Home Nasional Kerja Sama dengan Kemendikbud: Kominfo Mendukung Pengembangan Kapasitas Remaja Perempuan Indonesia

Kerja Sama dengan Kemendikbud: Kominfo Mendukung Pengembangan Kapasitas Remaja Perempuan Indonesia

Penulis: Christo Lawudin / Editor: Elton Wada

88
0
SHARE
Kerja Sama dengan Kemendikbud: Kominfo Mendukung Pengembangan Kapasitas Remaja Perempuan Indonesia

Keterangan Gambar : Menkominfo Johnny G. Plate


Ruteng, Flores Pos — Kementerian Komunikasi dan Informatika mendukung upaya pengembangan kapasitas remaja perempuan dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kominfo mengapresiasi Program Girls4Tech yang diinisiasi Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) Foundation dan Mastercard untuk menginspirasi remaja perempuan Indonesia usia 10-15 tahun untuk mengejar karier di bidang STEM.

Demikian rilis terkini dari Kemenkominfo RI yang diterima wartawan di Ruteng, Rabu (16/9/2020) terkait hasil Dialog Empowering Girls Reshaping the Future dan Peluncuran Program Girls4Tech secara daring dari Jakarta, Selasa (15/9/2020). Rilis itu diterima dari Humas Nando Setu.

Menkominfo Johnny G. Plate melalui Sekretaris Jenderal, Rosarita Niken Widiastuti mengatakan bahwa semua pihak harus bergandengan tangan untuk mewujudkan transformasi digital nasional, termasuk meningkatkan keterlibatan siswa perempuan dan mengurangi kesenjangan gender di bidang STEM.

"Kita harus bergandeng tangan semua, dari pemerintah, swasta, akademisi dan berbagai bidang untuk mewujudkan arahan Presiden Joko Widodo pada 14 Agustus lalu dalam pidato kenegaraannya. Beliau menekankan Indonesia betul-betul harus meningkat dalam transformasi digital nasional," ujar Sekjen Niken.

Sebagai program prioritas pemerintah, katanya, ada lima hal yang dilakukan untuk mewujudkan transformasi digital yakni: melakukan percepatan perluasan akses internet dan peningkatan infrastruktur digital, mempercepat integrasi dan pusat data nasional, menyiapkan regulasi skema-skema pendanaan dan pembiayaan transformasi digital dan menyiapkan kebutuhan SDM talenta digital.

Baca juga: Kemenkominfo RI Dorong Akselerasi Transformasi Digital

Menurutnya, dalam arahan kelima, kebijakan Kominfo termanifestasi dalam kebijakan prioritas kementerian di bidang infrastruktur, adopsi teknologi dan percepatan pembentukan regulasi. Kominfo RI berkomitmen untuk merealisasikan arahan dari bapak presiden dengan mengembangkan ekosistem digital Indonesia secara komprehensif.

Khusus untuk generasi penerus, lanjut Sekjen Niken, Program Girls4Tech bisa dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk mengikis kesenjangan gender. Dengan adanya program tersebut, diharapkan muncul inisiatif serupa di seluruh penjuru Nusantara agar tidak ada lagi kesenjangan gender khususnya dalam bidang STEM.

“Melalui program ini Kominfo berharap peranan perempuan Indonesia dalam bidang STEM semakin luas," katanya.

Sekjen Kementerian Kominfo mengatakan bahwa setiap tahun Indonesia membutuhkan 600 ribu orang yang memiliki kemampuan di bidang digital. Namun kebutuhan itu tidak bisa dipenuhi oleh dunia perguruan tinggi. Karena itu perlu dilakukan akselerasi-akselerasi dalam mendidik generasi muda di bidang digital ini.

Kementerian Kominfo, tegasnya, juga menginisiasi Digital Talent Scholarship, beasiswa pelatihan digital yang bekerja sama dengan perusahan teknologi global. Selain itu disiapkan pula sertifikasi gobal. Sesuai arahan presiden, inisiasi tersebut bertujuan agar di era digitalisasi ini tidak boleh ada pangsa pasar SDM dari negara-negara asing bagi tenaga kerja khususnya di bidang digital.

Baca juga: Survei Kinerja Menteri, Menkominfo Bertengger pada Posisi Tujuh

Humas Nando Setu mengatakan, Sekjen Niken juga mengedepankan data ePusat Statistik pada 2017 yang menyebutkan bahwa hanya 30 persen tenaga kerja perempuan di sektor STEM.

Hasil UNESCO dan Korean Women’s Development Institute mengungkapkan adanya permintaan yang tinggi akan pelajar perempuan di institusi pendidikan tinggi untuk mempelajari STEM. Hal ini terlihat dari jurusan kuliah seperti biologi, kimia, farmasi, dan kedokteran didominasi oleh pelajar perempuan.

"Akan tetapi, minat yang tinggi dalam bidang STEM ini tidak berlanjut sampai dunia kerja, sebagaimana perempuan yang aktif bekerja di bidang STEM masih jarang. Padahal kemampuan di bidang STEM tersebut merupakan hal fundamental untuk mendukung industri 4.0 di Indonesia," katanya.

Humas Nando juga berharap agar bahwa program Girls4Tech sebagai kolaborasi antarpihak dapat mendukung edukasi bagi remaja perempuan di Indonesia. Inisiatif ini dapat mendukung upaya pemerintah dalam melahirkan talenta-talenta baru di bidang STEM di tanah air, serta menginspirasi generasi pemimpin-pemimpin wanita yang mampu membuka potensi transformasi ekonomi digital bangsa.

Girls4Tech merupakan program pelatihan selama 3 tahun melalui platform belajar digital. Inisiatif YCAB Foundation dan Mastercard Center for Inclusive Growth bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu menargetkan pendidikan bagi 60.000 remaja perempuan mengenai STEM.

Sejak platform tersebut dirilis, terdapat 2000 remaja perempuan yang mendaftar dan 40 guru menjadi mentor sukarelawan.