Home Sikka Kapolres Sikka Membantu 27 KK Magepanda yang Mengonsumsi Ubi Hutan

Kapolres Sikka Membantu 27 KK Magepanda yang Mengonsumsi Ubi Hutan

Penulis: Wall Abulat / Editor: Elton Wada

204
0
SHARE
Kapolres Sikka Membantu 27 KK Magepanda yang Mengonsumsi Ubi Hutan

Keterangan Gambar : Wakapolres Sikka Kompol I Putu Surawan (tengah) pose bersama pejabat pemerintahan Desa Done dan jajaran Perwira Polres Sikka usai menyerahkan bantuan beras di Desa Done, Jumat (11/9/2020).


Maumere, Flores Pos — Kapolres Sikka AKBP Sajimin membantu 27 kepala keluarga (KK) di Desa Done, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka yang mengalami dampak kekeringan sehingga mulai mengonsumsi ubi hutan atau ondo dalam bahasa setempat dalam dua bulan terakhir. Bantuan yang diberikan berupa beras 250 kg dan sarimi. Bantuan itu diserahkan oleh Wakapolres Sikka Kompol I Putu Surawan, S.Ip kepada penerima melalui Kepala Desa Done, Petrus M.B Wara, di Desa Done, Jumat (11/9/2020).

Turut menyaksikan penyerahan bantuan ini di antaranya Kasat Intelkam Polres Sikka Ipda Elliazer A. Kalelado, SH; Kasat Binmas Polres Sikka Iptu Siprianus Sedan; Kapolsek Nita Ipda Valentinus Tani; Ketua BPD Desa Done Damianus Raka; dan Ketua RT 10 Desa Done Petrus Nanga.

Wakapolres Sikka Kompol I Putu Surawan dalam sambutannya sebagaimana rilisnya diterima Flores Pos dari Kasubag Humans Polres Sikka AKP Petrus Kanisius menjelaskan bahwa bantuan sembako yang diberikan itu berasal dari Kapolres Sikka untuk membantu warga setempat yang terdampak kemarau panjang/kekeringan yang mengakibatkan menipisnya stok pangan.

“Walaupun bantuan ini tidak sesuai yang diharapkan, kiranya bantuan ini bisa bermanfaat bagi warga yang membutuhkannya saat ini,” kata Wakapolres.

Sebelumnya, Direktur Wahana Tani Mandiri (WTM) Kabupaten Sikka Carolus Winfridus Keupung atau yang biasa disapa Win Keupung menyerahkan bantuan beras sebanyak 540 kg kepada 27 KK yang gagal panen dan yang mengonsumsi ubi hutan atau ondo di Desa Done, Kecamatan Magepanda, Kamis (10/9/2020).

Baca juga: Direktur WTM Menyerahkan Bantuan untuk 27 KK Warga Magepanda yang Mengonsumsi Ubi Hutan

Win pada kesempatan itu mengemukakan bahwa bantuan yang diberikan merupakan intervensi awal yang dilakukan WTM sebagai bentuk kepedulian terhadap 27 KK yang dalam dua bulan terakhir mengonsumi ubi hutan pasca kegagalan panen di wilayah itu.

“Bantuan yang kami berikan ini merupakan bentuk kepedulian WTM untuk penguatan kapasitas masyarakat setempat yang terkena dampak perubahan iklim di wilayah itu dan gagal panen,” kata Win.

Win berjanji lembaga yang dipimpinnya siap mendukung pengembangan ekonomi warga yang terkena dampak perubahan iklim dan gagal panen di wilayah itu melalui upaya pengembangan ternak ayam.

”Untuk tahap pertama, WTM serahkan bantuan beras. WTM juga akan mendukung pengembangan ternak ayam bagi 27 warga yang terkena dampak perubahan iklim ini dengan usaha ternak dalam waktu dekat,” kata Win.

Terima Kasih

Penerima bantuan di antaranya Mama Lusia Sela menyampaikan terima kasih kepada Direktur WTM dan jajarannya yang telah menunjukkan kepedulian dengan memberikan bantuan beras dan sedang mengupayakan ternak ayam bagi warga yang mengalami dampak gagal panen di Desa Done.

“Saya menyampaikan terima kasih atas bantuan dan atas perhatian WTM terhadap kami,” kata Mama Lusia Sela.

Baca juga: Anomali Iklim, 27 KK di Magepanda Mengonsumsi Ubi Hutan

27 KK Mengonsumsi Ubi Hutan

Sebelumnya, Direktur Wahana Tani Mandiri (WTM) Kabupaten Sikka, Win Keupung mengemukakan bahwa dari penelitian yang dilakukan lembaganya di Desa Done belum lama ini ditemukan adanya fakta bahwa terdapat 27 KK di desa itu terpaksa mengonsumsi ubi hutan atau yang dalam bahasa setempat disebut ondo akibat gagal panen dan anomali iklim.

“Dari penelitian yang kami lakukan ditemukan adanya fakta di mana ada 27 KK di Desa Done, Kecamatan Magapenda sudah mulai mengonsumsi ubi hutan dalam dua bulan terakhir,” kata Win Keupung yang dihubungi Flores Pos, Rabu (9/9/2020).

Win Keupung menjelaskan bahwa 27 KK yang kehabisan pangan dan terpaksa mengkonsumsi ondo atau ubi hutan menetap di dua dusun dengan rincian 25 KK berada di dusun Ladubewa dan 2 KK lainnya di dusun Watuwa.

“27 kepala keluarga tersebut pada umumnya adalah petani lahan kering dengan jenis tanaman yang dikembangkan adalah padi dan jagung. Sayangnya sudah hampir 2 tahun ini dengan perubahan cuaca yang tidak menentu, para petani mengalami gagal panen. Akibatnya di tahun ini para petani tersebut kehabisan ketersediaan pangan,” kata Win Keupung dengan pernyataan yang sama diposting dalam website WTM Sikka.