Home Manggarai Kepada Gubernur NTT, Uskup Ruteng Sampaikan Harapan Bangun Pantura Manggarai Raya Berbasis Ekologi

Kepada Gubernur NTT, Uskup Ruteng Sampaikan Harapan Bangun Pantura Manggarai Raya Berbasis Ekologi

Penulis: Christo Lawudin / Editor: Anton Harus

252
0
SHARE
Kepada Gubernur NTT, Uskup Ruteng Sampaikan Harapan Bangun Pantura Manggarai Raya Berbasis Ekologi

Keterangan Gambar : Uskup Sipri Hormat (kiri) menerima Gubernur NTT Viktor Laiskodat di Rumah Keuskupan Ruteng pada Selasa (23/6/2020).


Ruteng, Flores Pos — Uskup Ruteng, Mgr. Sipri Hormat menyampaikan banyak pokok pikiran dalam membangun Provinsi NTT di hadapan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

Salah satu hal yang diangkat oleh Uskup Sipri adalah pembangunan wilayah pantai utara (Pantura) di Manggarai raya dari Boleng hingga Buntal yang berbasiskan ekologi, geografi, demografi, kultur, dan spiritual.

Hal itu disampaikan Uskup Sipri dalam presentase pokok-pokok pikirannya di hadapan Gubernur Viktor Laiskodat bersama para pejabat Provinsi NTT dan Manggarai di Aula Misio Unika Santo Paulus Ruteng pada Selasa (23/6/2020).

Gubernur Laiskodat berada di Ruteng dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Manggarai raya dalam beberapa hari terakhir.

Uskup Sipri mengatakan, kawasan Pantura perlu mendapat perhatian khusus karena aneka potensi menjanjikan dalam pelbagai aspek kehidupan.

Perekonomian di kawasan Pantura Manggarai raya mesti dibangun secara integral dengan basis ekologi, kultur, rohani, geografi, dan demografi.

"Kami sengaja angkat potensi ekonomi kawasan Pantura Manggarai raya. Perlu dikembangkan secara baik sebagai satu-kesatuan sesuai dengan apa yang dimilikinya. Bangun ekonomi Pantura tetap harus berbasis ekologi," katanya.

Dikatakannya juga bahwa dalam konteks itu, maka yang perlu disentuh dan dioptimalkan adalah bidang pertanian, perikanan, kelautan, ternak, pariwisata, dan pariwisata rohani. Potensi sudah ada, tinggal dioptimalisasikan dengan perencanaan yang baik.

Menurut Uskup Sipri, pokok pikiran yang ada bukanlah hal yang baru sama sekali. Pada dasarnya sudah ada dalam program dan rencana pemerintah kabupaten dan pemerintah Provinsi NTT.

Karena itu, lanjut Uskup Sipri, yang harus dilakukan adalah eksen pelaksanaan program di lapangan untuk menjadikan Pantura pusat pengembangan ekonomi yang baru. "Dukungan dan perhatian gubernur sangat diperlukan," tegasnya.

Energi Baru untuk NTT

Merespons pelbagai pokok-pokok pikiran tersebut, Gubernur Laiskodat mengatakan, Manggarai raya telah diberi seorang uskup baru yang muda dan energik. Kehadirannya sudah pasti membawa energi baru dalam upaya perubahan di Provinsi NTT.

"Dalam suasana seperti itu, semua mesti diarahkan untuk bekerja membangun NTT ini," tegasnya.

"Sebagai pemimpin, saya sadar diri. Saya datang dan hadir di tengah masyarakat NTT. Saya harus hadir sebagai pelayan. Saya harus berkeliling untuk perhatikan dan lihat pelbagai hal yang perlu dibangun untuk kemajuan NTT," katanya.

Masalah serius NTT, lanjut Laiskodat, masih berkutat pada masalah kemiskinan. Kemiskinan sebetulnya tidak ada kalau saja semua potensi yang ada dimaksimalisasikan dari dahulu dengan pengelolaan yang baik dan profesional.

Karena itu, Laiskodat akan berupaya untuk menyentuh soal-soal kemasyarakatan seperti jalan, listrik, air, pertanian, peternakan, perikanan, dan lain-lain dalam masa kepemimpinannya lima tahun ini.*