Home Sikka Kader Posyandu Batarang Sikka Berhasil Menekan Baduta Penderita Gizi hingga Mencapai 50%

Kader Posyandu Batarang Sikka Berhasil Menekan Baduta Penderita Gizi hingga Mencapai 50%

Penulis: Wall Abulat / Editor: Elton Wada

123
0
SHARE
Kader Posyandu Batarang Sikka Berhasil Menekan Baduta Penderita Gizi hingga Mencapai 50%

Keterangan Gambar : Ketua Posyandu Batarang, Barbara Teluma (kiri) didampingi kader Posyandu Herlina Nurdiana Erli melayani pelayanan penimbangan dan pemberian makanan tambahan bagi baduta di bawah tenda darurat di salah satu rumah warga di Batarang, Sabtu (12/9/2020).


Maumere, Flores Pos — Kader dan petugas kesehatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Batarang, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka berhasil menurunkan/menekan anak berusia di bawah dua tahun (baduta) yang mengalami stunting (gizi buruk) dan balita yang mengalami gizi kurang hingga mencapai 50% dalam dua tahun terakhir.

Berita gembira ini patut diberikan apresiasi karena pencapaian ini terjadi di tengah adanya fakta bahwa posyandu ini sangat minim fasilitas. Bahkan untuk kegiatan penimbangan baduta, imunisasi, dan aktivitas pemulihan gizi terpaksa dilakukan di halaman rumah warga dan berpindah-pindah karena kader dan petugas belum memiliki rumah pelayanan sendiri.

Fakta penurunan jumlah baduta gizi ini disampaikan Ketua Posyandu Batarang, Barbara Teluma kepada Flores Pos di sela-sela kegiatan penimbangan baduta, kegiatan pemberian makanan tambahan dan imunisasi bagi baduta yang berlangsung di rumah salah seorang warga Batarang Simprisius Boseng (alm), Sabtu (12/9/2020).

Barbara menjelaskan bahwa berkat penanganan yang serius oleh kader posyandu dan petugas kesehatan maka jumlah baduta yang mengalami stunting dan gizi kurang dalam dua tahun terakhir berhasil ditekan/diturunkan, bahkan mencapai 50%. Pada 2019 tercatat 8 orang bayi gizi kurang dan turun menjadi 4 orang pada 2020 ini; dan jumlah bayi stunting atau gizi buruk dari 2 orang pada 2019 lalu, turun menjadi 1 orang pada 2020 ini.

“Meskipun fasilitas di posyandu ini sangat minim tetapi kami tetap memberikan pelayanan yang terbaik. Salah satu indikatornya, terlihat dari adanya fakta bahwa kami mampu menurunkan baduta gizi sebesar 50%. Untuk stunting/gizi buruk dari 2 orang pada tahun 2019 turun menjadi 1 orang pada tahun 2020 ini; dan jumlah bayi yang gizi kurang pada tahun 2019 sebanyak 8 orang turun menjadi 4 orang pada tahun 2020 ini,” kata Barbara optimis.

Baca juga: Gubernur NTT Memuji Keberhasilan Sikka Terkait Penanganan Covid-19 dan Stunting

Minta Lengkapi Fasilitas

Barbara Teluma pada kesempatan ini juga meminta Pemkab Sikka dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka untuk memperhatikan kondisi minimnya fasilitas di Posyandu Batarang yang hingga saat ini belum memiliki rumah posyandu juga fasilitas kursi dan meja. 

“Kami minta agar Pemkab Sikka dan Tim Penggerak PKK Sikka untuk memperhatikan kondisi minimnya fasilitas pelayanan di Posyandu Batarang. Semoga kami memiliki tanah dan bangunan sendiri untuk pelayanan penimbangan, imunisasi dan pemulihan gizi baduta. Kami juga berharap agar pemerintah membantu kami mengadakan meja dan kursi untuk memperlancar pelayanan kami,” pinta Barbara.

Sesuai pantauan Flores Pos, rangkaian pelayanan dan kegiatan penimbangan, imunisasi, dan pemulihan gizi yang dilakukan petugas kesehatan dan kader posyandu di rumah Simprisius Boseng (alm) salah seorang warga di RT 17/RW 04, Kelurahan Kota Baru, Sabtu (12/9/2020) dipimpin Ketua Posyandu Batarang, Barbara Teluma dan Kader Posyandu di antaranya Herlina Nurdiana Erli. Untuk menyukseskan pelayanan penimbangan, kader posyandu meminjam terpal, kursi, dan meja dari pemilik rumah.

Meskipun kegiatan penimbangan dan pemulihan gizi dilakukan di bawah tenda darurat, tampak para kader posyandu dengan antusias melayani pemberian asupan gizi terhadap 89 bayi yang ditangani posyandu ini. Semua bayi dilayani dengan baik yang dipandu langsung oleh perawat dan bidang yang ditugaskan ke posyandu ini.