Home Manggarai Timur Kantor SDK Rende di Manggarai Timur Terbakar

Kantor SDK Rende di Manggarai Timur Terbakar

393
0
SHARE
Kantor SDK Rende di Manggarai Timur Terbakar

Keterangan Gambar : Pihak Kepolisian Sektor Wae Lengga, Manggarai Timur, bersama warga dan pihak SDK Rende, berada di lokasi kebakaran, SDK Rende, Senin (3/2/2020).

Borong, Flores Pos — Kantor Sekolah Dasar Katolik (SDK), Rende di Desa Lembur, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, terbakar pada Senin (3/2/2020). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, semua peralatan kantor terbakar.

Informasi yang dihimpun media ini, Senin (3/2/2020), kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 Wita. Saat itu, siswa-siswi sudah kembali ke rumah masing-masing.

Fidelis, warga Rende, yang berada di lokasi kejadian, mengatakan, kebakaran diduga karena listrik arus pendek. Sekalipun warga Rende berjuang memadamkan api, namun api terus membesar hingga meludeskan gedung tersebut beserta isinya.

Ia juga mengatakan, sekalipun bernyala begitu besar, api tidak merambat ke gedung lain yang sejajar di samping ruang kantor tersebut. Diperkirakan, kerugian mencapai ratusan juta rupiah. "Kita berharap pemerintah segera bangun gedung baru,” katanya.

KBM Sudah Berakhir

Kepala SDK Rende, Martinus Beos, mengatakan bahwa pada saat kejadian, dirinya berada rumah karena kegiatan belajar mengajar hari itu sudah berakhir. Pihaknya baru tahu kasus tersebut dari masyarakat yang menghubungi dirinya lewat telepon, dan dirinya segera mendatangi lokasi kebakaran.

Menurutnya, api sangat besar. Dirinya bersama siswa SMKN 2 Kota Komba dan warga berusaha memadamkan api dan mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari ruang kelas yang berdekatan dengan bangunan kantor tersebut. “Api tidak merambat ke bangunan lain," katanya.

Kepsek mengatakan, kegiatan belajar mengajar pada Senin (3/2/2020) selesai pukul 13.00 Wita. Setelah pengumuman, para guru dan siswa-siswi SDK Rende pulang ke rumah masing-masing.

Dampak Kebakaran

Gedung yang terbakar merupakan bangunan kantor berukuran 6 x 7 meter yang terbuat dari dinding tembok, atap seng, lantai semen, plafon tripleks dan bangunan dapur sekolah berukuran 1 x 6 meter berdinding tembok, atap seng dan berlantai semen.

Sementara itu, perabot sekolah yang terbakar, antara lain 7 unit laptop, 4 unit printer, 4 unit komputer, 1 unit jam digital, 1 unit speaker aktif, 1 unit genset 4 kilometer, lemari yang berisikan dokumen sekolah seperti buku induk, ijazah, dan sertifikat tanah sekolah ikut terbakar.

Dia juga mengatakan bahwa pada saat kebakaran, listrik yang bersumber dari PLN dalam keadaan menyala. Pihaknya menduga bahwa penyebab kebakaran adalah listrik arus pendek yang berasal dari plafon.

Kerugian material akibat kebakaran tersebut diperkirakan sekitar Rp200 juta. Pihaknya sudah menyampaikan hal ini kepada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Manggarai Timur. Pihak dinas sudah mendatangi di lokasi kebakaran.

Dia juga sudah menyampaikan tentang kerugian tersebut kepada dinas terkait lainnya, dan berharap agar secepatnya mencari solusi, terutama peralatan yang terbakar.

“Berharap segera agar alat-alat kantor yang baru dan gedung baru. Apalagi menjelang ujian, banyak data yang harus dilengkapi,” katanya.

Sementara itu, pihak Kepolisian Sektor Kota Komba juga hadir di TKP, antara lain Kapolsek Iptu I Ketut Kantun, anggota Aipda Yosep G. Sari, dan Bripka Januardi serta Kanit Otmar Konradus Zezo.

Penulis: Albert Harianto
Editor: Avent Saur