 02 mengungkapkan rasa syukurnya kepada pemerintah Indonesia dan para pekerja medis yang selalu siap 24 jam untuk menjaga dan merawat pasien. Semua mereka tentu memiliki keluarga masing-masing, tetapi mereka berkorban agar pasien bisa pulih.

Karena itu, dirinya ingin memberikan penghargaan kepada pemerintah dan insentif kepada pekerja medis yang telah dan akan terus bekerja selama beberapa bulan ke depan. Mereka semua luar biasa berjuang untuk kesembuhan para pasien.

“Untuk semua masyarakat Indonesia, jangan panik! Panik bisa melemahkan imun dalam tubuh kita. Kami tetap bahagia menjalani sakit dan setelah pulih dari sakit ini,” tuturnya dengan suara terbata-bata.

Sembuh Total

Juru Bicara Pemerintah Terkait Penanganan Corona, Acmad Yurianto, yang menemani tiga pasien tersebut, mengatakan bahwa tiga pasien ini telah sembuh total. Mereka menjalani serangkaian proses pemulihan secara kooperatif.

"Kita patut bersyukur bahwa saudara kita yang sudah kita rawat beberapa saat karena COVID-19 sudah sembuh total. Kami bersyukur dan berbangga bahwa selama dalam proses perawatan saudara-saudara kita bertiga yang selama ini kami masih identifikasi dengan kasus nomor 1, 2, 3. Kami kasih nomor, mohon maaf memang ketentuannya seperti itu," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Menkes Terawan juga memberikan jamu kepada tiga pasien tersebut. Jamu tersebut adalah titipan dari Presiden Joko Widodo.*(Diolah dari berbagai sumber)

Penulis: Avent Saur
Editor: Arsen Jemarut