Home Manggarai Kemenkominfo RI Dorong Akselerasi Transformasi Digital

Kemenkominfo RI Dorong Akselerasi Transformasi Digital

Penulis: Christo Lawudin / Editor: Elton Wada

684
0
SHARE
Kemenkominfo RI Dorong Akselerasi Transformasi Digital

Keterangan Gambar : Menkominfo Johnny G. Plate

 


Ruteng, Flores Pos — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI tengah mendorong upaya percepatan transformasi digital di Indonesia melalui empat langkah kebijakan.

Kebijakan tersebut antara lain: penyelesaian pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan informatika yang merata dan berkualitas, pengembangan teknologi pendukung akselerasi transformasi digital, pengembangan sumberdaya manusia (SDM) atau talenta digital dengan jumlah dan kualitas yang memadai serta berkelanjutan, dan penuntasan legislasi primer dan penguatan kerja sama internasional.

Demikian siaran pers dari Menteri Kominfo Johnny G. Plate yang dirilis Humas Nando Setu dan diterima wartawan di Ruteng, Rabu (21/7/2020).

Baca juga: Survei Kinerja Menteri, Menkominfo Bertengger pada Posisi Tujuh

Upaya percepatan itu disampaikan Menkominfo RI saat membuka Seminar Daring dengan tema “Mendorong Akselerasi Transformasi Digital” dari Ruang Serbaguna Kementerian Kominfo di Jakarta, Senin 20/7/2020).

Menteri Johnny G. Plate mengatakan bahwa salah satu upaya untuk mempercepat akselerasi transformasi digital adalah pemerataan infrastruktur telekomunikasi dan informatika yang berkualitas di seluruh Indonesia. Caranya adalah dengan membangun jaringan backbone, midlle-mile, dan last-mile. Dengan itu nanti, akan terjadi peningkatan rasio internetifikasi di Indonesia dan penurunan disparitas internetifikasi antarwilayah dan penduduk baik dari sisi jangkauan maupun kualitas layanan internet yang memadai.

"Saat ini sudah dibangun jaringan backbone serat optik nasional sepanjang 348.442 kilometer yang terbentang di daratan dan lautan Nusantara. Sepanjang 12.148 kilometer di antaranya merupakan jaringan Palapa Ring yang dibangun oleh BLU BAKTI Kementerian Kominfo dan 336.294 kilometer dibangun oleh operator telekomunikasi di Indonesia,” katanya.

Baca juga: Serap Aspirasi, Anggota DPR RI Julie Laiskodat Temui Uskup Ruteng

Untuk  jaringan middle-mile, katanya,pemerintah terus meningkatkan pembangunan infrastruktur jaringan fiber-link, microwave-link, dan satelit. Pada tahun 2023, Indonesia akan meluncurkan satelit multifungsi atau high-throughput satellite (HTS) SATRIA untuk melengkapi lima satelit nasional dan empat satelit asing yang digunakan sekarang. Satelit ini diharapkan dapat menjangkau 150.000 titik layanan publik yang saat ini belum memiliki akses internet memadai.

Sedangkan, untuk jaringan last-mile, saat ini Indonesia memiliki 479.125 Base Transceiver Station (BTS) yang dibangun Kementerian Kominfo bersama operator seluler untuk mendukung jaringan mobile broadband. Bersama operator telekomunikasi, Kominfo juga terus mendorong pemerataan jaringan fixed broadband serta optimalisasi penggunaan satelit untuk penuntasan infrastruktur last-mile.

Menkominfo juga mengatakan bahwa akan terus dilakukan pembangunan ekosistem digital yang aman, sehat, dan berdaulat dengan mengupayakan berbagai kebijakan pengembangan teknologi seperti , kebijakan penambahan dan penataan frekuensi, dengan target capaian kebutuhan tambahan spektrum frekuensi 1.310 MHz. Target ini diupayakan agar terpenuhi pada akhir tahun 2024 demi mendukung inisiatif pengembangan 5G.

Selain itu akan diupayakan penyediaan teknologi pengendalian konten negatif di internet dan membangun Pusat Data Nasional (PDN) dengan kapasitas total prosesor 43.000 cores dan kapasitas penyimpanan sebesar 72 Petabytes, untuk mendukung kebijakan Satu Data Indonesia, integrasi, interoperabilitas, dan konsolidasi data pemerintah pusat dan daerah.

Baca juga: Kopkardios Ruteng Anggarkan Dana Solidaritas Duka Anggota

 Sebelumnya Humas Nando Setu mengatakan bahwa Menteri Johnny juga menyampaikan bahwa saat ini sedang dilakukan upaya pengembangan SDM atau talenta digital. Hal ini merupakan prasyarat yang harus dipenuhi dalam melakukan akselerasi transformasi digital.

Transformasi dan penggunaan ruang-ruang digital dapat dioptimalkan untuk penggunaan yang positif dan produktif. Karena itu, Kementerian Kominfo meluncurkan program-program pengembangan kecakapan digital dan program-program pengembangan ekosistem ekonomi digital.

"Dalam pengembangan kecakapan digital, Kementerian Kominfo membagi tiga jenis kecakapan, yakni kecakapan digital dasar (Basic) yang dilakukan melalui Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi bersama dengan 108 lembaga/komunitas yang berada di dalamnya serta pihak-pihak lain yang terkait; kecakapan digital menengah (Intermediate) melalui stimulus pelatihan Digital Talent Scholarship (DTS), yang menjangkau 60.000 peserta atau 10% dari total kebutuhan sebanyak 600.000 talenta digital per tahun; dan kecakapan digital lanjutan (Advanced) melalui stimulus pelatihan Digital Leadership Academy (DLA), dengan target capaian 300 talenta per tahun,” katanya.