Home Sikka Kasek dan Guru SMPN 2 Nita Jarang Masuk Sekolah

Kasek dan Guru SMPN 2 Nita Jarang Masuk Sekolah

Orang Tua dan Siswa Mengadu ke Dinas PKO Sikka

451
0
SHARE
Kasek dan Guru SMPN 2 Nita Jarang Masuk Sekolah

Keterangan Gambar : Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga Kabupaten Sikka, Mayella da Cunha (pertama kiri), menerima pengaduan dari orang tua dan siswa terkait macetnya kegiatan belajar mengajar di SMPN 2 Nita di Kantor Dinas PKO Sikka, Maumere, Kamis (10/10/2019).

“Saya pastikan bahwa Kasek SMPN 2 Nita di Nirangkliung akan dicopot dan diganti agar KBM di sana bisa berjalan normal kembali. Dinas PKO serius menyikapi tuntutan para orang tua dan siswa ini." — Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga Kabupaten Sikka, Mayella da Cunha.

Maumere, Flores Pos — Puluhan pelajar dan orang tua siswa SMPN 2 Nita di Nirangkliung, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, mendatangi Dinas Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, di Maumere, Kamis (10/10/2019).

Para orang tua dan siswa yang mendatangi Dinas PKO dengan menggunakan truk kayu tersebut, melaporkan kondisi kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut yang tidak normal dan macet lantaran kepala sekolah dan para guru yang mengajar di lembaga pendidikan tersebut jarang masuk sekolah.

Para orang tua siswa tersebut, antara lain Imakulata Reni, Maria Ince, Lusia Se’a, dan Maria Bunga.

Sementara siswa yang datang di antaranya Carolina Edwaldiana Dewi (kelas VIII B), Elisabeth R. Anggun (VIII B), Maria Indriyani N. Sepe ((VII), Yoprianto N. Jawa (VII A), Hendrikus Ndori (IX B), dan Siprianus M. Afandi (IX A).

Siswa lain yakni Laurensius LL Gero (IX), Lorius Lada (IX A), Antonius Fridolin (IX A), Fransiskus N. Tomi (IX B), Wihelmus Toni (IX A),  Ranoldus S (IX A), dan Albertus Nandi B.

Para guru dan siswa tersebut diterima Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PKO Sikka, Mayella da Cunha, didampingi Kabid SMP Muhammad Arifin, dan Kabid Ketenagaan Ibu Heni Ngada.

KBM Macet

Perwakilan orang tua, Imakulata Reni, di hadapan Plt Kadis Mayella dan dua kepala bidang, menyampaikan beberapa masalah terjadi di SMPN 2 Nita di Nirangkliung, dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut Reni, kepala sekolah dan sebagian besar guru di sekolah tersebut jarang masuk sekolah. Hal ini mengakibatkan kegiatan belajar mengajar tidak berjalan normal.

Kalaupun ada guru yang ke sekolah, kata Reni, mereka datang setelah pukul 09.00 Wita. Jadinya, siswa-siswi ditelantarkan.

Ia juga mengatakan bahwa pemanfaatan aneka data tidak jelas dan para guru honorer tidak mendapatkan upah/honorer sudah berbulan-bulan.

“Kami orang tua dan siswa meminta kepada Dinas PKO Sikkak agar kepala sekolah berinisial BS segera dipindahkan. Mudah-mudahan dengan berpindahnya Kasek tersebut, KBM akan berjalan normal lagi,” kata Reni.

Imakulata Reni juga secara tegas meminta Bupati Sikka cq Plt Kadis PKO Sikka untuk mempertimbangkan penempatan kepala sekolah di SMPN 2 Nita di Nirangkliung. Sebaiknya kepala sekolahnya bukan orang Sikka melainkan orang dari luar daerah Sikka.

“Kepala sekolah harus  memiliki komitmen untuk memajukan pendidikan anak-anak di Nirangkliung. Anak-anak tidak menjadi korban hanya karena ulah kasek atau guru yang jarang masuk sekolah,” kata Reni.

Harapan Tidak Terwujud

Keluhan seputar macetnya KBM dan jarangnya Kasek dan para guru masuk sekolah juga disampaikan Maria Ince, orang tua siswa.

Maria Ince mengaku bahwa ia menyekolahkan dua anaknya di SMPN 2 Nita di Nirangkliung dengan harapan agar mereka mengikuti KBM seperti biasa dan mendapatkan ilmu untuk masa depan mereka.

“Harapan saya ini tidak terwujud karena KBM di SMPN 2 Nita di Nirangkliung tidak berjalan normal.”

“Penyebabnya karena Kasek pada para guru sering tidak ke sekolah, atau pun kalau pergi, mereka selalu terlambat.”

“Saya tidak mau anak-anak saya terkena dampak karena tidak normalnya KBM di SMPN 2 Nita di Nirangkliung,” katanya.

Karena itu, “saya dan sejumlah orang tua siswa dan para siswa menyampaikan hal ini langsung ke Dinas PKO agar segera diperhatikan,” kata Ince.

Keluhan seputar tidak normalnya KBM di SMPN 2 Nita di Nirangkliung yang diakibatkan jarangnya para guru masuk sekolah juga disampaikan perwakilan siswa.

Antonius Fridolin mengatakan bahwa KBM di sekolahnya tidak berjalan normal karena para guru jarang masuk sekolah.

“Kalau pun mereka datang kebanyakan datang sekitar jam 9,” kata Antonius Fridolin yang diamini teman-temannya.

Kasek Pasti Dicopot

Plt Kepala Dinas PKO Sikka, Mayella da Cunha, kepada perwakilan orang tua dan siswa yang datang menjelaskan pihaknya telah meninjau kondisi SMPN 2 Nita di Nirangkliung pada Rabu (9/10/2019).

“Saat saya ke sana, saya tidak temukan Kasek di sekolah itu. Informasi yang saya dapat menyebutkan bahwa Kasek SMPN 2 Nita di Nirangkliung sudah tidak normal masuk sekolah/ikut KBM dalam dua bulan terakhir.

Selain itu, saya juga temukan bahwa dari belasan guru di SMPN 2 Nita di Nirangkliung, yang menghadiri KBM pada Rabu hanya 4 orang,” kata Mayella.

Mayella da Cunha berjanji siap memproses dan menindaklanjuti permintaan warga, khusus untuk menggantikan kasek pada kesempatan pertama.

“Saya segera temui Bupati Sikka untuk melaporkan kondisi ini,” katanya.

“Kita pastikan bahwa Kasek SMPN 2 Nita di Nirangkliung akan dicopot dan diganti agar KBM di sana bisa berjalan normal kembali. Dinas PKO serius menyikapi tuntutan para orang tua dan siswa ini,” kata Mayella.

Penulis: Wall Abulat
Editor: Avent Saur