Home Nagekeo Lestarikan Budaya, Siswa SMP Tampilkan Esu Kose

Lestarikan Budaya, Siswa SMP Tampilkan Esu Kose

224
0
SHARE
Lestarikan Budaya, Siswa SMP Tampilkan Esu Kose

Keterangan Gambar : Sejumlah siswa-siswi menampilkan tradisi Esu Kose atau memasak makanan dalam periuk tanah pada ujian praktik SMPN 3 Nangaroro Satu Atap Aegela.

Ndora, Flores Pos — Sejumlah siswa SMPN 3 Nangaroro Satu Atap Aegela, Selasa (3/12/2019) menampilkan tradisi Esu Kose atau memasak makanan dalam periuk tanah dalam ujian praktik SMPN 3 Nangaroro Satu Atap Aegela.

Kegiatan memasak dan menyajikan makanan tersebut dilakukan di halaman sekolah di Desa Bidoa, Kecamatan Nangaroro.

Kepala SMPN 3 Nangaroro Satu Atap Aegela, Johanes Tua, menyampaikan, tujuan pelaksanaan ujian praktik dalam nuansa budaya tersebut adalah untuk melestarikan budaya asli Ndora.

"Di Ndora, ada budaya Du Podo, yaitu tradisi membuat periuk tanah. Dari tradisi membuat periuk tanah tersebut lahir kebiasaan memasak dalam periuk tanah atau Esu Kose," katanya. 

"Karena itu, kami ingin agar siswa-siswi yang adalah penerus bangsa tidak melupakan budaya. Salah satunya, dengar cara menyelenggarakan ujian praktik bernuansa budaya untuk Mata Pelajaran Sosial Budaya," tambahnya.

Ia berharap, pelaksanaan ujian kali ini berjalan lancar sesuai harapan sekolah. Harapan jangka panjangnya adalah para siswa mengenal dan mencintai budaya Ndora serta mampu melestarikannya.

Johanes melanjutkan bahwa kearifan lokal memasak dalam periuk tanah mengajarkan masyarakat untuk hidup sederhana dan alami.

"Selain itu, siswa juga belajar proses berjuang, karena membuat sebuah periuk tanah membutuhkan waktu yang panjang. Mereka akan belajar menghargai proses. Selain itu, nasi yang dimasak dalam periuk tanah rasanya lebih enak, plus jauh dari kontaminasi bahan kimia yang mungkin terjadi jika kita memasak menggunakan alat masak modern," ujarnya.

Sementara itu, Konstantinus Dhae selaku Kaur Kesiswaan SMPN 3 Nangaroro Satu Atap Aegela sekaligus Ketua Sanggar Budaya Ndora "Na Ana" mengemukakan bahwa konsep ujian praktik dengan menampilkan budaya lokal Esu Kose merupakan langkah yang sangat baik untuk melestarikan budaya.

"Konsep ujian praktik bernuansa budaya seperti yang dilaksanakan hari ini memang baru pertama kalinya dilaksanakan. Kami para guru juga diwajibkan untuk mengenakan atribut, yakni pakaian adat Nagekeo," katanya.

Sebagai Ketua Sanggar Na' Ana, Konstantinus menyatakan harapannya agar ujian praktik tersebut dapat mendorong kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal Du Podo dan Esu Kose.

"Harapan saya, generasi muda tidak malu untuk mengakui budayanya. Sebab budaya adalah akar kita, tempat dari mana kita berasal. Saya juga berharap agar semua budaya lokal Nagekeo khususnya Ndora dapat digali dan dilestarikan kembali," harapnya.

Lidvina Aryanti Moedak, Guru Mata Pelajaran Pendidikan Lingkungan Sosial dan Budaya pada  SMPN 3 Nangaroro Satu Atap Aegela menyatakan hal yang sama.

"Sebenarnya Konsep ujian praktik dalam bentuk Esu Kose ini adalah hasil diskusi saya dan para guru. Dasar dari ide tersebut adalah karena Esu Kose menjadi focus point pada Festival Literasi Nagekeo yang lalu. Karena itulah kami putuskan untuk melaksanakan kegiatan tersebut agar tradisi tersebut tetap lestari," katanya.

Aty menyebutkan bahwa pihaknya bertujuan untuk mendorong siswa agar mencintai budaya lokal.

"Semoga dengan melakukan tradisi Esu Kose, siswa-siswi mengenal dan bangga akan budayanya serta tidak malu untuk melaksanakan tradisi," katanya.

Penulis: Risa Roga
Editor: Antonius Harus