Home Ende Kunker di Ende, Anggota DPD RI AWK Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas

Kunker di Ende, Anggota DPD RI AWK Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas

Penulis: Willy Aran / Editor: Elton Wada

137
0
SHARE
Kunker di Ende, Anggota DPD RI AWK Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas

Keterangan Gambar : Anggota DPD RI dari dapil NTT, Angelius Wake Kako (AWK) berpose bersama kepala desa dan tokoh masyarakat saat Kunker di Wolotolo, Senin (27/7/2020).


Ende, Flores Pos — Anggota DPD RI, Angelius Wake Kako (AWK) selama dua hari sejak Minggu (26/7/2020) hingga Senin (27/7/2020) melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Kabupaten Ende tepatnya di Desa Koanara Kecamatan Kelimutu dan Desa Wolotolo Kecamatan Detusoko. Dalam Kunker tersebut, AWK bertemu dengan kelompok tani yang mengelola program Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR.

Dalam kunker tersebut, senator AWK didampingi kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kementerian PUPR, Agus Sosiawan. Kunker tersebut juga dijalankan guna mendengarkan langsung dari petani terkait pengelolaan program P3A dan dampak yang dirasakan oleh para petani.

Di hadapan para petani saat dialog di Desa Koanara Kecamatan Kelimutu, Senator muda dari provinsi NTT ini mendorong para petani untuk meningkatkan produktivitas dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki. Ia pun mengatakan bahwa potensi pertanian di wilayah tersebut dapat membawa petani menuju kemakmuran jika dikelola dengan baik. Pemerintah tentu terus memberikan dukungan melalui peralatan pertanian dan anggaran.

Baca juga: DPRD Ende Minta DPMD Turun ke 17 Desa Yang Belum Cairkan BLT

Angelius mengatakan bahwa bentuk dukungan dari pemerintah itu salah satunya adalah program P3A yang telah diberikan oleh pemerintah sejak tahun 2016 lalu. Oleh karena itu, AWK mengharapkan agar petani memanfatkan program tersebut untuk meningkatkan produktivitas atau hasil pertaniannya setiap tahun.

"Program P3A ini mesti dimaanfatkan dengan baik oleh petani untuk meningkatkan produktivitas. Program ini mesti memberikan dampak positif kepada petani maka hasilnya setiap tahun harus terus meningkat. Jika hasilnya setiap tahun sama saja maka petani tidak memanfaatkan dukungan dan bantuan dari pemerintah dengan baik. Walaupun bantuan anggaran itu tidak besar tetapi harus dimaanfatkan dan dikelola dengan baik," katanya.

Pada kesempatan tersebut, AWK juga mengatakan bahwa jika program ini memberikan dampak positif kepada petani dengan indikator peningkatan produktivitas maka pemerintah pasti akan memberikan bantuan peralatan yang lebih modern. Sebagai anggota DPD, dirinya terus mendorong pemerintah memberikan dukungan kepada petani baik dalam bentuk peralatan pertanian maupun anggaran.

"Saya terus mendorong pemerintah agar program P3A ini tetap ada dan berkelanjutan. Dari cerita dan syering dengan petani diakui bahwa program ini telah memberikan dampak positif yaitu peningkatan produktivitas," katanya.

Baca juga: Bupati Djafar Pantau Pembangunan Tanggul Penahan Abrasi di Kelurahan Tanjung

Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kementerian PUPR, Agus Sosiawan pada kesempatan dialog dengan masyarakat menyampaikan bahwa di Kabupaten Ende terdapat 10 desa yang menerima program P3A. Program itu, katanya, dikelola oleh kelompok tani sendiri dan bukan sebaliknya oleh pihak ketiga. Jika diketahui ada pihak lain yang masuk untuk mengelola program ini maka hal itu menyalahi regulasi.

"Program ini untuk petani dan anggarannya ditransfer langsung ke rekening kelompok tani itu. Jadi tidak ada pihak ketiga yang mengelolanya," katanya.

Agus juga mengharapkan agar petani memanfatkan program P3A dengan baik untuk peningkatan hasil pertanian. Program itu, katanya, berasal dari Kementrian PUPR RI untuk mendorong petani meningkatkan produktivitas menuju kemakmuran petani sendiri.

"Tahun ini di Ende ada sepuluh desa yang mendapatkan program P3A. Tahun depan akan diusulkan lagi ke Kementerian dan mudah-mudahan lebih banyak lagi," kata Agus.

Baca juga: 17 Desa di Ende Belum Cairkan BLT dari DD Tahap Pertama

Kepala Desa Koanara, Petrus Mbabho di hadapan AWK dan Kepala Balai Sungai wilayah Nusa Tenggara II itu mengakui bahwa program P3A telah memberikan dampak kepada petani di desanya. Sejak masuknya program itu, katanya, setiap tahun hasil produksi petani terus meningkat.

Pada 2020, melalui program P3A, pembangunan infrastruktur irigasi pertanian di Koanara berlangsung sepanjang 300 meter. Program ini langsung dikelola oleh kelompok tani P3A Detukombo, Desa Koanara.