Home Sikka Kabupaten Sikka Kembali ke Zona Hijau

Kabupaten Sikka Kembali ke Zona Hijau

Penulis: Wall Abulat / Editor: Arsen Jemarut

1,397
0
SHARE
Kabupaten Sikka Kembali ke Zona Hijau

Keterangan Gambar : Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo.


Maumere, Flores Pos — Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, menyampaikan bahwa sejak Senin (20/7/2020), kabupaten yang dipimpinnya itu kembali ke zona hijau covid-19.

Hal ini disampaikannya setelah diketahui bahwa covid-19 pada sampel swab 6 pasien positif yang saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Maumere ternyata sudah mati dan tidak berkembang biak lagi.

Bupati Sikka mengatakan ini dalam sambutannya ketika launching Dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa di Desa Bangkoor, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, berlangsung di Kantor Desa Bangkoor, Jumat (17/7/2020).

Baca juga: ASF Serang 17 Kecamatan, Bupati Sikka Minta Elemen Warga Lakukan Hal Ini

“Merujuk pada pedoman pencegahan dan penanganan virus corona dari Gugus Tugas Pusat, 6 pasien itu sudah bisa dipulangkan pada Senin, 20 Juli 2020. Dengan ini, Sikka kembali ke zona hijau,” kata Bupati Roby.

Pernyataan Bupati Roby dipertegas melalui keterangan yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Sikka, Very Awales yang dihubungi Flores Pos pada Sabtu (18/7/2020).

Menurut Kabag Humas, dengan berita gembira ini, enam pasien positif-19 yang dalam dua bulan terakhir menjalani perawatan di Ruang Isolasi RSUD Maumere akan dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing pada Senin (20/7/2020).

Baca juga: Hog Cholera dan ASF Serang Sikka, Peternak dan Pengusaha Babi Terancam Merugi Rp 213 Miliar

“Kabupaten Sikka yang dalam dua bulan terakhir masuk zona merah covid-19 karena ada 27 warga yang dinyatakan positif-19. Namun sejak Senin, 20 Juli , Sikka kembali ke zona hijau,” kata Awales.

Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Awales juga menegaskan, Bupati Roby telah mengingatkan warga Sikkak untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, meskipun Kabupaten Sikka mulai memasuki zona hijau.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Penyakit Infeksi Emerging (Covid-19, Sars, dan Mers) RSUD Maumere, yang juga Spesialis Penyakit Dalam yang selama ini merawat pasien covid-19 RSUD Maumere, Dokter Asep Purnama, menjelaskan bahwa ada perubahan cara perawatan pasien dan soal durasi berapa lama mereka harus dirawat.

“Ikuti penjelasan saya terkait hal ini di Gugus Tugas untuk info lengkap pada Senin, 20 Juli,” kata Purnama.*