Home Sikka Komunitas Jalan Kaki Sikka Gelar Aksi Sosial dan Edukasi Covid-19 di Kampung Wairbukan

Komunitas Jalan Kaki Sikka Gelar Aksi Sosial dan Edukasi Covid-19 di Kampung Wairbukan

Penulis: Wall Abulat/ Editor: Anton Harus

129
0
SHARE
Komunitas Jalan Kaki Sikka Gelar Aksi Sosial dan Edukasi Covid-19 di Kampung Wairbukan

Keterangan Gambar : Anggota Komunitas Jalan Kaki Sikka, Dokter Nur Kartika Eka Chandra (kanan) sedang mengukur tensi darah warga Wairbukan pada Sabtu (27/6/2020).


Maumere, Flores Pos Pelbagai elemen warga Kabupaten Sikka yang tergabung dalam Komunitas Jalan Kaki Sikka mengunjungi Kampung Wairbukan, Dusun Wodong, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka pada Sabtu (27/6/2020).

Hadir dalam kegiatan kemanusiaan tersebut, Kepala Perwakilan Pangkalan TNI Angkatan Udara Maumere Letda (Lek) A. Yepi Efendi, Direktur Bank Sampah Flores Susilowati Koopmann, dan Wartawan Mongabay Indonesia & Cendananews Ebed de Rosary.

Baca juga: Empat Ibu Hamil asal Wairbukan di Sikka Melahirkan di Tebing Bebatuan

Ada juga Wartawan TVOne Tofik Koban, Jedison Joseph (Relawan Rumah Baca Akar Maumere), Dokter Nur Kartika Eka Chandra, Edmon dari Kodim 1603 Sikka, dan Athy Meak (Metrotimor.id/Lintastimor.com).

Hadir juga Albert Aquinaldo (Wartawan Florespedia.com/Parnert Resmi Kumparan.com), Chen Chabarezy (Reporter Radio Suara Sikka), Erik dari Floreseditorial; Om Kumis Tattois (Praktisi Pariwisata Tour Guide), Dipantara Wisnu Raharja dari Komunitas Pencinta Alam, Erwin Yuan dari Komunitas Pecinta Tenun/Desainer Padu Padan Tenun.

Selain itu, ada juga Alfons Hery dari Pegiat Lingkungan dan LSM Sandi Florata Maumere, Aysa dan Qikan dari Komunitas Huruf Kecil, dan beberapa anggota Komunitas Jalan Kaki Sikka lainnya.

Disaksikan media ini, Komunitas Jalan Kaki Sikka ini bergerak dari Kota Maumere menuju Dusun Wodong, Kecamatan Waigete dengan menggunakan kendaraan roda dua dengan lama perjalanan sekitar 35 menit.

Setelah itu, anggota komunitas ini bergerak menuju Wairbukan mengikuti jalan setapak dengan medan yang menanjak dan berbatu-batu.

Perjalanan menanjak sepanjang 2 kilometer tersebut ditempuh selama 1,5 jam. Perjalanan memakan waktu lama (biasanya 45 menit) karena sebagian besar anggota Komunitas Jalan Kaki mengalami kelelahan saat mendaki tanjakan jalan dengan kemiringan sekitar 45-50 derajat.

Setiba di Kampung Wairbukan, rombongan diterima secara adat hulir wair atau percikan air kelapa muda oleh pemangku adat setempat Bernadus Brebo.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan perkenalan dengan warga setempat yang dipandu Admin Grup Komunitas Jalan Kaki Sikka Ebed de Rozari. Jalannya perkenalan berlangsung dalam suasana persaudaraan.

Aneka Kegiatan

Pantauan media ini selama lima jam berada di Kampung Wairbukan, anggota Komunitas Jalan Kaki menggelar aneka kegiatan di antaranya melakukan sosialisasi covid-19 dan dilanjutkan dengan pemeriksaan tensi darah oleh Dokter Nur Kartika Eka Chandra.

Kru juga melatih menyanyi bagi siswa-siswi SD Layakan Khusus Wairbukan oleh Ibu Susilowati Koopmann dan Edison Joseph. Siswa-siswa SD ini juga dilatih menggambar dan mewarnai oleh dua perwakilan Komunitas Huruf Kecil Aysa dan Qikan.

Komunitas Jalan Kaki juga membagikan masker kepada semua warga Wairbukan, membagi buku tulis dan pulpen kepada siswa-siswa SD setempat, membagi buku bacaan, tabloid, kalander, dan aneka hiburan lainnya.

Warga Berterima Kasih

Pemangku Adat Wairbukan Bernadus Bebro yang juga Ketua RT 17 A, Dusun Wodonng, pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada Komunitas Jalan Kaki Sikka yang telah mengunjungi Kampung Wairbukan dan melakukan aksi sosial serta edukasi seputar covid-19 bagi warga setempat.

“Saya atas nama warga Wairbukan sampaikan terima kasih atas kunjungan dan atas aneka kegiatan sosial ini bagi warga di kampung ini,” kata Brebo.*